×

Iklan


Kemenag Sumbar Sosialisasikan Pembatalan Haji Tahun 2020

16 Juni 2020 | 00:44:40 WIB Last Updated 2020-06-16T00:44:40+00:00
    Share
iklan
Kemenag Sumbar Sosialisasikan Pembatalan Haji Tahun 2020
KEMENTERIAN Agama Provinsi Sumatera Barat, saat menggelar sosialisasi tentang pembatalan keberangkatan jemaah haji tahun 1441 H/2020 M. MARLIM

Padang, Khazminang-- Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat menggelar Sosialisasi  Keputusan Menteri Agama (KMA) No. 494 Tahun 2020 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji Pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1441 H/2020 M.

Sosialisasi yang diadakan di aula Kantor Kementrian Agama Kota Solok ini, dihadiri oleh Kasubag Humas Kanwil Kemenag Sumatera Barat, Eri Gusnedi. Hadir pada acara tersebut Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Solok, Eri Iswandi didampingi Kasubag Tata Usaha Kantor Kementrian Agama Kota Solok Emil.

    Sosialisasi KMA No. 494 Tahun 2020 itu, diikuti oleh Kepala KUA, penyuluh dan organisasi massa seperti Tarbiyah Islamiah, Nahdatul Ulama (NU), Muhammadiyah yang ada di kota Solok.

    Eri Gusnedi dalam arahannya mengatakan, sosialisasi ini perlu diadakan agar semua stakeholder yang terlibat dalam keberangkatan jamaah haji bisa memberikan pengertian kepada calon jamaah yang gagal berangkat tahun ini.

    "Kita merasakan kekecewaan yang dirasakan oleh calon jamaah haji kita. Akan tetapi ini semua bukan keinginan kita, tapi semua ini kehendak Allah. Kita harus ikhlas menerima keputusan ini," ujar Eri.

    Menurut Eri, kuota jamaah haji Indonesia untuk tahun ini berjumlah 221.000 orang dengan perincian 203.320 orang jamaah reguler dan 17.680 jamaah haji plus. Untuk Sumatera Barat sendiri jamaah haji yang harus berangkat tahun ini sebanyak 4613 orang.

    Bagi jamaah haji yang gagal berangkat tahun 2020 ini, katanya, dipastikan berangkat tahun 2021 mendatang. Tapi bagi jamaah yang mau mengundurkan diri dan minta setoran BPIH nya untuk dikembalikan, maka calon jamaah haji tersebut diminta untuk mengajukan permohonan tertulis kepada Kepala Kantor Kementrian Agama Kota/Kabupaten dengan melengkapi dokumen bukti setoran lunas Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH).

    "Kemudian foto copy buku tabungan yang masih aktif atas nama calon jamaah haji sendiri serta menyerahkan foto copy KTP dan no handphone," lanjutnya.

    Selanjutnya Bidang Urusan Haji Kemenag akan memproses data calon jamaah haji yang mundur tersebut, dan bidang haji akan menginput data tersebut pada aplikasi Sistim Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat).

    Selanjutnya Kepala Kantor Kementrian Agama akan mengajukan permohonan pembatalan tersebut secara tertulis kepada Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri dan diteruskan kepada Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Kementrian Agama di Jakarta.Barulah kemudian BPS BPIH melakukan transfer ke rekening calon jamaah haji. **

    (Marlim)