<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Ragam &#8211; Khazminang.id</title>
	<atom:link href="https://khazminang.id/kategori/detail/ragam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://khazminang.id</link>
	<description>Berita Sumbar Terbaru dan Terkini Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Wed, 24 Jun 2026 02:36:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.3</generator>

<image>
	<url>https://khazminang.id/wp-content/uploads/2024/12/cropped-favicon-32x32.png</url>
	<title>Ragam &#8211; Khazminang.id</title>
	<link>https://khazminang.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Traktor untuk Lahan Sawah Berlumpur, Perhatikan Spesifikasi Teknis Ini Sebelum Membeli</title>
		<link>https://khazminang.id/traktor-untuk-lahan-sawah-berlumpur-perhatikan-spesifikasi-teknis-ini-sebelum-membeli/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Raihan Al Karim]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2026 02:36:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[beli traktor]]></category>
		<category><![CDATA[lahan sawah]]></category>
		<category><![CDATA[sawah berlumpur]]></category>
		<category><![CDATA[traktor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://khazminang.id/?p=14490</guid>

					<description><![CDATA[Padang, Khazminang.id&#8211; Lahan sawah berlumpur adalah salah satu kondisi kerja paling menantang bagi traktor pertanian karena kombinasi antara konsistensi tanah...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Khazminang.id&#8211;</strong> <span style="font-weight: 400;">Lahan sawah berlumpur adalah salah satu kondisi kerja paling menantang bagi traktor pertanian karena kombinasi antara konsistensi tanah yang lunak, genangan air, dan variasi kedalaman lumpur yang tidak bisa diprediksi secara seragam di setiap petak lahan membuat tidak semua unit mampu bekerja secara efektif tanpa risiko terperosok atau mengalami kerusakan komponen. </span><span style="font-weight: 400;">Memahami spesifikasi teknis yang benar-benar relevan untuk kondisi sawah berlumpur sebelum membeli traktor adalah langkah kritis yang akan menentukan apakah investasi yang dilakukan benar-benar menghasilkan produktivitas yang diharapkan atau justru berujung pada unit yang tidak mampu bekerja optimal di lapangan.</span></p>
<p><b>Mengapa Lahan Sawah Berlumpur Membutuhkan Pertimbangan Teknis Khusus </b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sawah berlumpur menciptakan kondisi operasional yang secara fundamental berbeda dari lahan kering atau perkebunan, di mana setiap aspek dari desain </span><a href="https://products.binapertiwi.co.id/traktor" target="_blank" rel="noopener"><span style="font-weight: 400;">traktor</span></a><span style="font-weight: 400;"> mulai dari sistem penggerak, geometri roda, distribusi bobot, hingga ground clearance memiliki dampak langsung terhadap kemampuan unit bekerja secara efektif tanpa merusak struktur tanah yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman. Tanah berlumpur memiliki daya dukung yang sangat rendah sehingga setiap unit yang melintas berisiko menciptakan alur dalam yang merusak uniformitas permukaan lahan dan pada kasus ekstrem bisa membuat traktor terperosok sehingga membutuhkan bantuan eksternal untuk keluar dari kondisi tersebut. Selain risiko terperosok, tekanan berlebih dari unit yang terlalu berat pada tanah berlumpur akan memadatkan lapisan tanah di bawah lumpur, menciptakan lapisan keras atau hardpan yang menghambat drainase dan pertumbuhan akar tanaman pada musim-musim tanam berikutnya. Pemahaman tentang dinamika ini adalah latar belakang teknis yang harus dimiliki sebelum mengevaluasi spesifikasi unit secara lebih mendalam.</span></p>
<p><b>Tantangan Unik Sawah Berlumpur Indonesia</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sawah di Indonesia memiliki karakteristik yang sangat beragam tergantung pada sistem irigasi, jenis tanah dasar, dan praktik budidaya yang diterapkan oleh petani setempat dari generasi ke generasi. Di beberapa daerah seperti Jawa dan Bali, sistem irigasi yang intensif menghasilkan sawah dengan lapisan lumpur yang sangat dalam dan konsistensi yang sangat lunak terutama di awal musim tanam, sementara di daerah lain lapisan lumpur mungkin lebih tipis namun di bawahnya terdapat tanah keras yang menciptakan resistansi yang berbeda. Variasi musiman juga sangat signifikan karena sawah yang relatif mudah diolah di musim kemarau bisa berubah menjadi jauh lebih menantang di puncak musim hujan ketika volume air irigasi dan curah hujan berada pada level tertinggi. Traktor yang dipilih harus mampu bekerja pada kondisi paling menantang yang mungkin ditemui di lahan tertentu, bukan hanya pada kondisi rata-rata atau kondisi terbaiknya.</span></p>
<p><b>Spesifikasi Teknis Terpenting untuk Traktor Sawah Berlumpur</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Mengevaluasi traktor untuk kondisi sawah berlumpur membutuhkan pemahaman tentang spesifikasi mana yang benar-benar menentukan kemampuan unit di lapangan, bukan sekadar membandingkan angka tenaga mesin yang sering menjadi satu-satunya acuan pembelian yang terlalu disederhanakan.</span></p>
<p><b>Sistem Penggerak dan Traksi</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sistem penggerak adalah spesifikasi teknis pertama dan paling menentukan untuk traktor yang akan digunakan di sawah berlumpur karena kemampuan unit menghasilkan dan mentransfer traksi ke permukaan tanah yang sangat lunak adalah faktor pembeda antara unit yang bisa bekerja efektif dan yang terus-menerus mengalami selip. Untuk traktor empat roda, sistem penggerak 4WD atau four wheel drive sangat direkomendasikan karena distribusi tenaga ke keempat roda memberikan traksi total yang jauh lebih besar dibanding sistem 2WD yang hanya mengandalkan dua roda penggerak di kondisi tanah dengan daya dukung sangat rendah. Sistem differential lock yang memungkinkan kedua roda pada satu axle berputar dengan kecepatan yang sama meskipun salah satu kehilangan traksi juga merupakan fitur yang sangat berguna di sawah berlumpur untuk mencegah situasi di mana satu roda berputar tanpa traksi sementara roda lainnya diam.</span></p>
<p><b>Ground Clearance yang Memadai</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ground clearance atau jarak bebas antara bagian terendah badan traktor dan permukaan tanah adalah spesifikasi yang sering diabaikan namun sangat kritis untuk operasional di sawah berlumpur yang permukaannya tidak pernah benar-benar rata dan sering memiliki gundukan tanah, pematang kecil, dan variasi ketinggian yang signifikan. Ground clearance yang tidak mencukupi akan menyebabkan bagian bawah traktor terseret oleh lumpur, meningkatkan resistansi pergerakan secara dramatis, menyebabkan deposit lumpur yang menghambat sistem penggerak, dan dalam kasus ekstrem bisa membuat unit terjebak di area yang lebih dalam dari perkiraan. Traktor roda empat yang akan digunakan di kondisi serupa idealnya memiliki ground clearance minimal 350 milimeter untuk memberikan ruang bebas yang aman di berbagai kondisi permukaan. Memverifikasi angka ground clearance yang tertera dalam spesifikasi dan jika memungkinkan mengamati langsung unit yang beroperasi di kondisi sawah berlumpur sebelum memutuskan pembelian adalah cara terbaik untuk memvalidasi bahwa ground clearance yang ditawarkan benar-benar memadai untuk kondisi spesifik lahan yang dimiliki.</span></p>
<p><b>Distribusi Bobot dan Tekanan Kontak Tanah</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Bobot total traktor dan bagaimana bobot tersebut terdistribusi ke roda-rodanya menentukan tekanan yang diberikan unit terhadap permukaan tanah, dan di sawah berlumpur tekanan yang terlalu tinggi akan menyebabkan penurunan berlebihan ke dalam lumpur yang meningkatkan resistansi pergerakan dan risiko terperosok secara dramatis. Tekanan kontak tanah atau ground pressure yang ideal untuk operasional di sawah berlumpur umumnya tidak boleh melebihi nilai tertentu yang memastikan unit tidak tenggelam melampaui kedalaman yang bisa diatasi oleh tenaga mesin yang tersedia. </span></p>
<p><b>Spesifikasi Mesin dan Komponen Pendukung untuk Sawah Berlumpur</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Selain spesifikasi yang berkaitan langsung dengan kemampuan traksi dan pergerakan di lumpur, ada beberapa spesifikasi mesin dan komponen pendukung yang harus dievaluasi secara cermat untuk memastikan unit dapat bekerja secara andal dalam kondisi lingkungan yang sangat lembab dan korosif.</span></p>
<p><b>Tenaga Mesin yang Sesuai dengan Kebutuhan</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Tenaga mesin yang diukur dalam satuan horse power atau HP harus disesuaikan dengan luas lahan dan jenis implement yang akan digunakan, namun dalam konteks sawah berlumpur ada faktor tambahan yang perlu dipertimbangkan yaitu bahwa resistansi pergerakan di lumpur dalam secara signifikan lebih besar dibanding di lahan kering. Traktor tangan untuk lahan sawah kecil di bawah 2 hektar umumnya membutuhkan mesin minimal 8 hingga 10 HP agar tetap memiliki cadangan tenaga yang cukup saat menghadapi area yang lebih dalam atau lebih berat dari rata-rata. Untuk traktor roda empat yang digunakan di sawah berlumpur dengan lahan 2 hingga 10 hektar, tenaga mesin minimal 25 hingga 35 HP adalah rekomendasi umum yang memberikan margin keamanan cukup tanpa membuat unit terlalu berat untuk kondisi tanah yang diolah. Pilih mesin diesel dibanding bensin untuk operasional di sawah berlumpur karena mesin diesel umumnya memiliki torsi yang lebih besar pada putaran mesin rendah yang sangat bermanfaat saat unit harus bekerja keras mengatasi resistansi lumpur dalam kondisi yang paling menantang.</span></p>
<p><b>Perlindungan Komponen dari Air dan Lumpur</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Komponen kelistrikan, sistem transmisi, dan bagian bawah mesin harus memiliki perlindungan yang memadai terhadap air dan lumpur yang secara konstan bersentuhan dengan unit selama operasional di sawah. Sistem kelistrikan dengan rating water resistance yang baik akan mencegah korsleting dan kerusakan komponen elektronik yang sangat umum terjadi pada traktor yang digunakan intensif di sawah berlumpur tanpa perlindungan yang memadai. Seal dan gasket pada komponen transmisi dan final drive harus dalam kondisi prima dan diganti secara berkala karena penetrasi lumpur ke dalam sistem ini akan menyebabkan kerusakan bearing dan gear yang biaya perbaikannya sangat signifikan. Filter udara dengan desain pre-cleaner atau two stage adalah komponen yang sangat direkomendasikan untuk traktor sawah karena lingkungan yang lembab dan berdebu sekaligus membutuhkan perlindungan tambahan agar partikel dari udara tidak masuk ke ruang bakar mesin.</span></p>
<p><b>Tips Evaluasi dan Pembelian yang Tepat</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sebelum memfinalisasi keputusan pembelian traktor untuk sawah berlumpur, ada beberapa langkah evaluasi praktis yang bisa dilakukan untuk memvalidasi bahwa unit yang dipilih benar-benar sesuai dengan kondisi spesifik lahan yang dimiliki.</span></p>
<p><b>Uji Coba di Kondisi Lapangan yang Representatif</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Jika memungkinkan, mintalah distributor untuk mengatur demonstrasi atau uji coba unit di lahan sawah dengan kondisi yang mendekati kondisi paling menantang yang biasa ditemui, bukan di kondisi optimal yang tidak mencerminkan realitas operasional sebenarnya. Amati bagaimana unit bergerak melalui area berlumpur dalam, perhatikan apakah unit terlihat berjuang atau bergerak dengan mulus, dan evaluasi seberapa dalam jejak roda yang ditinggalkan sebagai indikator tekanan kontak tanah yang aktual. Tanyakan kepada petani lain di daerah yang sama tentang pengalaman mereka menggunakan model atau merek tertentu di kondisi sawah yang serupa karena pengalaman lapangan nyata memberikan informasi yang jauh lebih akurat dari spesifikasi yang tertera di brosur produk. Perhatikan juga kemudahan masuk dan keluar dari petak sawah serta kemampuan unit bermanuver di ujung lahan yang sering menjadi titik paling menantang dalam operasional traktor sawah.</span></p>
<p><b>Rekomendasi Distributor Traktor Sawah Berlumpur Terpercaya</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Untuk kebutuhan traktor yang dirancang dan terbukti mampu bekerja efektif di kondisi sawah berlumpur Indonesia, <a href="https://products.binapertiwi.co.id/" target="_blank" rel="noopener">Bina Pertiwi</a> adalah pilihan distributor Traktor Kubota yang direkomendasikan untuk mendapatkan unit dengan spesifikasi teknis yang benar-benar sesuai serta dukungan layanan purna jual yang memastikan unit tetap beroperasi prima sepanjang masa pakainya.</span></p>
<p><b>Perawatan Traktor Sawah Berlumpur agar Awet dan Andal</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Operasional rutin di sawah berlumpur memberikan tekanan ekstra pada komponen traktor yang membutuhkan program perawatan yang lebih intensif dari unit yang bekerja di lahan kering. Pembersihan menyeluruh setelah setiap sesi kerja di sawah adalah langkah perawatan paling dasar yang mencegah akumulasi lumpur pada komponen bergerak yang bisa menyebabkan korosi dan keausan prematur. Pelumasan pada titik-titik engsel, rantai transmisi, dan komponen bergerak lainnya harus dilakukan lebih sering dibanding rekomendasi standar karena kondisi lembab di sawah mempercepat pencucian pelumas dari permukaan komponen yang dilindungi. Program inspeksi seal dan gasket secara berkala adalah investasi perawatan kecil yang mencegah kerusakan besar akibat masuknya air dan lumpur ke dalam sistem transmisi dan final drive yang jauh lebih mahal untuk diperbaiki.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Memilih traktor yang tepat untuk lahan sawah berlumpur membutuhkan evaluasi yang cermat terhadap sistem penggerak, ground clearance, distribusi bobot, tenaga mesin, dan perlindungan komponen dari air dan lumpur, bukan sekadar membandingkan harga atau angka horse power semata. Dengan memahami spesifikasi teknis yang benar-benar relevan dan memvalidasinya melalui uji coba di kondisi lapangan aktual, investasi pada traktor sawah yang tepat akan memberikan produktivitas dan keandalan operasional yang optimal selama bertahun-tahun ke depan.</span></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Memahami 7 Jenis Sertifikat Tanah di Indonesia: Dari SHM hingga Wakaf, Apa Bedanya?</title>
		<link>https://khazminang.id/memahami-7-jenis-sertifikat-tanah-di-indonesia-dari-shm-hingga-wakaf-apa-bedanya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Raihan Al Karim]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Mar 2026 03:40:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[atr/bpn]]></category>
		<category><![CDATA[edukasi pertanahan]]></category>
		<category><![CDATA[hak atas tanah]]></category>
		<category><![CDATA[Hak Pakai]]></category>
		<category><![CDATA[hak pengelolaan]]></category>
		<category><![CDATA[HMSRS]]></category>
		<category><![CDATA[hukum pertanahan Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[jenis sertipikat tanah]]></category>
		<category><![CDATA[Kepastian Hukum Tanah]]></category>
		<category><![CDATA[properti Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[sertipikat tanah]]></category>
		<category><![CDATA[SHGB]]></category>
		<category><![CDATA[SHGU]]></category>
		<category><![CDATA[SHM]]></category>
		<category><![CDATA[tanah wakaf]]></category>
		<category><![CDATA[UUPA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://khazminang.id/?p=11594</guid>

					<description><![CDATA[Padang, Khazminang.id&#8211; Di Indonesia, terdapat tujuh jenis sertifikat tanah yang umum dikenal masyarakat. Setiap sertifikat menunjukkan jenis hak atas tanah...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Khazminang.id&#8211;</strong> Di Indonesia, terdapat tujuh jenis sertifikat tanah yang umum dikenal masyarakat. Setiap sertifikat menunjukkan jenis hak atas tanah yang berbeda. Perbedaan itu akan memengaruhi beberapa faktor, seperti siapa yang boleh memiliki tanah tersebut, untuk tujuan apa tanah digunakan, hingga berapa lama hak itu berlaku. Karena itu, memahami ragam jenis sertifikat penting agar masyarakat dapat memastikan status hukum tanah yang dimilikinya sudah tepat.</p>
<p>Pengaturan mengenai hak atas tanah sendiri dituangkan dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA). Melalui sistem pendaftaran tanah, setiap bidang tanah yang telah terdaftar akan memiliki sertifikat sebagai bukti hak yang memberikan kepastian hukum bagi pemegangnya. Tujuh jenis sertifikat yang ada di Indonesia antara lain Sertifikat Hak Milik (SHM), Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB), Sertifikat Hak Guna Usaha (SHGU), Sertifikat Hak Pakai, Sertifikat Hak Pengelolaan (HPL), Sertifikat Hak Milik atas Satuan Rumah Susun (HMSRS), dan Sertifikat Tanah Wakaf.</p>
<p><strong>Sertifikat Hak Milik (SHM)</strong></p>
<p>Sertifikat Hak Milik merupakan jenis sertifikat dengan kedudukan paling kuat dalam sistem pertanahan Indonesia. Hak ini hanya dapat dimiliki oleh warga negara Indonesia dan bersifat turun-temurun.</p>
<p>Berbeda dengan hak atas tanah lainnya, Hak Milik tidak memiliki batas waktu tertentu selama tanah tersebut digunakan sesuai dengan fungsi sosialnya. Karena sifatnya yang paling kuat, sertifikat ini paling banyak digunakan untuk kepemilikan rumah tinggal maupun tanah pribadi.</p>
<p><strong>Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB)</strong></p>
<p>Sertifikat Hak Guna Bangunan memberikan hak kepada pemegangnya untuk mendirikan dan memiliki bangunan di atas tanah yang bukan miliknya sendiri. Berdasarkan UUPA, hak ini diberikan paling lama 30 tahun dan dapat diperpanjang hingga 20 tahun. Setelah itu, hak tersebut masih dapat diperbarui sesuai ketentuan yang berlaku. Dalam praktiknya, SHGB banyak digunakan dalam pembangunan kawasan perumahan, apartemen, maupun pusat kegiatan usaha.</p>
<p><strong>Sertifikat Hak Guna Usaha (SHGU)</strong></p>
<p>Sertifikat Hak Guna Usaha diperuntukkan bagi kegiatan usaha yang memanfaatkan tanah dalam skala besar, seperti perkebunan, pertanian, perikanan, atau peternakan. UUPA mengatur bahwa hak ini dapat diberikan paling lama 35 tahun dan dapat diperpanjang hingga 25 tahun. Sertifikat jenis ini biasanya dimiliki oleh perusahaan atau badan hukum yang mengelola lahan luas untuk kegiatan produksi.</p>
<p><strong>Sertifikat Hak Pakai</strong></p>
<p>Sertifikat Hak Pakai memberikan hak kepada seseorang atau suatu badan untuk menggunakan tanah atau memungut hasil dari tanah tersebut. Hak ini dapat diberikan kepada warga negara Indonesia, badan hukum Indonesia, instansi pemerintah, maupun badan sosial dan keagamaan. Dalam kondisi tertentu, Hak Pakai juga dapat diberikan kepada orang asing yang berkedudukan di Indonesia.</p>
<p>Jangka waktu Hak Pakai umumnya diberikan paling lama 25 tahun dan dapat diperpanjang selama 20 tahun, tergantung pada peruntukan tanah dan kebijakan pemberian haknya. Namun, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2021, Hak Pakai untuk instansi pemerintah tidak memiliki jangka waktu selama tanah tersebut masih dimanfaatkan.</p>
<p><strong>Sertifikat Hak Pengelolaan (HPL)</strong></p>
<p>Hak Pengelolaan merupakan bentuk penguasaan tanah oleh instansi pemerintah atau badan tertentu yang diberi kewenangan untuk merencanakan, menggunakan, dan mengelola tanah negara. Tanah dengan status ini sering dimanfaatkan untuk pengembangan kawasan, seperti kawasan industri, pelabuhan, atau wilayah pengembangan kota. Dalam pelaksanaannya, pemegang Hak Pengelolaan dapat bekerja sama dengan pihak lain melalui pemberian hak turunan, seperti Hak Guna Bangunan atau Hak Pakai di atas tanah tersebut.</p>
<p><strong>Sertifikat Hak Milik atas Satuan Rumah Susun (HMSRS)</strong></p>
<p>Untuk kepemilikan hunian vertikal seperti apartemen atau rumah susun, sebutannya dikenal dengan Sertifikat Hak Milik atas Satuan Rumah Susun. Sertifikat ini menunjukkan kepemilikan atas satu unit hunian sekaligus bagian bersama, benda bersama, serta tanah bersama yang digunakan oleh seluruh penghuni bangunan tersebut. Status tanah yang mendasari rumah susun dapat berupa Hak Milik, Hak Guna Bangunan, atau Hak Pakai.</p>
<p><strong>Sertifikat Tanah Wakaf</strong></p>
<p>Di Indonesia yang memiliki ragam budaya dan agama, terdapat jenis sertifikat tanah wakaf. Sertifikat ini digunakan untuk mencatat tanah yang telah diwakafkan untuk kepentingan keagamaan atau sosial. Tanah wakaf tidak dapat diperjualbelikan karena peruntukannya telah ditetapkan untuk kepentingan ibadah atau kesejahteraan umat, seperti pembangunan masjid, pesantren, sekolah, maupun fasilitas sosial lainnya.</p>
<p>Memahami jenis sertifikat tanah membantu masyarakat mengetahui hak dan kewajiban yang melekat pada tanah yang dimilikinya. Hal ini juga penting ketika akan membeli tanah, membangun properti, maupun mengajukan pembiayaan ke lembaga keuangan. Dengan memahami perbedaan jenis sertifikat serta jangka waktu haknya, masyarakat dapat memastikan tanah yang dimiliki telah memiliki kepastian hukum yang jelas dan dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya. <strong>(rel)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BRI Turut Lestarikan Batik Tulis dan Tenun Badui, Dorong ”Pekatan Batik” Terus Berkembang</title>
		<link>https://khazminang.id/bri-turut-lestarikan-batik-tulis-dan-tenun-badui-dorong-pekatan-batik-terus-berkembang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Devi Diany]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Mar 2026 09:17:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://khazminang.id/?p=11472</guid>

					<description><![CDATA[Depok, Khazminang.id – Namanya Ifti, seorang pengusaha batik di Kota Depok. Kecintaannya terhadap batik tak perlu diragukan. Dia bertekad mendedikasikan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Depok, Khazminang.id</strong> – Namanya Ifti, seorang pengusaha batik di Kota Depok. Kecintaannya terhadap batik tak perlu diragukan. Dia bertekad mendedikasikan hidupnya untuk melestarikan kekayaan budaya tersebut. Baginya, batik bukan sekadar lembaran tekstil. Lebih dari itu, kain menyimpan cerita, perjalanan, dan identitas budaya yang melekat lintas waktu.</p>
<p>Kecintaan perempuan asal Pekalongan ini terhadap wastra Nusantara semakin kuat setelah bertemu dengan sang suami yang memiliki minat serupa. Keduanya bahkan gemar mengoleksi kain yang dibawa sebagai oleh-oleh dari berbagai perjalanan.</p>
<p>“Akhir November 2019, Pekatan Batik resmi berdiri di Depok, Jawa Barat. Namun perjalanan awal usaha ini tidak berjalan mulus karena pandemi COVID-19 yang melanda tak lama setelah usaha tersebut berdiri,” ujar Ifti.</p>
<p>Usaha tersebut sempat vakum sebelum akhirnya kembali berjalan melalui penjualan secara daring. Dari titik itu, Pekatan perlahan berkembang, tidak hanya sebagai usaha, tetapi juga sebagai ruang untuk menjaga agar wastra Nusantara tetap hidup dan berkembang.</p>
<p>Pekatan Batik melestarikan batik tulis, tenun Badui, dan lurik Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) melalui koleksi pesisiran dan produk <em>ready-to-wear</em>. Bagi Ifti, batik dan tenun bukan sekadar kain, melainkan kekayaan budaya yang perlu terus dijaga agar tetap hidup dan dikenakan lintas generasi.</p>
<p>Melalui desain yang modern, terbatas, dan eksklusif, Pekatan berupaya mengubah stigma bahwa batik hanya identik dengan acara formal atau generasi lama. Wastra Nusantara dapat dikenakan di berbagai kesempatan, tetap modis tanpa kehilangan nilai budayanya.</p>
<p>Dalam proses produksinya, Pekatan Batik berusaha memaksimalkan penggunaan kain yang ada. Sisa potongan bahan tidak dibiarkan terbuang, tetapi diolah kembali menjadi produk baru yang tetap memiliki nilai, sehingga setiap koleksi hadir dalam jumlah terbatas sekaligus lebih ramah lingkungan.</p>
<p>Berbagai koleksi Pekatan Batik telah menjangkau pasar lokal dan nasional, bahkan dibawa ke berbagai negara seperti Korea dan beberapa negara di Eropa. Produk Pekatan juga kerap digunakan sebagai suvenir oleh instansi dan perusahaan dalam agenda internasional.</p>
<p><strong>Bergabung dengan Rumah BUMN</strong></p>
<p>Perjalanan usaha Pekatan Batik semakin berkembang ketika Ifti bergabung dengan Rumah BUMN BRI Jakarta pada 2024. Dari sana, ia tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga belajar mengembangkan bisnis melalui berbagai pelatihan dan kesempatan yang diberikan.</p>
<p>“Saya mengikuti pelatihan fashion, desain, bisnis, dan keuangan. Meski tidak berlatar belakang desainer, saya banyak belajar tentang desain dan pengelolaan bisnis, serta mendapat kesempatan pameran dan business matching,” ungkapnya. “Menurut saya, proses yang paling berdampak adalah expo dan pelatihan desain. Dari expo saya bisa melihat produk dan model yang paling diminati pasar. Dari pelatihan desain, saya belajar banyak karena tidak punya latar belakang sebagai seorang desainer,” ujar Ifti.</p>
<p>Pada kesempatan terpisah, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menambahkan bahwa kehadiran Rumah BUMN BRI ditujukan sebagai wadah kolaboratif bagi para pelaku usaha agar mampu meningkatkan kapasitas sekaligus daya saing bisnis. Inisiatif ini disusun untuk mendukung UMKM dalam memperluas jaringan serta menangkap peluang di tengah persaingan pasar yang kian ketat.</p>
<p>Ia juga menekankan bahwa pembinaan UMKM menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan BRI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Hingga saat ini, BRI tercatat telah membina 54 Rumah BUMN serta menggelar lebih dari 18.218 pelatihan bagi pelaku UMKM di berbagai wilayah Indonesia. <strong>(*)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Inspirasi Agen BRILink dari Merauke, Usaha Berkembang dan Mampu Perbaiki Ekonomi Keluarga</title>
		<link>https://khazminang.id/inspirasi-agen-brilink-dari-merauke-usaha-berkembang-dan-mampu-perbaiki-ekonomi-keluarga/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Devi Diany]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Mar 2026 09:11:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://khazminang.id/?p=11469</guid>

					<description><![CDATA[Merauke, Khazminang.id – Kesempatan usaha sering kali muncul dari keberanian untuk mencoba hal baru. Hal itulah yang dialami Risya Naifah,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Merauke, Khazminang.id – </strong>Kesempatan usaha sering kali muncul dari keberanian untuk mencoba hal baru. Hal itulah yang dialami Risya Naifah, pelaku usaha mikro di Kecamatan Merauke, Papua Selatan. Berawal dari usaha kecil di bidang <em>fashion,</em> kini ia berhasil mengembangkan usahanya menjadi BRILink Agen, bahkan melengkapinya dengan kios berupa minimarket yang melayani berbagai transaksi keuangan sekaligus kebutuhan sehari-hari masyarakat di sekitarnya.</p>
<p>Sekitar tiga tahun lalu, tepatnya pada 2023, Risya bercerita bahwa ia memutuskan untuk bergabung sebagai mitra BRILink Agen. Keputusan tersebut muncul setelah dirinya melihat masih banyak warga sekitar yang harus menempuh jarak cukup jauh untuk melakukan transaksi perbankan, seperti transfer atau tarik tunai.</p>
<p>“Awalnya saya menjalankan usaha di bidang <em>fashion</em>. Tapi kemudian, saya memilih membuka usaha BRILink Agen. Pendaftarannya cepat dan petugasnya memudahkan kita semua. Asal syarat-syaratnya terpenuhi. Setelah berdiri, tidak sampai satu minggu, ternyata warga mulai tertarik dan datang ke tempat saya untuk melakukan transaksi. Banyak yang tahu dari cerita tetangga atau dari warga lain yang sudah pernah bertransaksi di sini,” ujar Risya.</p>
<p>Seiring waktu, jumlah warga yang datang bertransaksi terus meningkat. Risya pun mengaku pendapatan dari layanan BRILink ini perlahan membantu memperbaiki kondisi ekonomi keluarganya.</p>
<p>Dari usaha yang awalnya sederhana, ia kini mampu memperluas usahanya, hingga mampu membuka minimarket di lokasi yang sama agar masyarakat yang datang bertransaksi juga dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Alhasil, tempat usahanya kini tidak hanya menjadi lokasi transaksi layanan keuangan, tetapi juga menjadi tempat warga berbelanja berbagai kebutuhan rumah tangga.</p>
<p>“Dalam sehari bisa puluhan transaksi, terutama transfer. Banyak juga yang datang sambil melihat minimarket lalu membeli kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah,” kata Risya.</p>
<p>Selama menjalankan layanan sebagai Agen, ia mengaku operasional usaha berjalan dengan lancar tanpa kendala berarti. Baginya, kehadiran BRILink Agen tidak hanya membuka peluang usaha baru, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di lingkungan sekitarnya yang kini dapat bertransaksi dengan lebih mudah tanpa harus pergi jauh ke bank.</p>
<p>Kisah Risya menjadi salah satu gambaran bagaimana kehadiran BRILink Agen mampu memperluas akses layanan keuangan hingga ke berbagai daerah. Melalui jaringan agen yang tersebar hingga pelosok, layanan perbankan kini semakin dekat dengan masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi pelaku usaha lokal.</p>
<p>Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI, Dhanny mengatakan, BRI terus berupaya memperluas akses layanan keuangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.</p>
<p>“Melalui BRILink Agen, masyarakat tidak hanya mendapatkan kemudahan dalam bertransaksi, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan usaha yang dapat meningkatkan pendapatan dan memperkuat ketahanan ekonomi,” ujarnya.</p>
<p>Sebagai bagian dari upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam perputaran roda perekonomian, BRI juga terus mendorong inklusi keuangan sekaligus menciptakan sharing economy dengan melibatkan masyarakat sebagai BRILink Agen.</p>
<p>Tercatat, hingga akhir Desember 2025, jumlah BRILink Agen telah mencapai lebih dari 1,19 juta agen atau tumbuh 12,2% YoY. Agen-agen tersebut tersebar di lebih dari 66 ribu desa dan menjangkau lebih dari 80% penjuru negeri dengan volume transaksi tembus Rp1.746 triliun atau tumbuh 9,9% YoY. <strong>(*)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bersama BRI,  Hena Gian Ubah Tanah Liat jadi Genteng</title>
		<link>https://khazminang.id/bersama-bri-hena-gian-ubah-tanah-liat-jadi-genteng/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Devi Diany]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Mar 2026 09:04:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://khazminang.id/?p=11466</guid>

					<description><![CDATA[Majalengka, Khazminang.id – Suara denting tanah liat dan deru mesin cetak adalah musik terindah bagi Hena Gian Hermana. Setiap hari,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Majalengka, Khazminang.id – </strong>Suara denting tanah liat dan deru mesin cetak adalah musik terindah bagi Hena Gian Hermana. Setiap hari, dari sudut kampung itu aktivitas tak pernah benar-benar sepi. Dari halaman rumah yang sederhana, usaha genteng milik Hena Gian tumbuh perlahan namun pasti. Tumpukan genteng berjejer rapi, mengering di bawah terik matahari menjadi saksi perjalanan panjangnya sebagai pelaku usaha kecil yang bertahan di tengah dinamika zaman.</p>
<p>Bagi Gian, genteng bukan sekadar material bangunan. Di balik setiap keping yang dicetak, ada cerita tentang ketekunan, keberanian mengambil risiko, dan keyakinan bahwa usaha tradisional pun bisa berkembang jika dikelola dengan baik.</p>
<p>Dia mengatakan, pabrik genteng yang telah berdiri sejak 1985 ini awalnya lahir sebagai respons atas tingginya permintaan atap genteng pada masa itu. Sementara itu, kapasitas produksi pabrik- pabrik genteng di wilayah Jatiwangi belum mampu memenuhi kebutuhan pasar yang terus meningkat.</p>
<p>Sayangnya, permintaan pasar yang tinggi itu terkendala dengan berbagai tantangan seperti perubahan zaman, ketatnya persaingan produk, tingginya biaya produksi, keterbatasan bahan baku, berkurangnya jumlah tenaga kerja, hingga keterbatasan modal.</p>
<p>“Berbicara usaha pabrik genteng, tentunya tidak lepas dari yang namanya pasang surut. Tantangan zaman, persaingan produk, biaya produksi tinggi, bahan baku terbatas, dan berkurangnya jumlah pegawai menjadi faktor yang menyebabkan banyaknya pabrik genteng yang tidak bisa bertahan,” tutur Gian.</p>
<p>Perjalanan usaha Gian mulai berubah ketika ia menjadi nasabah Kredit Usaha Rakyat (KUR) di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI. Akses pembiayaan yang lebih mudah dan terjangkau memberinya ruang untuk memperluas usaha.</p>
<p>Tambahan modal tersebut digunakan untuk membeli mesin cetak yang lebih modern serta memperbaiki tungku pembakaran agar lebih efisien. Dampaknya terasa signifikan. Kapasitas produksi meningkat, kualitas genteng lebih seragam, dan waktu pengerjaan menjadi lebih cepat.</p>
<p>“BRI ini tentu menjadi mitra utama bagi para pelaku usaha pabrik genteng, karena BRI memiliki fasilitas pinjaman bunga rendah KUR bagi para pelaku usaha UMKM seperti kami, sehingga kami senantiasa bisa terus melakukan produksi genteng,” urainya.</p>
<p>Tak hanya soal pembiayaan, pendampingan dari BRI juga membantu Gian lebih tertib dalam mengelola keuangan usaha. Ia mulai memisahkan keuangan pribadi dan usaha, mencatat arus kas, hingga merencanakan pengembangan jangka panjang.</p>
<p>Karena pemberdayaan dari BRI ini, produksi pun semakin meningkat sehingga kebutuhan tenaga kerja pun bertambah. Gian merekrut warga sekitar untuk membantu proses produksi, mulai dari pencetakan hingga pengangkutan. Usahanya kini menjadi salah satu sumber penghasilan bagi beberapa keluarga di lingkungannya.</p>
<p>Di tengah maraknya material atap modern seperti baja ringan dan genteng metal, Gian tetap optimistis. Menurutnya, genteng tanah liat memiliki pasar tersendiri, terutama bagi masyarakat yang mengutamakan ketahanan panas dan nilai estetika tradisional.</p>
<p>&#8220;Kami terus menjaga kualitas supaya pelanggan tetap percaya,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ke depan, Gian berencana memperluas jaringan pemasaran, tidak hanya mengandalkan pembeli lokal tetapi juga menyasar proyek-proyek perumahan skala lebih besar. Ia juga mulai mempertimbangkan inovasi desain agar produknya mampu bersaing dengan model genteng yang lebih modern.</p>
<p>Oleh karena itu, Gian berharap BRI dan pemerintah dapat semakin memperkuat sinergi dalam memberikan dukungan kepada para pelaku UMKM pabrik genteng, baik melalui akses permodalan maupun kepastian permintaan pasar yang didukung oleh kebijakan yang berpihak.</p>
<p>“Dukungan tersebut penting agar usaha pabrik genteng tidak sekadar bertahan untuk memenuhi kebutuhan atap, tetapi juga tetap lestari sebagai bagian dari warisan leluhur, kekayaan budaya lokal, serta sumber penghidupan berkelanjutan bagi para pekerja,” katanya.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Gian juga menyinggung tentang program “Gentengisasi” yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo. Gian menyebut, Program Gentengnisasi ini bagaikan oase di tengah gurun yang telah lama dinantikan. Kehadirannya menjadi harapan besar agar genteng Jatiwangi kembali bangkit sebagai genteng nomor satu di Indonesia dan meraih kembali masa kejayaannya untuk kelima kalinya.</p>
<p>Diharapkan pula, program ini mampu mendorong peningkatan kesejahteraan serta menghadirkan dampak positif yang lebih luas, tidak hanya bagi para pemilik pabrik, tetapi juga bagi seluruh pekerja yang menggantungkan hidupnya pada industri ini.</p>
<p>Sementara itu, sebagai bank dengan fokus pada UMKM dan ekonomi kerakyatan, BRI terus berperan aktif mendukung program pemerintah dalam memperkuat perekonomian nasional, salah satunya melalui dukungan pembiayaan KUR Perumahan untuk program gentengisasi.</p>
<p>Direktur Utama BRI Hery Gunardi menegaskan bahwa BRI mengambil peran strategis dalam memfasilitasi pembiayaan antara pengusaha genteng dan developer (pengembang perumahan). Dalam skemanya, BRI hadir setelah terdapat kontrak kerja sama antara pengusaha genteng dan developer, sehingga pembiayaan dapat segera difasilitasi.</p>
<p>“Peran BRI berada di tengah. Ketika sudah ada kontrak antara pengusaha genteng dan developer atau user, BRI siap memfasilitasi pembiayaannya. Kebetulan kita sudah ada KUR Perumahan, bahan bangunan seperti ini merupakan bagian dari KUR Perumahan. Sebagai bank yang DNA-nya memang berpihak pada usaha kecil dan rakyat, sesuai dengan namanya Bank Rakyat Indonesia, kami siap menyediakan pembiayaan untuk mendukung kebutuhan tersebut,” kata Hery.</p>
<p>Hery juga menegaskan bahwa sebagai bagian dari komitmen BRI terhadap KUR Perumahan, pembiayaan ini tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kualitas hunian masyarakat, tetapi juga mendorong efek berganda, mulai dari aktivitas produksi UMKM bahan bangunan, penguatan rantai pasok industri perumahan, serta membuka peluang lapangan kerja di berbagai daerah. Dukungan tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing UMKM lokal sekaligus memperkuat industri dalam negeri, khususnya industri genteng. <strong>(*)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Saat Petang di Galeri Batik Canting Buana</title>
		<link>https://khazminang.id/saat-petang-di-galeri-batik-canting-buana/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Devi Diany]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Feb 2026 10:02:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://khazminang.id/?p=10064</guid>

					<description><![CDATA[Padang, Khazminang.id – Galeri batik Canting Buana Creative yang berada di Bukit Surungan, Padang Panjang ini, sepertinya tidak pernah sepi,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Khazminang.id</strong> – Galeri batik Canting Buana Creative yang berada di Bukit Surungan, Padang Panjang ini, sepertinya tidak pernah sepi, selalu ramai pengunjung. Ada yang berkunjung untuk membeli beragam produk batik , ada pula yang datang untuk belajar membuat batik, atau ada yang datang sekedar melihat dan mengagumi karya batik warisan budaya bangsa. Yang paling sering berkunjung adalah kelompok pelajar, mulai dari murid Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), SD, SMP hingga pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).</p>
<p>“Galeri ini hadir memang untuk tempat belajar. Berawal dari banyaknya permintaan untuk masyarakat yang ingin belajar dan mengenal tentang batik tulis, maka saya mendirikan Canting Buana Creative ini,” ujar Widdiyanti, <em>owner</em> Canting Buana Creative</p>
<p>Tetapi berbeda  dari biasanya, Jumat (30/01/2026) petang, Widdiyanti menerima kunjungan sahabatnya seniman Yeyen Kiram dan rekannya, seorang penikmat budaya Finorita Fauzi dan Elsa. Finorita Fauzi yang akrab disapa Pipin adalah orang awak yang tinggal di Jakarta. Di sangat menyukai seni budaya Minangkabau, tak terkecuali seni batik dengan motif-motif khas Minang. Setiap kali pulang kampung, Pipin selalu menyempatkan diri menikmati dan mengagumi budaya Minangkabau.</p>
<p>Sambutan Widdiyanti yang biasa disapa Wid, sungguh luar biasa. Menu yang disajikan mengembalikan ingatan ke masa dulu ketika masih sekolah. Ada kerupuk ubi yang selebar piring lengkap dengan kuah sate. Ada pula mie goreng sebagai toping kerupuk ubi dan kuah sate. Ada <em>lamang</em> dan temannya durian. Tak ketinggalan properti makan, seperti gelas dan ceret dari <em>kanso kuriak</em>. Hahahaha…</p>
<p>Suasana semakin ramai karena saat bersamaan sudah ada beberapa warga yang tengah belajar membuat batik. Mereka datang dari Kelurahan Tarok Dipo, Kota Bukittinggi dan tergabung dalam kelompok kerajinan Canting Ketapo, singkatan dari Kelurahan Tarok Dipo yang beranggotakan 10 orang. Mereka baru saja usai mengikuti pelatihan membatik sebagai utusan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bukittinggi.</p>
<p>Suatu kebahagiaan pula bagi mereka, ketika mereka langsung mendapat pesanan. Dengan penuh semangat mereka kembali ke galeri batik Canting Buana Creative untuk memenuhi pesanan pelanggan. Agaknya ilmu yang mereka peroleh selama pelatihan benar-benar <em>nyangkut</em> dan <em>mangkuih</em>. Keterampilan membatik mereka juga cukup mumpuni dan diakui. Masih <em>angek-angek</em> tentunya.</p>
<p>“Kami ini baru selesai pelatihan. Alhamdulillah, langsung ada yang minta dibikinkan bahan untuk baju batik. Jadi kami kembali ke sini untuk membuat batik,” terang Ju bersama seorang temannya, Yen.</p>
<p>Widdiyanti tak pelit berbagi ilmu. Dia bahkan sangat ingin semua orang mengenal dan menyukai batik tulis dan batik cap. Tak mengherankan jika alumni SMSR Padang ini sudah melahirkan banyak wirausaha batik (pembatik), di antaranya Ju dan Yen. Dengan senang hati Wid selalu membantu murid-muridnya yang ingin maju dan berkembang seperti Ju dan Yen.</p>
<figure id="attachment_10066" aria-describedby="caption-attachment-10066" style="width: 680px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-10066 size-large" src="https://khazminang.id/wp-content/uploads/2026/02/canting-buana-creatif-dalam-700x400.jpg" alt="" width="680" height="389" /><figcaption id="caption-attachment-10066" class="wp-caption-text"><strong>Widdiyanti memperagakan cara memberi warna pada kain.</strong></figcaption></figure>
<p><strong>Canting Buana Sarana Belajar Batik</strong></p>
<p>Widdiyanti sangat piawai membatik. Betapa tidak. Dia merupakan lulusan Institut Seni Indonesia (ISI) Jogjakarta tahun 2004. Setahun kemudian pada 2005, ibu 3 orang anak ini diterima sebagai dosen di Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang. Dia mengajar mata kuliah batik, baik untuk mahasiswa reguler maupun darmasiswa (mahasiswa asing). Menekuni profesi sebagai dosen mata kuliah batik, tak membuatnya berpuas diri. Rasanya tak cukup hanya berbagi ilmu sebagai dosen di dalam kelas. Apalagi ketika banyak pula permintaan masyarakat agar dia berkenan berbagi ilmu batik.</p>
<p>“Dari sana muncul keinginan untuk mendirikan galeri batik sebagai wadah belajar dan mengenal batik bagi masyarakat yang tertarik pada batik,” katanya.</p>
<p>Hal itu diwujudkannya pada 2013 dengan mendirikan Canting Buana sebagai usaha sampingan. Awalnya, lokasi galerinya sangat sempit, hanya memanfaatkan teras rumahnya untuk belajar membatik. Di depan rumahnya, terdapat tanah milik Nagari Bukik Surungan yang tak dimanfaatkan. Lalu alumni ISI Jogjakarta ini meminta izin kepada Ketua KAN Bukik Surungan untuk menggunakan lahan tersebut. Gayung bersambut, akhirnya KAN Bukik Surungan memberi izin untuk menggunakan tanah nagari tersebut selama 20 tahun.</p>
<p>“Alhamdulillah, akhirnya tanah nagari ini dapat saya manfaatkan secara gratis selama 20 tahun untuk lokasi pelatihan membatik,” kata Alumni SMSR Padang ini dengan sumringah.</p>
<p>Ada 2 jenis batik yang diproduksinya, yaitu batik tulis dan batik cap. Untuk batik tulis, motif yang dibuat sangat beragam, semuanya dengan nuansa Minangkabau, seperti motif jam gadang, rumah gadang, pergedel jagung, rangkiang, padati, rumput, bunga dan lainnya. Soal motif batik ini, menurutnya sangat fleksibel, sesuai keinginan dan ketertarikan. Setelah itu, motif yang dbuat dapat diberi nama sendiri.</p>
<p>“Motif batik itu sangat leluasa untuk membuatnya, seperti motif pergedel jagung. Setelah kita buat bisa langsung kita beri nama,” katanya.</p>
<p>Seiring waktu, galerinya makin populer dan menjadi pilihan para guru sebagai wahana belajar muridnya. Karena itu setiap akhir pekan, Canting Buana selalu ramai oleh para belia yang memilih menghabiskan waktunya dengan belajar membatik. Para pelajar itu selalu antusias saat <em>owner</em> Canting Buana Creative, Widdiyanti menawarkan kepada mereka untuk belajar membatik. Lalu beberapa property yang dibutuhkan dikeluarkan, seperti canting, malam dan kain yang hendak dilukis dengan karya seni batik.</p>
<p>“Senang rasanya melihat para murid itu tertarik pada batik dan ingin mencoba membuat batik. Hal seperti ini yang saya inginkan,” terang Wid.</p>
<p>Pilihan bijak tentunya ketika pihak sekolah mengenalkan pada muridnya kekayaan budaya bangsa berupa kerajinan batik dan sekaligus belajar membuatnya. Pada dasarnya para tunas bangsa itu belum akan mengerti sepenuhnya tentang batik maupun sejarahnya, tetapi kesan yang diperoleh ketika mereka berada di rumah batik dengan segala aktivitasnya itu, tentu sangat membekas di hatinya dan terbawa hingga dewasa kelak.</p>
<p>Canting Buana tak hanya memproduksi batik untuk dijadikan pakaian, tetapi juga melayani permintaan souvenir. Pelanggannya sudah mendunia. Pemerintah daerah kabupaten/kota di Sumbar juga menjadi pelanggan setianya. Pipin juga membeli beberapa batik baik untuk digunakan sendiri maupun sebagai oleh-oleh untuk relasinya di Jakarta. <strong>(devi)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>DPRD Sumbar Komit Dukung Percepatan Penanganan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana</title>
		<link>https://khazminang.id/dprd-sumbar-komit-dukung-percepatan-penanganan-rehabilitasi-dan-rekonstruksi-pascabencana/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[John Edward Rhony]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Jan 2026 16:09:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[dprd sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://khazminang.id/?p=9407</guid>

					<description><![CDATA[Padang, Khazminang.id&#160;– Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat Drs. H. Muhidi, MM menegaskan, DPRD Sumbar tetap komit mendukung percepatan penanganan rehabilitasi...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Padang, Khazminang.id</strong>&nbsp;– Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat Drs. H. Muhidi, MM menegaskan, DPRD Sumbar tetap komit mendukung percepatan penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana melalui kebijakan pergeseran anggaran sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;DPRD Sumbar siap mendukung langkah Pemerintah Provinsi Sumatera Barat apabila pengajuan anggaran perubahan dilakukan secara tepat dan sesuai mekanisme,&#8221; ujar Muhidi di Auditorium Gubernur Sumbar, Kamis (8/1/2026) saat menghadiri Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Bencana Banjir, Banjir Bandang dan Tanah Longsor yang terjadi pada November 2025 lalu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut dia, hal itu dilakukan guna memastikan proses pemulihan berjalan efektif serta masyarakat terdampak memperoleh kepastian penanganan pascabencana.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada kesempatan yang sama, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi menyampaikan, kebutuhan anggaran untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana diperkirakan mencapai Rp22,7 triliun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berdasarkan data sementara&nbsp;total perkiraan kerusakan dan kerugian akibat bencana di Sumatera Barat mencapai Rp31,686 triliun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perinciannya, jelas gubernur, kerusakan sektor perumahan sebesar Rp1,7 triliun, sektor pelayanan Rp978 miliar, sektor ekonomi Rp2,2 triliun, sarana dan prasarana Rp26,676 triliun, serta sektor peternakan sebesar Rp64,5 miliar. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Donal, Mantan Pembalap, Kini Jadi Distributor Sparepart Motor Wilayah Sumbar</title>
		<link>https://khazminang.id/donal-mantan-pembalap-kini-jadi-distributor-sparepart-motor-wilayah-sumbar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Faisal Budiman]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Jan 2026 13:14:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[distributor]]></category>
		<category><![CDATA[motor]]></category>
		<category><![CDATA[Pembalap]]></category>
		<category><![CDATA[seperpak]]></category>
		<category><![CDATA[Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://khazminang.id/?p=9311</guid>

					<description><![CDATA[Padang, Khazminang.id &#8211; Dunia bisnis terutama bidang otomotif dan Sparepart motor tidak ada yang tak kenal dengan sosok muda bernama...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Padang, Khazminang.id &#8211; Dunia bisnis terutama bidang otomotif dan Sparepart motor tidak ada yang tak kenal dengan sosok muda bernama Donal.</p>
<p>Mantan atlet balap motor Sumbar ini dikenal sebagai distributor Sparepart motor untuk wilayah Sumatera Barat (Sumbar). Donal adalah seorang pengusaha muda dari kota Padang.</p>
<p>Sejak awal kariernya, ia telah menunjukkan dedikasi dan visi yang kuat dalam menghadapi dinamika dunia bisnis yang terus berubah. Dengan tim yang berdedikasi dan layanan yang inovatif, dia berhasil memenangkan kepercayaan klien dan mendapatkan reputasi yang baik di industri sparepart motor. Tentunya hal ini tidak datang begitu saja.</p>
<p>Donal terus menerapkan strategi yang efektif, mengikuti perkembangan teknologi, dan selalu berorientasi pada kebutuhan klien. Keberhasilannya bukan hanya mencakup aspek bisnis, tetapi juga mencerminkan kepemimpinan yang bijaksana dan keterlibatan aktif dalam mengelola perusahaan.</p>
<p>Hidup Seimbang Di tengah kesibukan sebagai pengusaha yang sukses, Donal menjunjung tinggi gaya hidup sehat dengan menekankan pentingnya berolahraga secara teratur.</p>
<p>Menurutnya, hobi ini tidak hanya menjadi pelengkap kesehatan, tetapi juga menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi tekanan dan tantangan dalam dunia bisnis yang kompetitif.</p>
<p>Dalam beberapa kesempatan, ia menyatakan bahwa olahraga memberikan energi positif yang membantu dalam mengambil keputusan yang tepat dan menjaga fokus pada tujuan jangka panjang. Olahraga seperti lari, fitness, atau bahkan boxing, menjadi momen penyegaran baginya untuk meresapi inspirasi dan menciptakan ide-ide baru.</p>
<p>Dengan menggabungkan dedikasi dalam pekerjaan dengan gaya hidup sehat, Donal membuktikan bahwa kesuksesan tidak hanya terletak pada pencapaian finansial, tetapi juga dalam menjaga keseimbangan antara hidup pribadi dan profesional.</p>
<p>Sebagai penguaaha, Donal juga menjadi individu yang aktif dalam hobi olahraga, sosoknya mewakili semangat kewirausahaan modern yang berfokus pada inovasi, pelayanan berkualitas, dan pentingnya menjaga kesehatan dalam mencapai tujuan hidup.</p>
<p>Mantan Pembalap Sumbar</p>
<p>Nama Donal mungkin terdengar asing bagi pecinta olahraga Ranah Minang. Maklum, namanya mungkin baru akan terdengar bagi kalangan pegiat olahraga balap motor.</p>
<p>Sebab siapa sangka, pria 1985 silam tersebut merupakan mantan atlet balap motor Sumbar, dia berulang kali mengharumkan nama Ranah Minang di kejuaraan nasional. Donal memiliki sederet prestasi dari kejuaraan balap yang diikuti.<br />
Beragam penghargaan, piala, dan medali tang pernah di raih berderet di kediamannya.</p>
<p>Hingga masa tugasnya sebagai atlet telah purna, Donal mengaku tak bisa lepas dari bidang olahraga yang membesarkan namanya tersebut. Kini Donal beralih menjadi seorang pebisnis sparepart motor dengan nama Perusahan CV Alfa Motorindo.</p>
<p>Melalui akun tiktok Cv Alfa Motorindo, Ia membagi aktivitas bisnisnya yang berkembang pesat.</p>
<p>Sebagai mantan pembalap, Perusahaan milik Donal yakni Alfa Motorindo sering menjadi official partner di pagelaran iven balap.</p>
<p>&#8220;Sejak selesai menjadi atlet balap kini saya menekuni bisnis yang masih terkait dengan balap saya mendirikan perusahaan yang mengurus sparepart motor,&#8221; ujar Donal. (faisal budiman)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketua DPRD Sumbar: Diperlukan Pengelolaan Homestay yang Profesional Dukung Pertumbuhan Pariwisata Berbasis Masyarakat</title>
		<link>https://khazminang.id/ketua-dprd-sumbar-diperlukan-pengelolaan-homestay-yang-profesional-dukung-pertumbuhan-pariwisata-berbasis-masyarakat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[John Edward Rhony]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Oct 2025 13:38:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Bimtek Pengembangan Kompetensi SDM Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[dprd sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://khazminang.id/?p=6944</guid>

					<description><![CDATA[Padang, Khazminang.id&#160;— Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat Drs. H. Muhidi, MM mengatakan, pengelolaan homestay yang profesional akan menjadi salah satu...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Padang, Khazminang.id</strong>&nbsp;— Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat Drs. H. Muhidi, MM mengatakan, pengelolaan homestay yang profesional akan menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung pertumbuhan pariwisata berbasis masyarakat di Sumatera Barat</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Rencana induk pariwisata harus menjadi tolok ukur arah pengembangan sektor ini,&#8221; ujar Muhidi saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Kompetensi SDM Pariwisata yang digagas DPRD Sumbar di Hotel Daima Padang, Rabu sore (29/10).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Makanya, Muhidi menegaskan komitmennya untuk memperkuat sektor pariwisata daerah dengan fokus pada peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia, khususnya bagi pelaku usaha homestay yang diwujudkan melalui bimtek.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena itu, tukuknya, penguatan SDM dan pembagian tupoksi antar kabupaten/kota perlu dipastikan berjalan dengan jelas dan terukur.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, potensi wisata di Sumbar sangat besar dan beragam, mulai dari keindahan alam, budaya, hingga kuliner khas Minangkabau.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, jelasnya, potensi itu belum sepenuhnya mampu memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat lokal.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu penyebabnya, kata dia, adalah belum meratanya kemampuan pengelola wisata dan pelaku homestay dalam mengelola usaha secara profesional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Homestay bukan sekadar tempat menginap, tetapi juga sarana promosi budaya dan kearifan lokal. Karena itu, pelaku homestay harus dibekali kemampuan manajemen, pelayanan, dan pemasaran yang baik agar wisatawan mendapat pengalaman yang berkesan,” tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam kesempatan itu, Muhidi juga menampung berbagai aspirasi dan masukan dari para pelaku pariwisata, khususnya pengelola homestay, terkait kebutuhan dan tantangan di lapangan. Ia menegaskan, seluruh aspirasi tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan strategis ke depan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Saya akan menyampaikan langsung aspirasi ini dalam rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk menentukan arah kebijakan yang lebih berpihak kepada penguatan pariwisata daerah,” ungkapnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui kegiatan bimtek ini, Muhidi berharap peserta dapat memahami pentingnya standar pelayanan, kebersihan, keamanan, dan keramahan yang menjadi ciri khas pariwisata Sumbar.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, lanjutnya, DPRD juga mendorong agar pemerintah daerah memperkuat sinergi dengan pelaku usaha, akademisi, dan komunitas wisata dalam menyusun program pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Pengembangan pariwisata tidak bisa berjalan sendiri. Semua pihak harus bergerak bersama dengan visi yang sama: menjadikan Sumatera Barat sebagai destinasi unggulan nasional dan internasional berbasis kearifan lokal,” tegasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kegiatan bimtek tersebut diikuti para pelaku wisata, pengelola homestay, serta perwakilan dari beberapa kabupaten dan kota di Sumbar.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Para peserta mendapatkan materi tentang manajemen homestay, strategi pemasaran digital, dan peningkatan kualitas layanan wisata berbasis komunitas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan adanya kegiatan ini, DPRD Sumbar berharap lahir SDM pariwisata yang kompeten dan mampu berkontribusi nyata dalam meningkatkan daya saing sektor pariwisata daerah, sekaligus memperluas peluang ekonomi masyarakat di sekitar destinasi wisata. (*)&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dukung Penguatan Kompetensi Lulusan, Tim Teknik Elektro Politeknik Negeri Padang Lakukan Pengabdian di SMKN 1 Pariaman</title>
		<link>https://khazminang.id/dukung-penguatan-kompetensi-lulusan-tim-teknik-elektro-politeknik-negeri-padang-lakukan-pengabdian-di-smkn-1-pariaman/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Jejeng Azwardi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2025 06:27:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://khazminang.id/?p=5704</guid>

					<description><![CDATA[Padang, Khazanah &#8212; Tim Pengabdian kepada masyarakat dari Program Studi Teknik Listrik, Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Padang (PNP) melaksanakan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Padang, Khazanah &#8212; Tim Pengabdian kepada masyarakat dari Program Studi Teknik Listrik, Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Padang (PNP) melaksanakan kegiatan pengabdian di SMK Negeri 1 Pariaman pada Selasa, 2 September 2025.</p>
<p>Kegiatan yang mengusung topik “Workshop dan Implementasi Pengontrolan Beban Listrik Secara Otomatis Menggunakan Modul Saklar Berbasis Pewaktu” ini bertujuan untuk memberikan pemahaman sekaligus keterampilan praktis bagi guru dan siswa SMKN 1 Pariaman mengenai pemanfaatan modul saklar otomatis yang dilengkapi sistem pewaktu.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone  wp-image-5706" src="https://khazminang.id/wp-content/uploads/2025/09/Picture2-180x130.jpg" alt="" width="407" height="294" /></p>
<p>Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Tri Artono, S.T., M.Kom mengatakan bahwa modul yang dikembangkan ini merupakan solusi terhadap keterbatasan sarana praktikum akibat pembatasan dana pengadaan peralatan.</p>
<p>“Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah modul staircase rakitan tim pengabdian, yang memiliki fungsi serupa dengan modul komersial yang dijual di pasaran, namun dapat dirakit secara mandiri dengan biaya lebih efisien,” ujar Tri Artono kepada Khazanah.</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa pada kegiatan workshop tersebut, tim pengabdian PNP memberikan penjelasan teknis mengenai prinsip kerja saklar berbasis pewaktu, kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi penggunaan modul staircase, serta praktik implementasi pada simulasi pengontrolan beban listrik.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone  wp-image-5707" src="https://khazminang.id/wp-content/uploads/2025/09/Picture3-180x130.jpg" alt="" width="406" height="293" /></p>
<p>“Siswa dan guru diberikan kesempatan untuk mencoba langsung perangkat tersebut, sehingga tidak hanya memahami teori tetapi juga memiliki pengalaman praktis yang dapat menunjang proses pembelajaran,” jelasnya.</p>
<p>Tri Artono berharap melalui program pengabdian ini akan dapat mendukung peningkatan kualitas pembelajaran praktik kelistrikan di SMKN 1 Pariaman, khususnya dalam bidang pengontrolan beban listrik otomatis.</p>
<p>“Selain itu, keberadaan modul rakitan yang ekonomis namun tetap fungsional diharapkan mampu menjadi alternatif solusi yang dapat diaplikasikan di sekolah lain dengan kondisi serupa,” harapnya.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone  wp-image-5708" src="https://khazminang.id/wp-content/uploads/2025/09/Picture4-180x130.jpg" alt="" width="400" height="289" /></p>
<p>Terhadap kegiatan tersebut pihak sekolah SMKN 1 Pariaman menyambut baik dan menilai workshop serta implementasi modul yang dilakukan memberikan manfaat nyata dalam menunjang proses pembelajaran di laboratorium.</p>
<p>“Sinergi antara perguruan tinggi vokasi dan sekolah menengah kejuruan ini menjadi salah satu wujud nyata kontribusi Politeknik Negeri Padang dalam mendukung penguatan kompetensi lulusan yang siap menghadapi perkembangan teknologi di bidang ketenagalistrikan,” tukas Tri Artono</p>
<p>Hadir pada kegiatan workshop tersebut Tri Artono, S.T., M.Kom selaku ketua tim, dengan anggotanya Aldi Rahman, S.ST., M.T., Ir. Dedi Irawadi, M.Kom., Efrizon, S.ST., M.T., Riza Widia, S.ST., M.T., Yudia Meka Seftiani, S.T., M.T., Witri Onanda, S.T., M.T., Resti Savira, S.ST., M.T., Yuhaidizen, A.Md. dan dua mahasiswa PNP, Khaulan Saskila dan Hafi Sondra Syahputra (*/JJ)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
