×

Iklan


Kata BKSDA Soal Jalan Baru Malalak-Maninjau Bakal Lewati Hutan Lindung

19 September 2022 | 17:10:47 WIB Last Updated 2022-09-19T17:10:47+00:00
    Share
iklan
Kata BKSDA Soal Jalan Baru Malalak-Maninjau Bakal Lewati Hutan Lindung

Lubuk Basung, Khazminang.id-- Seluruh jajaran instansi Pemprov Sumbar bersama Pemkab Agam meninjau langsung pembukaan jalan alternatif Nagari Malalak Utara, Kecamatan Malalak ke Nagari Sungai Batang Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sabtu (17/9).

Pembukaan jalan alternatif Malalak-Maninjau ini, selain dapat meningkatkan sektor pariwisata Kabupaten Agam, pembukaan jalan sepanjang 11 kilometer ini nantinya dapat mempermudah arus transportasi menuju Lubuk Basung dan daerah sekitar. Pasalnya, jalan kelok 44 saat ini rawan terjadi kecelakaan dan longsor.

Melihat hal tersebut Gubernur Sumbar, Mahyeldi Anshrullah didampingi Kepala BKSDA Ardi Andono, Kepala PSDA Fathol Bari, Kepala Dinas Kehutanan Yozawardi, Kepala Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang Era Sukma Munaf, Kepala Bapedda Medi Iswandi dan Kepala Dinas Kominfotik Jasman Rizal.

    Turit hadir pula kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Agam, dan masyarakat lainnya, melakukan Survey Jalan Alternatif Malalak-Maninjau dengan berjalan kaki untuk melihat kondisi secara langsung jalan alternatif tersebut.

    Selama di perjalanan,Gubernur Mahyeldi beserta rombongan kepala OPD disambut secara meriah oleh masyarakat, banyak masyarakat setempat yang senang dan sangat antusias dengan dibukanya akses jalan tersebut. 

    Kata Mahyeldi, pembukaan akses jalan ini dapat memajukan perekonomian masyarakat setempat, pasalnya selama ini banyak potensi-potensi di Maninjau dalam distribusinya terjadi perlambatan dikarenakan jalan yang buruk. 

    "Di samping itu, banyak peristiwa mobil tersekat dan longsor di kelok 44, semoga dengan dibukanya jalan alternatif ini dapat meminimalisir kejadian tersebut," ujar gubernur.

    Lebih lanjut gubernur mengatakan akses jalan sicincin menuju Balingka kerap terjadi longsor sehingga menghambat arus transportasi kendaraan.

    "Apalagi saat ini sering terjadi hujan, jalan alternatif tersebut jarang dilalui pengendara karena licin, oleh karena itu jalan alternatif malalak yang jaraknya lebih dekat, perlu segera dibangun," papar gubernur.

    Masyarakat setempat juga mengapresiasi kehadiran gubernur beserta rombongan meninjau jalan alternatif Malalak-Sungai Batang. Hal ini merupakan tindak lanjut pertemuan masyarakat Sungai Batang Maninjau dengan gubernur akhir Juli lalu.

    "Semoga harapan masyarakat Agam yang sudah 40 tahun menunggu agar jalan ini bisa dibangun, dan menjadi akses alternatif bisa dituntaskan dalam kepemimpinan Buya Mahyeldi," ujar salah seorang warga.

    Orang nomor satu di Sumbar tersebut sangat bersyukur atas antusias masyarakat dalam pembangunan jalan ini, beberapa kepala OPD dan instansi terkait juga saling berdiskusi terkait percepatan pembangunan jalan alternatif Malalak-Maninjau ini.

    Dalam diskusi tersebut, Kepala BKSDA Provinsi Sumbar, Ardi Andono meminta untuk membuat ruang untuk satwa, seperti jalur penyeberangan harimau, melalui gorong-gorong, dan hewan primata sudah dibangun jembatan oleh dinas BMCKTR.

    "Harimau, beruang, dan siamang merupakan kekayaan hayati sumbar, satwa tersebut perlu dibuat jalan untuk mereka. Hal tersebut juga sudah diatur dalam Permenhub Nomor 23 Tahun 2018 tentang Pembangunan Jalan Strategis di Kawasan Hutan," ujarnya

    Kepala Dinas Pertanian Agam, Azinirman berharap, dengan tangan dingin gubernur, permasalahan terkait hutan lindung dan cagar alam di jalan alternatif malalak segera terselesaikan, pasalnya jalan malalak ini sangat dekat dengan lubuk basung, apabila jalan tersebut dibuka estimasi jarak tempuh Malalak-Lubuk Basung hanya 40 kilometer saja.

    Menjawab hal tersebut, Gubernur Mahyeldi sudah berjanji akan menyurati menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk membantu mencari solusi terkait jalan alternatif malalak yang melewati hutan lindung dan kawasan konservasi tersebut. (khz)