×

Iklan

PEMBUKTIAN PENYEBAB KEMATIAN
Kasus Kematian Afif, Polisi dan LBH/Kontras Sama-sama Mengaku Punya Argumen Kuat

06 Juli 2024 | 18:25:10 WIB Last Updated 2024-07-06T18:25:10+00:00
    Share
iklan
Kasus Kematian Afif, Polisi dan LBH/Kontras Sama-sama Mengaku Punya Argumen Kuat
LBH Padang dan KontraS sama-sama melaporkan ke DIvpropam Mabes Polri

Padang, Khazanah – Sekalipun Kapolda Sumbar mewakili lembaga kepolisian yang dia pimpin sudah berkali-kali menyatakan kasus kematian Afif Maulana di Kuranji adalah murni karena disebabkan yang bersakutan  melompat di jembatan Kuranji, tapi berbagai respon sebaliknya tetap saja bermunculan.

Salah satunya dari Indonesia Police Watch (IPW). Dilansir kompas.com, disebutkan bahwa Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso kepada wartawan, Sabtu (6/7/2024) meminta Kapolda Sumbar mau menerima respon masyarakat sebagai konsekwensi tugas menjadi pelayan masyarakat.

Sugeng mengatakan itu kepada wartawan ketika Kapolda Sumbar Irjen pol Suharyono memberi respon ‘instansinya diinjak-injak atas kasus tewasnya Afis Maulana ini’ setelah sejumlah lembaga menyampaikan pengaduan kepada Divisi Propam Mabes Polri.

    Seperti diberitakan media, LBH Padang dan Kontras yang mewakili keluarga Afif melaporkan Kapolda Sumbar dan pejabat di Polresta Padang ke Divisi Propam Polri Mabes Polri,. Adapun pelaporan dilakukan lantaran pelapor menilai ada dugaan pelanggaran karena ada indikasi Afif Maulana tewas akibat dianiaya polisi, bukan melompat ke sungai.

    “Kalau ditanggapi dengan pernyataan, ‘institusi kami diinjak-injak’, justru saya mau mempertanyakan pemahaman Pak Kapolda akan tugas dan tanggung jawannya sebagai pelayan publik,” kata Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso kepada wartawan.

    “Kalau sebagai pelayan publik ya, Pak Kapolda harus siap menerima masukan kritik bahkan hujatan ya, kalau ada satu perkara terkait dengan tugas penegakan hukum,” ujar dia lagi.

    Sugeng menambahkan, kritikan masyarakat terhadap kinerja polisi merupakan hal yang biasa, khususnya dalam kasus yang masih terjadi perbedaan pendapat. Padahal, menurut Sugeng, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga kerap menyampaikan bahwa institusinya terbuka atas kritikan.

    “Tidak bisa satu kritik dikatakan sebagai menginjak-injak, ini adalah intimidasi ya, ini bisa dikatakan ancaman untuk menyerang balik dengan tuduhan fitnah,” tambah dia.

    Bagaimana respon Polda Sumbar?

    Kapolda Suharyono melalui jurubicaranya, Kabid Humas Kombes Pol Dwi Sulistyawan, kepada wartawan menyebutkan bahwa tidak penutupan kasus, “Kita tetap meninaklanjuti kasus ini dengan penyelidikan. Kita bahkan  membuka posko pengaduan dan pengumpulan data atau informasi terkait dengan kasus kematian Afif Maulana yang bikin heboh Ranah Minang akhir-akhir ini.Kita mengajak seluruh masyarakat untuk membantu memberikan informasi terkait kasus ini," kata Dwi, Sabtu (6/7/2024) kepada wartawan.

    Dwi mengimbau bagi masyarakat yang mengetahui atau memiliki informasi serta petunjuk terkait dengan kematian Afif Maulana, dipersilakan mendatangi Lantai 4 Ditreskrimum Polda Sumbar. Selain itu, masyarakat juga dapat menghubungi nomor pengaduan di 08116669007 dan 0895607345098.

    Dwi menegaskan bahwa sejak munculnya kasus hingga saat ini, Polda Sumbar terus melakukan penyelidikan secara intensif terkait kasus penemuan mayat Afif Maulana. “Kita terus melakukan penyelidikan secara intensif. Bagi yang mengetahui atau memiliki informasi terkait kematian Afif, silahkan sampaikan kepada kami," ujarnya.

    Polda Sumbar, kata Kombes Pol Dwi Sulistyawan, menegaskan  siap menghadapi laporan LBH Padang dan KontraS ke Divpropam Polri atas sangkaan dugaan pelanggaran etik kasus meninggalnya Afif Maulana.

    "Tanggapannya dari Bapak Kapolda siap menghadapi laporan tersebut," kata Dwi Sulistyawan. (murdiansyah eko/berbagai sumber)