×

Iklan


Kapolres Padang Pariaman di 'Plt' kan, Ada Apa?

07 Desember 2021 | 18:26:26 WIB Last Updated 2021-12-07T18:26:26+00:00
    Share
iklan
Kapolres Padang Pariaman di \
Kombespol Stefanus Satake Bayu Setianto

Padang, Khazminang.id – Tiba-tiba dua Pamen di lingkungan Polda Sumbar dipanggil dan diperiksa oleh Propam atas perintah Kapolda Sumbar. Yang pertama adalah Kapolres Padang Pariaman, AKBP Dian Nugraha Hyang Batara dan Wakapolresta Padang AKBP Haris Hadis.

Bahkan, sementara Kapolres Padang Pariaman menjalani pemeriksaan, Kapolda menunjuk Pelksana Tugas Kapolres, bukannya menyerahkan seperti biasa (jika Kalpolres berhalangan) kepada Wakapolres. AKBP M Qory Oktohandoko seorang pamen di Mapolda ditunjuk menjadi Plt. Kapolres Padang Pariaman. Sedang untuk Wakapolresta Padang tidak ada penunjukkan Plt.

Ada apa? Apakah Kalpores Padang Pariaman dicopot?

    Jurubicara Polda Sumbar, Kombespol Stefanus Satake Bayu Setianto kepada pers hari ini di Padang membenarkan bahwa kedua perwira menengah itu sedang menjalani pemeriksaan. Ketika ditanya wartawan apakah keduanya melakukan tindakan indisipliner secara bersamaan, Satake menyebutkan bahwa keduanya diperiksa dalam kasus yang berbeda.

    Satake juga menolak menjawab apakah ada hubungan dengan peristiwa pertandingan sepakbola Liga-3 yang digelar di Padang Pariaman tanpa mengindahkan protokol kesehatan dan ketentuan pertandingan yang wajib tanpa penonton.

    Kabid Humas Polda Sumbar itu hanya meneranglan kepada wartawan bahwa sejauh ini informasi yang dapat disampaikannya hanya soal pemeriksaan kedua pamen ini terkait masalah internal dan pihaknya belum bisa mempublikasikan.

    "Sementara belum bisa dipublikasi, kita harus junjung tinggi asas praduga tak bersalah," kata dia.
    Ia mengatakan untuk kedua pamen statusnya belum diganti namun tugas dan tanggung jawab jabatannya sementara dilaksanakan oleh pelaksana tugas.

    "Sambil menunggu proses pemeriksaan oleh internal. Kita belum bisa mempublikasikan karena proses pemeriksaan belum final," kata dia.

    Sedangkan jabatan Plt.Kapolres Padang Pariaman akan berlaku selama pemeriksaan berlangsung, sedangkan untuk Plt Wakil Polresta Padang belum ditunjuk.

    Menjawab pertanyaan pers, tentang kebijaksanaan yang kedua kali ini terjadi selama masa kepemimpinan Kalpolda Teddy Minahasa, Satake mengatakan langkah ini diambil Kapolda demi meningkatkan produktivitas dan kinerja Polda Sumbar dalam memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.

    Pimpinan dalam hal ini Kapolda Sumbar, Irjen Pol Teddy Minahasa, konsisten menerapkan prinsip reward dan punishment terhadap seluruh jajarannya. Termasuk kapolda sendiri siap diberikan punishment jika melanggar ketentuan atau norma.

    "Apalagi dalam masa pandemi ini, Polri dituntut menjadi garda terdepan dan benteng terakhir dalam menekan tingkat penyebaran dan penularan virus COVID-19," kata dia.

    Pada November lalu, karane dianggap tidak bisa mengawasi kerumunan massa yang memantik penularan Covid-19 di wilayahnya, Kapolres Pasaman AKBP Dedi Nir Ardiansyah juga dicopot. Ketika itu Kapolda Sumbar, Ijen Pol Teddy Minahasa Putra mengatakan pencopotan Kapolres Pasaman, memang tak lepas dari adanya pelanggaran protokol kesehatan yang terjadi di Pasaman, jadi tidak dalam masalah pribadi.

    "Tidak ada masalah pribadi Kapolres dalam pencopotannya, ini karena ia tak mampu mengawasi protokol kesehatan di sana," kata Kapolda, Kamis (4/11/2021). (eko)