×

Iklan


Kapolda Sumbar Tindak 5 Polisi yang Beking Tempat Maksiat

11 Januari 2022 | 16:29:22 WIB Last Updated 2022-01-11T16:29:22+00:00
    Share
iklan
Kapolda Sumbar Tindak 5 Polisi yang Beking Tempat Maksiat
Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Satake Bayu Setianto. IST

Padang, Khazminang.id-- Polisi Sumbar yang main-main dengan tugasnya, misalnya menjadi pembeking pelacuran, judi atau tindakan tercela lainnya akan mendapat sanksi berat bahkan bisa ada yang dipecat.

Kapolda Sumbar, Irjen Pol Teddy Minahasa Putra namapkanya tidak main-main pula untuk meningkatkan disiplin anggotanya hingga bisa menghasilkan polisi yang profesional. Maka pekan ini pun Teddy membuktikan komitmennya untuk menegakkan disiplin anggota. Pekan ini ada lima anggota polisi yang diperiksa karena membeking prostitusi atau pelacuran.

Kepada wartawan, Kabid Humas Polda Sumbar, Kombespol Satake Bayu menyebutkan bahwa lima anggota polisi di jajaran Polda Sumbar itu kini sedang dalam proses pemeriksaan Propam.

    “Kelima anggota yang bermasalah itu adalah EL, N, AM, AN dan RN. Di antaranya ada yang perwira dan bintara. Kelimanya masih dalam pemeriksaan lebih lanjut oleh Propam Polda Sumbar. Dan yang bersangkutan akan diproses," katanya.

    Tak hanya itu, kata Satake Bayu, Kapolda juga mengambil tindakan tegas dengan memutasikan sejumlah personel dan mencopot beberapa anggota yang diduga keras menjadi pembeking panti pijit plus berkedok spa.

    Mengutip Kapolda, Satake Bayu mengatakan bahwa wilayah hukum Polda Sumbar adalah Ranah Minang, wilayah yang memiliki falsafah Adat Basandi Syara' dan Syara' Basandi Kitabullah, maka Polda berkomitmen menindak tegas apabila ada anggotanya yang melindungi tempat-tempat maksiat.

    "Ini merupakan lampu kuning bagi tempat maksiat yang ada di Sumbar. Itu sebagai komitmen bapak Kapolda Sumbar Irjen Pol Teddy Minahasa," kata dia

    Selain itu masyarakat Minangkabau sangat religius sehingga sangat ironi apabila di tengah masyarakat terdapat beberapa tempat yang terdapat maksiat.

    Kapolda Sumbar akan bersikap tegas, mana kala ada anggota yang bermain-main maupun membeking terhadap praktik yang menyimpang dengan ketentuan hukum.

    "Prinsipnya reward dan punishment akan diberikan oleh Kapolda Sumbar Irjen Pol Teddy Minahasa kepada personel," kata dia. 

    Tedy tidak asal bicara aja, bahkan ia tak segan-segan mengusulkan pencopotan sejumlah perwira menengah yang memegang jabatan setingkat PJU (pejabat utama) seperti Kapolres dan Wakapolres.

    Belum lama ini Kapolres Padang Pariaman dan Wakapolresta Padang terpaksa berurusan dengan Propam Polda Sumbar untuk pemeriksaan indisipliner. Sebelum itu hal yang sama dialami oleh Kapolres Pasaman. (han/rel)