×

Iklan


Jurnalis Perempuan Indonesia Suarakan "Anti Kekerasan Seksual"

19 Juni 2024 | 07:03:25 WIB Last Updated 2024-06-19T07:03:25+00:00
    Share
iklan
Jurnalis Perempuan Indonesia Suarakan \"Anti Kekerasan Seksual\"



Jurnalis Perempuan Suarakan “Anti Kekerasan Seksual” Lewat Lomba Video Pendek

Medan – Kampanye Anti Kekerasan Seksual harus terus digemakan. Semua wadah tentunya dapat dimanfaatkan sebagai media kampanye agar tak ada ruang bagi pelaku dan sekaligus mengingatkan mereka yang rentan. Salah satunya lewat Lomba Konten Video Kampanye Anti Kekerasan Seksual yang digelar Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI).

Sebanyak 66 video karya para jurnalis perempuan anggota FJPI dari bebgai daerah , mulai dari Aceh hingga Papua, masuk ke meja panitia. Pengiriman karya dilakukan mulai tanggal 1 – 26 Mei 2024. Pemenang lomba yang merupakan kerjasama FJPI dengan Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia itu diumumkan pada 5 Juni 2024.

    “Lomba konten video itu merupakan rangkaian dari Workshop Urgensi Pedoman Pemberitaan Kekerasan Seksual Bagi Jurnalis yang akan diadakan FJPI di Gedung IDN Times Jakarta pada 20 Juni 2024,” kata Ketua Umum FJPI, Uni Lubis .

    Dewan Juri lomba terdiri dari Nia Dinata (Sutradara), Uni Lubis (Ketua Umum FJPI) dan Yadi Hendriyana (Anggota Dewan Pers). Dewan juri telah memilih tiga orang pemenang lomba video konten Kampanye Anti Kekerasan Seksual.

    Para pemenang lomba adalah :
    Juara 1 : Berdit Zanzabela dari (LPP TVRI Jakarta) FJPI Jawa Timur
    Juara 2 : Muniroh (Adreena Media) FJPI Jawa Timur
    Juara 3 : Ratna Sari Dewi (LPP TVRI Kalimantan Selatan) FJPI Kalimantan Selatan.

    Nia Dinata yang menjadi Ketua Dewan Juri mengatakan, isu kekerasan seksual terhadap perempuan adalah sesuatu yang sangat penting dan sangat mendasar. Sehingga semua pihak harus terlibat untuk mencegah terjadinya kekerasan seksual terhadap perempuan.

    “Saya berterima kasih kepada FJPI karena mengundang saya sebagai juri untuk menilai 66 video yang ada sampai kita menemukan yang terbaik. Karena saya percaya semua perempuan pernah mengalaminya dari mulai cat calling , di-bully di internet, bodyshaming sampai yang benar benar sifatnya kekerasan. Bukan hanya harrashment yang verbal,” jelasnya.

    Oleh karena itu, edukasi masyarakat tentang bahaya kekerasan seksual terhadap perempuan, sangat penting. Salah satu cara yang bisa dilakukan jurnalis adalah dengan membuat video pendek yang efektif dan memberikan informasi yang tepat.

    “Jadi kita semua harus saling bahu membahu dengan rekan-rekan non perempuan, kita supaya bisa sama-sama mengerti, paham dan sama-sama melawan. Kita harus mengedukasi publik dengan film-film pendek tapi efektif dan bisa memberikan informasi yang tepat. Sehingga bisa menimbulkan rasa keberanian dan menumbuhkan rasa kompak bahwa kita harus saling membela,” tegasnya.

    Sementara Ketua Umum FJPI, Uni Lubis, mengapresiasi seluruh peserta yang ikut dalam lomba konten video anti kekerasan seksual terhadap perempuan.

    “Sebanyak 66 karya video telah dibuat jurnalis perempuan. Saya salut dengan angle yang diambil beragam. Apalagi mayoritas menggunakan data yang benar dari Komnas Perempuan,” ujarnya.

    Namun, kata Uni, video-video tersebut harus dipilih tiga terbaik yang memiliki nilai sesuai kriteria yang diinginkan dalam lomba tersebut.

    “Kriteria penilaian yang membedakan adalah approach, eksekusi, kualitas audio, penyampaian pesan dalam 1 menit pertama. Meskipun saya apresiasi juga yang peserta menggunakan Bahasa Inggris, difabel dan lainnya,” ucapnya.

    Uni pun berharap kampanye anti kekerasan seksual ini bisa memiliki manfaat dan tersebarluaskan hingga pesannya sampai ke masyarakat.

    Ketua Panitia Lomba, Ranggini mengatakan dewan juri telah melakukan penilaian lomba video konten Kampanye Anti Kekerasan Seksual. Menurutnya keputusan juri mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

    “Terima kasih sudah mengirimkan video-video kerennya untuk ikut serta sebagai peserta Lomba Konten Video Kampanye Anti Kekerasan Seksual, kerjasama FJPI dengan Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia,” kata Ranggini.

    Sebagai apresiasi kepada peserta lomba, panitia lomba konten video juga memberikan hadiah kepada 7 peserta peringkat 4 sampai dengan 10 masing-masing Rp1 juta.

    Adapun ketujuh peserta penerima hadiah apresiasi tersebut yakni Chaterin Elissen (Lentera Media) asal FJPI Jawa Timur, Eli Septiani (Lampungone.com) dari FJPI Lampung, Mata Yuli Ramadhani (88news.id) FJPI Sumatera Utara, Nita Indrawati (Padang Media) l FJPI Sumatera Barat, Nurleli (INews TV Sumut) FJPI Sumatera Utara, Tri Wahyuni (Busam.id) asal FJPI Kalimantan Timur dan Umi Kalsum (IDN Times) dari FJPI DKI Jakarta. (devi)