×

Iklan


Jurnalis Minta Pemprov Sumbar Catat Seluruh Bantuan Bencana yang Diterima

07 Juni 2024 | 19:39:07 WIB Last Updated 2024-06-07T19:39:07+00:00
    Share
iklan
Jurnalis Minta Pemprov Sumbar Catat Seluruh Bantuan Bencana yang Diterima

Padang – Bantuan pemulihan pascabencana yang diterima Pemprov Sumbar dari berbagai pihak, mengundang reaksi dari para wartawan saat Pemprov Sumbar menggelar ekspose terkini penanganan bencana, Jumat (07/06/2024).

Pasalnya, bantuan yang dicatat Pemprov Sumbar hanya berdasarkan jumlah uang yang masuk ke 2 rekening penampung atas nama Baznas Sumbar dan sedikit dana tunai dengan total Rp 676,72 juta. Padahal, bantuan untuk Sumbar itu mengalir dari banyak institusi/lembaga, perusahaan, organsasi juga pemerintah daerah.

“Bantuan dari para donatur itu ada yang berupa barang dan ada berupa uang. Untuk bantuan berupa uang, kita sediakan 2 rekening penampung atas nama Baznas Sumbar, yaitu rekening Bank Nagari Syariah dan BSI. Tetapi ada donatur yang tidak mengirim ke rekening tersebut, misalnya mengirim ke kas daerah di DPKAD Sumbar,” kata Sekdaprov Sumbar, Hansastri Jumat (07/06/2024) di Padang.

    Hansastri yang memimpin pertemuan didampingi Kalaksa BPBD Sumbar Rudy Rinaldy dan Kepala Dinas Kominfotik Sumbar Siti Aisyah itu lebih jauh menjelaskan, beberapa donator mengirimkan bantuan lewat kas daerah di DPKAD Sumbar, masing-masing Pemprov Kepri Rp 1 miliar, Pemprov Riau Rp 500 juta dan Pemkab Karimun Rp 200 juta.

    “Sesuai mekanismenya maka bantuan itu masuk dulu ke APBD Sumbar, jadi tidak langsung dapat digunakan,” terangnya.

    Diakuinya, karena rekening penampung itu lebih dari satu, maka pencatatannya masih belum rapi. Ada beberapa bantuan yang diketahui sudah diserahkan donator tetapi belum tercatat.

    “Ada beberapa bantuan untuk bencana Sumbar tidak dikirim ke rekening yang kita sediakan, seperti bantuan dari  InJourney Group dan bantuan IKMR,” kata Sekdaprov.

    Sejumlah wartawan langsung mempertanyakan transparansi penerimaan dan penyaluran dana bantuan tersebut. Sebab wartawan selalu memberitakan setiap kali ada donator yang memberi bantuan. Misalnya saja bantuan InJourne Grup sebesar Rp 500 juta belum tercatat dan masih banyak bantuan lainnya.

    Kepala Dinas Sosial, Syaifullah menambahkan, bantuan yang diberikan tidak semua dikirim ke rekening yang disediakan. Misalnya bantuan dari MA senilai Rp 450 juta, hanya Rp 200 juta yang ditransfer ke rekening, sisanya diserahkan langsung saat mereka berkunjung ke lapangan.

     

    IKM Jawa Barat memberikan bantuan berupa uang dan ada berupa barang yang diserahkan langsung ke lapangan. Pemprov Kepri mengirim uang ke rekening penampung sebesar Rp 200 juta, sisanya ditransfer ke kas daerah.

    “Kita tak bisa melarang donatur untuk menyerahkan bantuan langsung ke lapangan,” katanya.

    Para jurnalis juga memahaminya. Namun yang diminta adalah pencatatan lengkap tentang lalu lintas bantuan dari para donatur tersebut, berapa yang diterima baik yang berbentuk uang maupun barang.

    “Kami berjanji akan membuat rekapitulasi seluruh bantuan yang diterima, terutama bantuan berupa uang,” ujar Sekdaprov.

    Tanggap Darurat Segera Berakhir

    Sekdaprov Sumbar juga mengatakan, masa tanggap darurat bencana banjir bandang dan longsor di Sumbar yang terjadi Sabtu (11/05/2024), segera berakhir. Para pengungsi tidak lagi tinggal di tenda tetapi sudah kembali ke rumah masing-masing. Bagi warga yang rumahnya hanyut dan rusak sehingga tidak bisa ditempati, untuk sementara tinggal di rumah kerabat.

    Tetapi proses pencarian korban bencana oleh Tim SAR masih berlanjut. Sebanyak 10 orang korban belum ditemukan. Meski demikian, 5 keluarga mewakili 8 orang korban sudah mengikhlaskan anggota keluarganya jika memang tidak ditemukan.

    “Masa tanggap darurat Pemprov Sumbar berakhir Minggu (09/06/2024). Lima keluarga mewakili 8 orang korban yang belum ditemukan, sudah ikhlas. Sedangkan 2 korban lainnya, Tim SAR sedang berkoordinasi dengan keluarga korban,” terang Sekdaprov Sumbar, Hansastri. (devi)