×

Iklan


JK dan Kapolri Resmikan RS ke-119 Muhammadiyah Sumbangan Pengusaha Minang

03 November 2022 | 23:09:03 WIB Last Updated 2022-11-03T23:09:03+00:00
    Share
iklan
JK dan Kapolri Resmikan RS ke-119 Muhammadiyah Sumbangan Pengusaha Minang
Jusuf Kalla di acara peresmian gedung Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung Selatan, di Ciparay, Kabupaten Bandung, Kamis (3/11).

´╗┐Bandung, Khazminang.id-- Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Ketum PP Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir meresmikan rumah sakit (RS) ke-119 milik Muhammadiyah di Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung Selatan, Jawa Barat, Kamis (3/11).

RS tipe C dengan 55 tempat tidur, IGD dan ICU ini berdiri megah di pinggir Jalan Cyparay-Majalaya. Pembangun rumah sakit yang dibarengi dengan sebuah masjid di bagian belakang itu, merupakan sumbangan penuh pengusaha nasional asal Minang, H. Yendra Fahmi dan keluarga dengan biaya Rp60 miliar.

Haedar Nashir dalam sambutannya menjelaskan bahwa RS yang diresmikan merupakan Rumah Sakit Muhammadiyah yang ke-119.

    "Mudah-mudahan dalam waktu dekat akan genap 120 rumah sakit," katanya.

    RS Muhammadiyah Bandung Selatan (RSMBS) ini dibangun di atas tanah milik PP Muhammadiyah di Desa Ciheulang, Kecamatan Ciparay. Daerah itu merupakan tanah kelahiran Haedar sendiri. 

    Cihaelang adalah desa kelahiran Haedar sendiri. Sementara biaya pembangunan disumbang penuh oleh pengusaha otonomotif terkenal Yendra Fahmi yang juga pengurus Majelis Ekonomi PP Muhammadiyah.

    Komplek RS ini terdiri dari gedung utama yang diberi nama Gedung H. Nafli Munaf (Alm Ayahanda Yendra Fahmi -red) dan sebuah masjid yang diberi nama Nyi Ayu Rin Adjrijanti.

    Wakil Preaiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla dalam testimoninya mengatakan, dengan jumlah rumah sakit 119 buah, Muhammadiyah merupakan pemilik jaringan rumah sakit terbesar di Indonesia, setelah pemerintah.

    JK mengatakan, Indonesia memerlukan lebih banyak RS karena pertambahan penduduk yang sudah 270 juta. RS kian banyak dibutuhkan, bukan karena makin banyak orang yang sakit, tetapi juga karena perubahan paradigma masyarakat akan kesehatan.

    "Dulu orang berobat kepada dukun. Kini, demam sedikit, orang datang ke rumah sakit, apalagi sudah ada BPJS. Sementara dukun mulai turun pamor," katanya yang disambut tawa hadiri.

    Guna menjawab meningkatnya kebutuhan akan rumah sakit, kata JK, tidak bisa hanya pemerintah, tetapi juga organisasi sosial seperti Muhammadiyah. Tapi Muhammadiyah juga takkan bisa kalau tidak didukung orang-orang mampu yang kuat secara ekonomi seperti adik saya Saudara (Yendra) Fahmi ini," sebut Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia ini.

    Dia mengatakan, kedermawanan Yendra Fahmi patut ditiru. "Fahmi ini menyumbang di mana-mana, karena itu usahanya maju. Jadi saya ingatkan, kalau ingin usahanya maju, rajin-rajinlah menyumbang," kata JK yang disambut tepuk tangan dan tawa riuh hadirin.

    Sosok Yendra Fahmi

    H. Yendra Fahmi adalah seorang pengusaha nasional asal Minang yang dikenal dermawan. Ketika terjadi kerusuhan Wamena pada tahun 2019, ia menyumbang Rp1 miliar untuk biaya memulangkan perantau Minang di Papua ke Sumbar.

    Di tahun yang sama, ia juga menyumbang Rp30 miliar untuk pembangunan masjid besar di Komplek Mualimin Muhammadiyah di Bantul, Yogyakarta. Masjid yang diresmikan Presiden Jokowi bulan September 2021 diberi nama Masjid H. Yuliana, yaitu nama almarhumah ibunda H. Yendra Fahmi. 

    Sebelum itu, ia juga menyumbang 300.000 dolar Australia (setara Rp3 miliar) guna menambah kekurangan dana pembelian properti untuk Surau Sydney Australia (SSA) tahun 2020 lalu.

    Yendra Fahmi lahir di Pekanbaru 23 Januari 1971 sebagai anak keenam dari keluarga perantau Minang. Ibunya Hj. Yuliana berasal dari Sulit Air, Kabupaten Solok. Sedangkan ayahnya H. Nafli Munaf berasal dari Sianok, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam.

    Fahmi menjalani masa kanak-kanak di keluarga yang lemah secara ekonomi. Ayahnya hanya seorang polisi Brimob berpangkat rendah.

    Keadaan ekonomi keluarganya mulai membaik setelah ibunya membuka usaha perdagangan tas dan kain di Tanah Abang, Jakarta, pertengahan 1970-an. Sejak usia 6 tahun Fahmi sudah terbiasa membantu ibunya mengantar barang dagangan, tas dan kain, ke pelanggan mereka. Jiwa dagangnya terbentuk untuk usia dini.

    Setelah menyelesaikan pedidikan dasar dan menengah, Fahmi melanjutkan pendidikan ke Fakultas Hukum UI. Namun karena terlanjur candu ke dunia bisnis, kuliahnya tidak sampai selesai.

    Memulai usaha dari bawah, sejak usia 40 tahun Fahmi sudah menjadi pengusaha sukses. Usahanya di bidang pertambangan, kelapa sawit, dan properti tersebar dari Jakarta, Jambi, hingga Kalimantan di bawah kelompok usaha Indobagus Investama.

    Melalui PT Suri Motor Indonesia, Fahmi juga pemilik dealer Mercedes Benz terbesar di Indonesia dengan kantor pusat di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan.

    Menikah dengan perempuan bernama Suri Meidina Hanifah dan dikaruniai tiga orang anak, Fahmi adalah pegusaha sukses yang rendah hati. Menurut beberapa karyawannya, lelaki yang biasa puasa Senin-Kamis ini punya kebiasaan khusus setiap pulang dari kantor.

    Di mobilnya selalu ada banyak nasi kotak atau nasi bungkus. Makanan itu ia bagi-bagikan langsung kepada orang-orang kurang beruntung yang ia temui di jalanan. Seperti para pemulung atau tunawisma.

    Ketika kebiasaan ini dikonfirmasi kepadanya, Fahmi menjawab dengan mengingat nasihat kedua orang tuanya semasa masih hidup.

    "Perbuatan baik hendaklah dilakukan sendiri, jangan diwakilkan kepada orang lain," katanya.

    Turut hadir dalam acara peresmian itu antara lain Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Wakil Ketua Umum MUI Buya Anwar Abbas, mantan Kapolri Jenderal Pol (Purn) Badrodin Haiti, Kepala BNPT Komjen Polisi Boy Rafly Amar Dt. Rangkayo Basa

    Kemudian Senator asal Sumbar Alirman Sori, Ketua PP Aisyiah Hj. Siti Noordjanah Djohantini, mantan Menteri ESDM Arcandra Tahar, Bupati Bandung H.M. Dadang Supriatna, eks Kabareskrim Polri Komjen Pol Suhardi Alius.

    Juga turut hadir Pangkostrad Letjen TNI Maruli Simanjuntak, Komisaris Utama Semen Padang yang juga pengurus PP Muhammadiyah Agus Samsudin, sejumlah pejabat tinggi militer, Polri, sipil, anggota PP dan Ketua PW Muhammadiyah se-Jawa, serta ratusan tamu undangan lainnya. (Syafruddin Al)