×

Iklan


Jika Nekat Pergi Balimau di Padang, Siap-siap Dibubarkan Polisi dan Satpol PP

11 Apr 2021 | 23:03:58 WIB Last Updated 2021-04-11T23:03:58+00:00
    Share
iklan
Jika Nekat Pergi Balimau di Padang, Siap-siap Dibubarkan Polisi dan Satpol PP
Jika anda berkeinginan melakukan tradisi balimau di Kota Padang, bersiap-siap saja untuk dibubarkan oleh SatpolPP dan pihak kepolisian. Hal ini dilakukan demi mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19, sebelumnya Polda Sumbar juga sudah mengeluarkan imbauan agar warga tidak melakukan tradisi balimau (foto: Ist/net)



Padang, Khazminang.id--  Jika anda berkeinginan melakukan tradisi balimau di Kota Padang bersiap-sia-p saja untuk dibubarkan oleh SatpolPP dan pihak kepolisian. Hal ini dilakukan demi mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19, sebelumnya Polda Sumbar juga sudah mengeluarkan imbauan agar warga tidak melakukan tradisi balimau.

 

    Kepastian pihak Pemko Padang tidak mengizinkan adanya kegiatan balimau ditegaskan Kepala Satpol PP Kota Padang, Alfiadi, Minggu(11/4). Diskatakan Alfiadi, Pemko Padang memang tak membolehkan aktivitas balimau di tempat publik yang mengundang banyak orang karena masih dalam kondisi Covid-19.


    Dikatan Alfiadi, Satpol PP Kota Padang telah menyiapkan  sebanyak 60 orang anggotanya untuk bergabung dengan tim kepolisian dan unsur lainnya guna menyisir sejumlah tempat balimau  di kota itu pada hari ini, Senin (12/4) dan akan dimulai dari pukul 15.00 WIB.


    Dijelaskan Alfiadi, bila ada ditemukan kerumunan massa di lokasi pemandian balimau, petugas langsung membubarkannya. Tak ada toleransi untuk memgizinkan aktivitas balimau karena kondisi masih Covid-19, yang sangat rentan penyebaran.


    “Kita meminta pengertian masyarakat untuk tidak pergi balimau. Bila tetap juga dipaksakan pergi ke tempat-tempat balimau, siap-siap saja dibubarkan,” ujar Alfiadi.


    Dikatakannya, balimau bisa saja dilakukan di rumah masing-masing dan lebih afdal dan sesuai dengan syariat Islam, bila dilakukan di area publik, apalagi bercampur laki-laki dan perempuan yang bukan muhrimnya malah akan mengundang dosa.


    Sebelumnya, Kepolisian Daerah (Polda) Sumbar mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak menggelar tradisi balimau jelang memasuki Ramadhan karena  saat ini masih di masa pandemi Covid-19.


    Pihak Polda mengingatkan jangan sampai tradisi balimau yang dilakukan masyarakat di tempat pemandian, menjadi klaster baru atau penyebaran Covid-19.


    “Kapolda Sumbar mengharapkan tidak ada keramaian, jadi untuk sifatnya seperti balimau, diimbau untuk tidak melakukannya di tempat pemandian umum. Silakan, kalau ada kegiatan itu dilakukan di rumah saja,” kata Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu, Minggu (11/4).


    Satake Bayu mengatakan, petugas kepolisian juga akan diturunkan ke tempat-tempat yang biasa dijadikan sebagai lokasi favorit masyarakat untuk melakukan tradisi balimau. Jika masyarakat masih tetap membuat kerumunan di lokasi itu, akan dibubarkan petugas.


    “Nanti akan dijaga oleh petugas di lokasi-lokasi balimau, supaya tidak terjadi kerumunan dan pasti akan dibubarkan,” ujar Satake Bayu.


    Dikatakannya, pihaknya berharap agar warga masyarakat Sumbar dapat mengerti dengan kebijakan yang diambil polri, mengimbau untuk tidak berkerumun dalam situas pandemi Covid-19.


    “Tujuan untuk pencegahan, supaya tidak makin banyak, karena pandemi Covid-19 masih belum selesai,” tutupnya (Novrizal Sadewa).