×

Iklan


Jelang PTM Terbatas di Padang Panjang, Pelajar Jadi Target Vaksinasi

07 September 2021 | 19:13:07 WIB Last Updated 2021-09-07T19:13:07+00:00
    Share
iklan
Jelang PTM Terbatas di Padang Panjang, Pelajar Jadi Target Vaksinasi
JELANG pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM), Pemko Padang Panjang terus menggesa vaksinasi bagi seluruh pelajar di daerah itu. IST

Padang Panjang, Khazminang.id-- Pemerintah Kota Padang Panjang mempercepat vaksinasi pada pelajar. Pelaksanaan vaksinasi ini dalam rangka untuk menunjang sekolah pembelajaran tatap muka (PTM) yang rencananya bakal digelar 30 Agustus.

Seluruh sekolah di Kota Padang Panjang mulai mempersiapkan rencana pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas seperti yang dilakukan di beberapa daerah di Sumbar, seperti Bukittinggi.

Salah satu upaya itu dengan menggencarkan vaksinasi Covid-19 terhadap pelajar. Pelaksanaan vaksinasi ini dalam rangka untuk menunjang sekolah pembelajaran tatap muka (PTM) yang telah dimulai sejak awal September ini. Maka vaksin untuk pelajar perlu dilakukan.

    Nuryanuwar, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Panjang mengatakan vaksinasi untuk peserta didik usia 12-15 tahun menjadi prioritas sebelum PTM digelar.

    "Diharapkan putra-putri kita bisa segera kembali melakukan pembelajaran tatap muka, Vaksinasi adalah upaya untuk memperkuat diri. Para siswa harus tetap menjaga protokol kesehatan dan menjaga pola asupan makanan yang bergizi," ujarnya.

    Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Panjang, Ali Tabrani menambahkan, Jika situasi sudah memenuhi syarat untuk menggelar PTM, kondisi sekolah juga bisa kembali berjalan sesuai harapan bersama. 

    Dalam menyukseskan PTM terbatas, kata dia, peran orangtua menjadi sangat penting untuk membantu kinerja guru memutus rantai penyebaran korona. "Kami mengajak para pelajar untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan. Selalu gunakan masker, rajin mencuci tangan dan jaga jarak," ujarnya.

    Saat ini pihaknya mengebut proses vaksinasi agar percepatan imunitas dan PTM dapat terlaksana. "Untuk anak supaya divaksin agar kekebalan tubuhnya sudah siap sebelum mengikuti PTM," ujarnya.

    Sementara itu Yandra Yane Sekretaris Komisi 3 DPRD Padang Panjang mengatakan kesuksesan vaksinasi dapat terwujud dengan keterlibatan dan kesadaran para pelajar di Kota Padang Panjang.

    Ia mengharapkan puluhan ribu anak itu bersedia datang untuk menjalani vaksinasi, agar proses PTM dapat berjalan lancar tanpa hambatan. Begitu juga dengan tingkat SLTA.

    "Jadi kita minta dinas pendidikan untuk minta informasi ke sekolah-sekolah, berapa orang yang belum tervaksin. Karena umumnya anak anak tingkat SLTA yang pengelolaanya provinsi ada yang sudah ikut di sentra vaksin atau puskesmas," terang dia.

    Tutup Sekolah

    Sementara itu Mardiansyah, Ketua DPRD Padang Panjang menegaskan pihaknya akan menegur atau bisa saja menutup sekolah yang melanggar protokol kesehatan dalam penerapan PTM di Padang Panjang.

    "Kalau ada temuan, kita akan kasih teguran, dan kalau teguran itu tidak dijalankan, kita akan melakukan penutupan sekolah agar tidak terjadi klaster baru covid-19. Namun, harapannya tidak ada kejadian seperti itu," ujarnya.

    Mardiansyah mengaku telah memantau langsung proses PTM terbatas di beberapa sekolah SD-SMP. Ia menyebut seluruh kegiatan, seperti di SMPN 1 dan 5, sudah menaati protokol kesehatan dalam pelaksanaannya.

    Ia juga berharap pelaksanaan PPKM segera dilonggarkan agar PTM di seluruh sekolah di Padang Panjang bisa berjalan dengan baik. "Tolong supaya dijaga agar tidak terjadi klaster dan anak anak bisa sekolah," ujar Mardiansyah. Paulhendri