×

Iklan


Jejak Langkah Pandeka Minang Pemburu Koruptor: Berantas Korupsi, Hingga Jaksa Kemari Masuk

21 Juni 2020 | 18:28:00 WIB Last Updated 2020-06-21T18:28:00+00:00
    Share
iklan
Jejak Langkah Pandeka Minang Pemburu Koruptor: Berantas Korupsi, Hingga Jaksa Kemari Masuk
H. Feritas, SH, M.Hum, Msi

Orangnya ramah, lagi supel. Namun soal aturan dan penegakan hukup, sosok bersahaja yang diberi julukan “Pandeka Minang Pemburu Koruptor" ini, tak bisa ditawar-tawar. Namanya saja pandeka, pemburu pula. Karena memang mendedikasikan diri untuk memberantas korupsi di Bumi Pertiwi, telah menjadi komitmennya sebagai seorang abdi negara.

Laporan IWIN SB- Bukittinggi

Tindak korupsi, jelas akan dapat memberikan dampak negatif terhadap kehidupan demokrasi, ekonomi dan kesejahteraan umum negara. Kejaksaan sebagai lembaga pemerintah, secara teoritis kiprahnya adalah melakukan kebijakan kriminal (criminal policy) dan kebijakan penegakan hukum (law enforcement policy).

    Pada hakikatnya secara operasional Kejaksaan dalam pelaksanaan tupoksi secara represif dan preventif, merupakan upaya maksimal dalam rangka mencapai perlindungan masyarakat (social defence).

    Adalah H. Feritas, SH, M.Hum, Msi, putra Minang kelahiran Kota Bukittinggi penyandang gelar adat Datuak Toembidjo. Mantan Aspidsus Kejati Kepri, yang sejak 10 Januari 2019 hingga Juni 2020, dipercaya untuk mengemban amanah sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Bukittinggi.

    Selama 1 tahun 6 bulan menjabat Kajari Bukittinggi, Feritas selalu berusaha untuk fokus bekerja dalam menjaga, serta menjalankan kepercayaan dan kebijakan pimpinan sebagai modal utama untuk mencapai tujuan dan target kerja yang diharapkan. Sungguh, baginya tidak alasan untuk tidak berbuat demi kejayaan institusi.

    Sebagai Aspidsus Kejati Kepri, di awal tahun 2017, Feritas berhasil mengungkap lima tersangka dugaan kasus korupsi di Kepri. Beberapa pejabat dan mantan pejabat di Kepri yang terlibat dalam kasus tersebut, telah dan juga akan dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan.

    Julukan sebagai "Pandeka Minang Pemburu Koruptor", lagi-lagi dibuktikannya ketika diberi amanah di kampung halaman sendiri, Kota Bukittinggi. Belum genap sebulan bertugas di kota wisata dengan ikon Jam Gadang itu, Feritas langsung membuktikan komitmennya dalam hal pemberantasan korupsi, dengan menjebloskan seorang putra daerah yang terjerat korupsi dana hibah KNPI Kota Bukittinggi.

    “Tak muluk-muluk. Sebagai penegak hukum, saya berkomitmen akan melakukan yang terbaik demi tegaknya supremasi hukum. Saya pastikan, lnsha Allah tidak ada tempat yang aman bagi para koruptor di Kota Bukittinggi. Makanya, sosialisasi terus kami gencarkan, agar segala bentuk praktik korupsi bisa ditekan,” ujar Feritas saat berbincang dengan Khazanah di ruang kerjanya, Sabtu (20/6) lalu.

    Feritas memang tidak pernah main-main dalam persoalan yang satu ini. Sebagaimana diketahui, tindak pidana korupsi masuk dalam kategori kejahatan extra ordinary crime atau tindak kejahatan yang luar biasa, yang dilakukan secara sistemik oleh pelaku dan berdampak kepada hajat hidup orang banyak. “Makanya para pelaku harus diburu dan ditangkap,” ujarnya tegas.

    Selama 1 tahun 6 bulan menjabat Kajari Bukittinggi, Feritas telah menciptakan banyak inovasi baru dalam upaya penegakan hukum. Salah satu program yang paling melekat dan berkesan bagi masyarakat Kota Bukittinggi, adalah ketika Kejari Bukittinggi memposisikan diri sebagai sahabat masyarakat, dan terbuka untuk bagi mereka yang ingin berkeluh kesah tentang hukum.

    “Kami juga telah menciptakan ruang konsultasi hukum gratis untuk masyarakat dan juga mengadakan program-program penyuluhan hukum. Di antaranya Jaksa Masuk Balai Adat (Jamba), Jaksa Masuk Pasar (Jamsar), Jaksa Masuk Majelis Taklim, Jaksa Masuk Pesantren, Jaksa Masuk Kampus dan Jaksa Masuk Sekolah. Secara berkelakar, semua itu dinamakan Jaksa Khusuk, alias Jaksa kemari masuk,” ucap sembari tertawa lepas.

    Jaksa Khusuk kata Feritas, bertugas untuk memberikan pencerahan hukum yang diturunkan langsung ke tengah-tengah masyarakat. Jika terjadi persoalan hukum, maka Jaksa Khusuk akan mencarikan solusi dan pemecahannya. Program-program ini teruji ampuh menjadi corong terdepan pencegahan pelanggaran hukum.

    Sesuai Surat Keputusan tertanggal 29 Mai 2020, Feritas selanjutnya akan menjabat sebagai sebagai Kepala Bidang Program dan Evaluasi Penelitian, Pengembangan pada Jaksa Agung Muda Pembinaan Kejagung RI, terhitung mulai besok, Selasa (23/6).

    Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias yang dihubungi terpisah mengatakan, selama menjabat sebagai Kajari Bukittinggi, Feritas diakui telah memberikan kontibusi besar dalam penegakan hukum, serta pelayanan masyarakat melalui kegiatan-kegiatan yang positif. Artinya kata Ramlan, dedikasi dan jejak langkah Feritas sebagai seorang abdi negara, layak diapresiasi.

    “Meskipun relatif singkat (masa tugas di Bukittinggi), namun sosok Feritas telah meningalkan jejak makna yang sangat luar biasa. Kini, masyarakat Bukittinggi sudah banyak yang mengerti tentang hukum, patuh dan taat terhadap hukum itu sendiri,” kata Ramlan.

    Pada kesempatan itu, Ramlan Nurmatias juga mengucapkan terima kasih atas pengabdian Feritas selama bertugas di Kota Bukittinggi. “Dengan banyaknya program-program yang dilaksanakan, serta sumbang pemikiran yang turut diberikan selama menjabat Kajari Bukittinggi, jelas pemerintah daerah sangat terbantu,” ucap Ramlan. **