×

Iklan


Jalur Pendakian Proklamator Diklaim Masuk Wilayah Agam, Bupati Tanah Datar Protes

21 November 2022 | 15:48:28 WIB Last Updated 2022-11-21T15:48:28+00:00
    Share
iklan
Jalur Pendakian Proklamator Diklaim Masuk Wilayah Agam, Bupati Tanah Datar Protes

Batusangkar, Khazminang.id-- Bupati Tanah Datar, Eka Putra memastikan jalur pendakian Proklamator, Pasangrahan (Gaduang) di Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Marapi berada di wilayah administrasi Kabupaten Tanah Datar.

Hal itu ditegaskan Eka ketika meninjau ke lapangan jalur pendakian Proklamator, Pasangrahan (Gaduang) di TWA Gunung Marapi, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Minggu (20/11) kemarin.

Menurutnya, hal itu ditegaskan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 110 Tahun 2019 tentang Batas Daerah antara Kabupaten Agam dengan Kabupaten Tanah Datar.

    "Ini (jalur pendakian Proklamator di TWA) berada di wilayah administrasi Tanah Datar, tidak di wilayah Kabupaten Agam, ada Permendagri Nomor 110 Tahun 2019," tegas Eka.

    Tetapi pada acara peresmian jalur Proklamator beberapa waktu yang lalu, kata Eka, Bupati Agam, Andri Warman mengklaim bahwa daerah tersebut berada di wilayah Kabupaten Agam.

    Menanggapi klaim secara sepihak oleh pimpinan Kabupaten tetangga itu, Bupati Eka berpesan bahwa sebagai seorang pemimpin, Bupati Agam hendaknya terlebih dahulu mempelajari batas wilayah antara dua kabupaten ini.

    Dia berpesan, jika jalur pendakian Proklamator, Pasangrahan (Gaduang) di TWA Gunung Marapi masih diklaim Bupati Agam sebagai daerahnya, Eka tidak segan-segan mempertahankan walaupun dengan berbagai cara.

    "Sejengkal tanah pun, kita tidak akan menyerahkan wilayah Tanah Datar untuk diambil daerah lain, dan siap dengan segala apapun termasuk jika harus di-PTUN-kan," katanya.

    Dia menambahkan, pemerintah akan terus berupaya secara maksimal menjaga daerah dari berbagai pihak yang mengaku sebagai daerahnya.

    "Kita tutup kaca spion, lihat ke depan. Kita berjalan pada ketentuan yang ada. Insyaallah, niat kita baik, bagaimana jalur pendakian Proklamator, Pasangrahan di TWA Gunung Marapi bisa dimanfaatkan masyarakat kita," ujarnya.

    Kepala BKSDA Wilayah II Sumbar melalui Kasi Konservasi, Eka Damayanti mengaku tidak tahu pasti kejadiannya pada saat peresmian jalur pendakian Proklamator kaki Gunung Marapi Nagari Koto Baru.

    Menurutnya, pada saat itu, pihaknya mempunyai waktu yang cukup pendek untuk melaksanakan kegiatan yang sudah direncanakan sebelumnya, sehingga roundown-nya berubah pada saat dibacakan. 

    "Rencananya kami memang mengundang kedua kabupaten yaitu Tanah Datar dan Agam, kami tidak bermaksud untuk mengesampingkan pimpinan daerah dari salah satu kabupaten," ucapnya.

    "Namun sebetulnya semangatnya adalah bagaimana merangkul dua kabupaten ini supaya bisa ikut serta bersama-sama mengelola TWA Marapi," ujar Eka Damayanti.

    Dikatakan Eka Damayanti, pihaknya tidak mempunyai maksud lain, karena sudah disepakati pada saat rapat di Padang beberapa waktu lalu. Bahkan, hasil rapatnya pun sudah disampaikan ke gubernur.

    "Sepengetahuan kami, ini juga sudah disampaikan pada saat rapat internal mereka, sehingga menurut kami kejadian ini tidak ada unsur kesengajaan," tambahnya.

    Di kesempatan itu, Eka Damayanti juga menyampaikan ucapan terima kasih atas support dan dukungan Bupati Tanah Datar untuk pengelolaan TWA.

    Terutama untuk membantu masyarakat penyangga TWA, dalam hal ini masyarakat Nagari Koto Baru dan Aie Angek untuk bersama-sama mendapatkan akses pengelolaan. (Heri)