×

Iklan


Izin Hotel yang Kerap Jadi Tempat Prostitusi di Padang Bakal Ditinjau Ulang

21 Juli 2022 | 14:49:22 WIB Last Updated 2022-07-21T14:49:22+00:00
    Share
iklan
Izin Hotel yang Kerap Jadi Tempat Prostitusi di Padang Bakal Ditinjau Ulang
Ilustrasi. NET

Padang, Khazminang.id-- Dinas Pariwisata Kota Padang akan mengevaluasi izin operasional hotel yang kerap melanggar aturan, salah satunya dengan membiarkan adanya praktik prostitusi di hotel tersebut.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Eri Sendjaya, menanggapi masih adanya oknum yang diduga melakukan praktik prostitusi di hotel yang terjaring saat razia penyakit masyarakat (pekat) oleh Satpol PP.

Sebagai langkah awal, Dinas Pariwisata akan berkoordinasi dengan Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) guna memastikan apakah hotel yang hendak dievaluasi, merupakan anggota PHRI atau tidak.

    "Kita akan pastikan dulu, jika memang hotel tersebut anggota PHRI, maka kita bersama PHRI akan melakukan pembinaan selanjutnya," terang Eri Sendjaya, Rabu (20/7).

    Ia memastikan, jika memang itu merupakan kejadian berulang, maka pihaknya akan meninjau ulang izin operasional berdasarkan temuan dari Satpol PP dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

    "Kita akan koordinasi intensif, kita juga mengimbau seluruh pengelola penginapan, baik berbintang, melati maupun wisma agar sama-sama menjaga marwah pariwisata Kota Padang sebagai destinasi wisata halal," tambahnya.

    Lebih lanjut ia juga mengatakan agar pengawasan tidak hanya dilakukan oleh Satpol PP saja, tapi juga oleh tokoh masyarakat, PHRI dan organisasi yang menaungi hotel tersebut.

    "Jika hotel sering dirazia akan mengganggu kenyamanan pengunjung, ini tentunya juga akan menurunkan image hotel dan pariwisata, serta akan berdampak mengurangi animo masyarakat untuk berkunjung ke Kota Padang," katanya.

    Sementara Ketua PHRI Sumbar, Rina Pangeran mengatakan mendukung langkah pemerintah dan aparat dalam memproses serta melakukan penegakan hukum terhadap oknum pemilik dan pengelola hotel yang melanggar aturan.

    "Kita selalu mengingatkan seluruh anggota PHRI untuk taat aturan, serta mengedepankan budaya ketimuran dalam memberikan pelayanan, apalagi saat ini Sumbar sudah mencanangkan sebagai destinasi wisata halal," ujarnya. (Rina Akmal)