×

Iklan


Izet Diamuk Massa, Sopir Truk Ngaku Dipukul 5 Kali dan Dua Kali Dipalak di Area PT. Semen Padang

11 Jul 2021 | 21:13:50 WIB Last Updated 2021-07-11T21:13:50+00:00
    Share
iklan
Izet Diamuk Massa, Sopir Truk Ngaku Dipukul 5 Kali dan Dua Kali Dipalak di Area PT. Semen Padang
IZET, pelaku pemalakan sopir truk di area PT. Semen Padang saat menjalankan aksinya. IST

Padang, Khazminang.id— Izet, urang bagak yang sebelumnya sempat viral saat melakukan aksi pemalakan disertai kekerasan fisik kepada seorang sopir truk di area PT. Semen Padang, Indarung, sontak menjadi sasaran amuk massa dan bulan-bulanan warganet (netizen) di jejaring sosial facebook. Sementara, hingga kini polisi masih memburu pelaku yang mengaku cuma punya dua hobi itu (mabuk dan bacakak).

Adalah di akun Galinggaman Sangir, yang mendadak menjadi “Sedang Populer” pada menu pencarian facebook. Pada unggahan videonya Sabtu (10/7), yang sedikitnya sudah disebar sebanyak 11.657 kali dan disukai 4.115, setidaknya terdapat 10.029 komentar hingga Minggu (11/7) barusan. Hampir semua tulisan di kolom komentar, berisikan kecaman sebagai wujud kegeraman massa.

Baca juga:

    https://khazminang.id/da-izet-pulanglah-da-oiii-lah-rusuah-urang-dek-uda

    Netizen yang geram, tak satu dua yang meluapkan amarahnya sebagai reaksi atas perbuatan Izet.

    “Ke Riau ang main Izet. Buliah ndak tanggaan gigi ang tu,” tulis akun Irwan Mulyadi 13 menit lalu.

    “Badan gadang, tapi pitih urang yang dimintak. Lai ka jadi darah dagiang ang pagunoan pitih tu. Urang ndak ikhlas dee. Kok mati ang suak, jadi siampak ang mah yuang,” tulis akun Ajun Ajun dalam kolom komentar unggahan video berdurasi 4 menit 37 detik itu.


    “”Urang samo urang awak nyo Da. Ang binatang dek aden. Ang binatang.. Astagfirullah. Ya Robb. Serius kawan, halal darah ang karambia. Randah bana harago diri urang sampai binatang mah yo. Kanai tampa, asli sabana sadiah wak jadi supir tuh. Ka dalam tangih wak mancaliak videonyo. Tapi awak yakin, Si Izet ko pasti manarimo jatah narako di dunia. Itu ulah ang sorang Zet... Alah tahu anak rantau sabalik Zet. Bunuah diri se lah Zet. Kalau ka hiduik juo, ndak ando gunonyo lai Zet. Abih tuah ang Zet. Abih main ang. Kam ang ka lari,” geram panjang akun Jimy Sauja.

    Di kolom komentar unggahan video itu, juga tak satu dua netizen yang sengaja menandai akun resmi milik @poldasumbar, @polrestapadang, @polsekluki, @satreskrimpolrestapadang dan akun-akun pribadi milik anggota kepolisian.

    Izet Diburu Polisi

    Sementara Polres Kota Padang beserta seluruh jajaran Polsek, saat ini tengah memburu pelaku pemalakan sopir truk pengangkut semen dari PT. Semen Padang itu. Pelaku tersebut menjadi buruan polisi setelah aksinya melakukan pemalakan direkam seseorang, yang kemudian viral di media sosial.

    "Peristiwa ini kami ketahui dari informasi masyarakat serta video yang viral di media sosial," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Padang Kompol Rico Fernanda, di Padang, Minggu (11/7).

    Sehingga Satreskrim Polresta Padang beserta jajaran melakukan pemburuan terhadap pelaku yang telah dikantongi identitas serta alamatnya. "Kami juga telah mendatangi kediamannya, hanya saja yang bersangkutan tidak pulang ke rumah sejak kejadian," kata Rico.

    Rico menjelaskan modus yang diduga dilakukan oleh pekaku adalah dengan meminta uang kepada para sopir truk yang mengangkut semen dari Semen Padang. Apabila sang sopir tidak memberikan uang, lanjutnya, maka akan diancam oleh pelaku bahkan mendapatkan kekerasan.

    Ia menegaskan kalau pihaknya akan terus memburu pelaku serta melakukan penindakan karena perbuatannya telah meresahkan maayarakat.


    Sebelumnya, seorang sopir truk dipalak oleh preman di kawasan Indarung, Padang. Tidak hanya dipalak, sang sopir juga tampak dipukul beberapa-kali. Aksi pelaku itu kemudian direkam seseorang lalu diunggah ke media sosial facebook serta instagram sehingga viral.

    Dalam video, tampak seorang pria memakai kemeja warna dongker berpadu kaos putih berdiri di pintu kemudi. Pria tersebut langsung mengeluarkan kata-kata kotor dengan bahasa Minang. Tak hanya memaki sang sopir, pria yang mengaku bernama Izet itu juga tampak beberapa kali memukulnya.

    Ndak ado urang yang ndak amuah agiah pitih ka den di siko dek ang (tidak ada orang yang tidak mau memberi uang ke saya di sini, jelas kamu),” kata Izet dengan nada keras di dalam video tersebut.

    Si sopir di dalam video sempat memohon dan menjelaskan bahwa uang yang tersisa hanya untuk pegangan jalan ke Pekanbaru.

    Preman itu malah kembali mengeluarkan kata-kata kotor. Sang sopir juga kembali mendapatkan tamparan dan baju ditarik untuk diminta turun dari kemudi untuk diajak berduel. Si preman mengaku meminta uang untuk membeli minuman keras.

    Si Preman tersebut juga menyebutkan nama panggilannya Izet yang sudah diketahui semua kalangan di daerah setempat, termasuk polisi di Riau.

    Sado sopir-sopir tu tau jo den mah, iko nan Izet tu, polisi tau jo den mah. Masalah e namo Izet paling banyak urang nan tau (semua sopir-sopir tau dengan saya. Ini yang Izet itu, Polisi juga tau dengan saya. Masalahnya nama Izet paling banyak diketahui orang),” katanya.

    “Den dua sae hobi den nyo, lai jaleh dek ang, Mabuk ciek, bacakak ciek,” kata Izet, hingga akhirnya berlalu pergi setelah sang sopir truk menyerahkan uang Rp20 ribu kepada urang bagak itu.

    Dua Kali Bertemu

    Aksi pemalakan disertai kekerasan fisik kepada seorang sopir truk di area PT. Semen Padang, Indarung, Sabtu (10/7) malam lalu, dialami sopir truk bernama Andre (37) dan rekannya Ipon.

    "Ada lebih dari 5 kali saya dipukul, tapi tidak dihitung juga saat itu. Itu tidak manusiawi lagi," kata Andre.

    Ia berharap, pelaku dapat ditindak secara tegas dan mempertanggungjawabkan perbuatannya. "Kalau dapat ditindak saja dan diberikan efek jera. Karena pelaku sudah meresahkan juga," katanya.

    Andre mengatakan, saat kejadian terdapat truk lainnya dan sopir lainnya hanya diam saja. "Sopir yang lain hanya diam saja, dan akhirnya dia menjadi-jadi di sana. Rencana saya melapor hari ini. Saat ini dalam perjalanan menuju Kota Padang," katanya tadi malam.

    Ia menjelaskan, akan melapor bersama temannya yang sudah menunggu di Kota Padang. "Saya sudah janjian sama teman untuk melapor di Padang," katanya.

    Dari pengakuan Andre, dirinya sudah dua kali bertemu dan dipalak urang bagak bernama Izet di Indarung, Kota Padang. Peristiwa itu diakuinya sama-sama terjadi di PPI Indarung PT. Semen Padang. Dalam video viral itu, Andre yang sedang bersama rekannya bernama Ipon, akan memuat semen untuk dibawa ke Pekanbaru.

    "Saya sudah bertemu dengan dia sebanyak 2 kali di sana. Sebelumnya pernah juga, dan diminta juga Rp50 ribu," kata Andre.

    Andre menjelaskan, pada kejadian pertama, ia sedang mengambil nomor antrean yang biasanya diminta Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu. Namun, karena nomor antrean diambilkan pelaku, maka diminta uang Rp 50 ribu. "Tapi dimintanya Rp 50 ribu, karena saat itu sudah malam, tentu saya memilih mana yang cepat memuat, karena perjalanan jauh," katanya. ryan syair/dbs