×

Iklan

VIRAL DI MEDIA SOSIAL
Ini Penyebab Baku Hantam Antar Pegawai PDAM di Pesisir Selatan

20 November 2021 | 14:34:33 WIB Last Updated 2021-11-20T14:34:33+00:00
    Share
iklan
Ini Penyebab Baku Hantam Antar Pegawai PDAM di Pesisir Selatan
Video baku hantam antar pegawai PDAM Tirta Langkisau, Kabupaten Pesisir Selatan, viral di media sosial.

Painan, Khazminang.id-- Baku hantam antar pegawai terjadi di kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Langkisau, Kabupaten Pesisir Selatan. Video berdurasi 2 menit 13 detik itu, langsung viral di media sosial usai tersebar di sejumlah grup WhatsApp.

Salah seorang karyawan PDAM Tirta Langkisau yang enggan disebutkan namanya, membenarkan adanya perkelahian sesama karyawan pada bidang distribusi yang terjadi pada Senin (15/11) lalu sekitar pukul 15.30 WIB di daerah itu. 

Penyebabnya, kata dia, ada beberapa karyawan yang kesal kepada Penjabat Sementara (Pjs) Direktur PDAM Tirta Langkisau, Hellen Hasmeita Sari. Ditambah lagi belum ada kejelasan dilantiknya Direktur PDAM di daerah itu. 

    "Tapi sekarang karyawan yang berkelahi itu sudah damai dan telah menyadari masing-masing," kata dia, saat dihubungi Khazminang.id, Jumat (19/11). 

    Terpisah, Pjs Direktur PDAM Tirta Langkisau, Hellen Hasmeita Sari membenarkan peristiwa baku hantam tersebut. Kata dia, peristiwa itu terjadi saat rapat pembahasan dan penyusunan anggaran rencana aksi kegiatan (RAK) PDAM Tirta Langkisau tahun 2022.

    “Saat ini terjadi masa transisi pergantian Direktur PDAM Tirta Langkisau, di mana Herman Budiarto terpilih sebagai direktur,” kata dia. 

    Ia mengatakan, dalam penyusunan RAK tersebut, harus diketahui oleh Direktur PDAM terpilih, dalam hal ini adalah Herman Budiarto.

    “Tentu wajar kami hadirkan, karena beliau Direktur PDAM terpilih," ujarnya.

    Namun, kata Hellen, kehadiran Herman Budiarto, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Pelaksana BPBD di daerah itu, tidak disambut baik oleh beberapa karyawan dan mempertanyakan alasan Herman ikut dalam rapat.

    “Waktu itu Herman Budiarto sudah meninggalkan ruang rapat, sementara saya masih di sana. Bahkan, ruang kerjanya disegel,” ungkap Hellen.

    Meski demikian, masalah tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan dan internal manajemen PDAM Tirta Langkisau.

    Sesuai aturan, kata dia, jika seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) pindah ke instansi lain harus melalui pertimbangan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

    "Maka hingga saat ini kepindahan dia (Herman Budiarto) ke PDAM masih menunggu pertimbangan BKN," ucapnya.

    Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Pessel, Mawardi Roska mengatakan, hal itu hanya persoalan internal di PDAM, karena ada pegawai yang emosinya tak terkendali. 

    "Saya telah menelepon Pjs Direktur PDAM, itu hanya persoalan internal dan telah selesai," katanya.

    Sebelumnya, terlihat di rekaman video viral yang menampilkan antar karyawan PDAM Tirta Langkisau terlibat baku hantam. 

    Di awal video tersebut memperlihatkan seorang wanita sedang menangis dan tidak diketahui penyebabnya. Suasana di kantor PDAM tampak ramai dan terlihat histeris.

    Kemudian tiba-tiba datang seorang pria yang masih berpakaian baju dinas PDAM Tirta Langkisau hendak masuk ke dalam ruangan wanita yang menangis itu, namun dicegat oleh seorang pria yang berada di pintu masuk ruangan tersebut.

    Di saat itu lah baku hantam terjadi. Tampak juga beberapa orang ikut memukul pria tersebut. Kemudian beberapa pegawai wanita berteriak histeris dan juga berusaha melerai perkelahian tersebut. (Milhendra Wandi)