×

Iklan


Ini Jawaban Rektor Soal Pemberhentian 167 Mahasiswa Unand

18 Jul 2021 | 12:11:14 WIB Last Updated 2021-07-18T12:11:14+00:00
    Share
iklan
Ini Jawaban Rektor Soal Pemberhentian 167 Mahasiswa Unand
REKTOR Unand, Prof. Yuliandri. IST

Padang, Khazminang.id— Rektor Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat, Prof. Dr. Yuliandri, SH. MH membantah rumor yang menyebutkan 167 orang (sebelumnya disebut 80, red) mahasiswa Unand diberhentikan oleh pihak kampus.

“Mereka bukan berstatus DO (Drop Out), tetapi tepatnya mereka mengundurkan diri dengan catatan tidak mendaftar ulang pada tahapan semester berikutnya, atau dua semester berturut-turut. Intinya dan perlu kami tegaskan, institusi Unand tidak ada dan tidak pernah memberhentikan 167 orang mahasiswa itu,” kata Yuliandri, melalui keterangan tertulis yang diterima media ini, Minggu (18/7).

Yuliandri mengatakan, 167 orang mahasiswa yang mundur itu berasal dari dua fakultas, di antaranya 80 orang dari Fakultas Pertanian dan 87 lainnya dari Fakultas Ilmu Budaya. Ditenggarai, ada di antara mereka yang kembali ikut seleksi pada perguruan tinggi lain, tetapi tidak memberikan informasi pada jurusan di fakultas mereka kuliah sebelumnya.

    “Ini murni persoalan informasi yang terputus dari pihak mahasiswa ke kampus. Sejatinya, mereka menyampaikan informasi terkait pengunduran diri disertai alasan yang jelas, sehingga tidak menimbulkan persoalan bagi Unand,” terang Yuliandri.

    Dikatakan, berdasarkan Peraturan Rektor Unand Nomor 14 Tahun 2020 tentang Peraturan Akademik Program Sarjana Universitas Andalas pada Pasal 14 ayat 2, disebutkan bahwa mahasiswa yang tidak melakukan pendaftaran ulang dua semester berturut-turut, dinyatakan mengundurkan diri sebagai mahasiswa.

    “Bahkan sekiranya ada di antara mahasiswa tersebut yang terkendala dengan persoalan pembiayaan uang kuliah, maka pihak kampus pun akan mencarikan solusi agar yang bersangkutan dapat melanjutkan kuliahnya,” tandasnya.

    Keterbukaan informasi untuk berkomunikasi bagi mahasiswa pada institusi kampus itu sambung Yuliandri, penting guna keberlanjutan perkuliahan mereka. “Jadi, kami mengajak dan mengingatkan seluruh mahasiswa agar terbuka untuk berkoordinasi. Tak ada masalah yang tak bisa kita selesaikan,” pungkas Yuliandri.

    Sementara terkait pembayaran UKT dan proses studi, berdasarkan Permendikbud 25 Tahun 2020, dan SE Dirjen Dikti yang kemudian ditindaklanjuti dengan Peraturan Rektor Nomor 7 Tahun 2020 dan Nomor 1 Tahun 2021, maka ketika ada pengajuan permohonan dari mahasiswa yang terdampak Covid-19, pihak kampus akan membantu.

    “Sehubungan pembiayaan kuliah mahasiswa pada masa Pandemi Covid-19, Unand juga telah membuat kebijakan untuk meringankan beban mahasiswa. Kemudahan itu di antaranya adalah pembayaran uang kuliah bisa dicicil, turun biaya atau bahkan dibebaskan,” ujar Yuliandri. Ryan Syair/rel