×

Iklan


Indonesia Menantikan Kelahiran Intelektual Minang dari Universitas Andalas

19 Juli 2023 | 20:34:02 WIB Last Updated 2023-07-19T20:34:02+00:00
    Share
iklan
Indonesia Menantikan Kelahiran Intelektual Minang dari Universitas Andalas
Kampus Universitas Andalas

Oleh: Abdul Aziz

(Mahasiswa Program Doktoral Ilmu Manajemen Universitas Andalas)

 Keterlibatan Sumatera Barat dalam Pemilu 2024 mendatang tidak lebih dari 2%. KPU Sumatera Barat telah menetapkan DPT Sumbar adalah sebesar 4,088 juta dari 204,8 juta jiwa rakyat Indonesia. Angka tersebut tidak memperlihatkan keterlibatan dan konstribus berarti terhadap suara pemilihan seorang Presiden mengingat begitu banyaknya partai peserta Pemilu 2024. Provinsi Sumbar bukan pula merupakan daerah dengan Zona Industri tertentu. Sektor Pertanian, kelautan, pertambangan tidak pula memberikan kontribusi besar bagi pertumbuhan ekonomi Daerah yang dikenal orang dengan Ranah Minang.

    Lantas, apa yang bisa dibanggakan dari Negeri 1001 gonjong ini? Orang Minangkabau yang terkenal sebagai suku perantau-pun tidak memberikan dampak kontribusi signifikan terhadap perkembangan pembangunan dan ekonomi Ranah Minang.  Majalah Tempo dalam edisi khusus tahun 2000 mencatat bahwa 6 dari 10 tokoh penting Indonesia pada abad ke-20 merupakan orang Minang. Tiga dari 4 orang pendiri Republik Indonesia adalah putra-putra Minangkabau. Hanya itu kah yang bisa kita banggakan? Siapkah SDM asal Sumatera Barat mengadapai Era Revolusi Industri 4,0 dan Evolusi Society 5.0 yang mengarah pada digitalisasi dan IoT?

    “Sajak saisuak”, sepertinya memang sudah ditakdirkan untuk berkontribusi terhadap pembangunan Indonesia melalui SDM. Kita memang harus kembali mengenang masa lalu bahwa orang Sumatera Barat memang memiliki SDM yang tanggung. Dimulai dari cerita Raja Bagindo yang datang ke Sulu pada tahun 1390 untuk dakwah Islam sampai kepada Muszaphar orang Malaysia pertama yang terbang ke luar angkasa yang mengakui berdarah Minangkabau saat mengujungi Observatorium Bosscha, Lembang, Bandung, Desember 2007.

    Siapa yang tidak mengenal Universitas Andalas. Sebuah Perguruang Tinggi Negeri di Sumatera Barat yang saat ini berstatus PTNBH, memiliki 15 fakultas, dan satu program pascasarjana, dengan rincian 44 program studi sarjana, 41 program studi magister (S2), 13 program studi doktor (S3), 12 program pendidikan dokter spesialis, 5 Profesi dan 4 program studi D3, merupakan potensi besar untuk kelahiran para pemikir masa depan. Universitas Andalas merupakan 18 Perguruan Tinggi terbaik di Indonesia versi Times Higher Education World University Ranking (THE WUR) tahun 2023. Universitas Andalas juga merupakan 5 besar Universitas dengan kampus terluas di Indonesia dengan lahan seluas 502 Ha.

    Saatnya, mata dan konsentrasi Pemerintah Daerah Sumatera Barat terfokus pada pengembangan SDM melalui Universitas Andalas. Saatnya para pejabat teras yang bercokol di DPR/MPR dan Pemerintahan Nasional berjuang untuk mengembangkan individu potensial Ranah Minang untuk kembali menguasai dunia dari kemampuan intelektualnya.

    Saatnya Universitas Andalas kembali membenahi Lembaga Pendidikannya untuk mengembangkan lingkungan universitas yang mendorong lahirnya pemikir cerdas, melalui: (1) rekrutmen dan seleksi mahasiswa yang berkualitas untuk memastikan bahwa mahasiswa yang diterima memiliki bakat dan potensi akademik yang tinggi. Ini dapat dilakukan melalui tes masuk yang komprehensif dan penilaian holistik terhadap prestasi mahasiswa di sekolah sebelumnya, (2) Menyediakan fasilitas belajar yang modern dan lengkap serta sumber daya yang memadai seperti perpustakaan yang kaya akan literatur, laboratorium ilmiah yang terkini, akses ke teknologi informasi, dan lingkungan belajar yang inspiratif, (3) merancang kurikulum yang mendorong pemikiran kritis, analitis, dan kreatif. Ini dapat melibatkan pengajaran interdisipliner, diskusi terbuka, penugasan yang menantang, dan penelitian mandiri, (4) Para Dosen harus mampu memfasilitasi proses belajar yang aktif dan mendorong pemikiran kritis. Metode pengajaran yang berpusat pada mahasiswa seperti diskusi kelompok, studi kasus, proyek kolaboratif, dan debat dapat membantu melibatkan mahasiswa secara aktif dalam pembelajaran, (5) menciptakan lingkungan yang inklusif dan beragam di mana mahasiswa dari berbagai latar belakang dapat saling berinteraksi dan bertukar pemikiran. Ini dapat dicapai melalui kegiatan sosial, seminar, kelompok studi, dan program pertukaran pelajar, (6) mendorong mahasiswa untuk terlibat dalam kegiatan penelitian dan pengembangan. Melalui kesempatan ini, mahasiswa dapat mengasah keterampilan kritis mereka, belajar berpikir secara ilmiah, dan berkontribusi pada pengetahuan dan pemahaman baru dalam bidang studi mereka.

    Disamping itu, Universitas Andalas harus berupaya keras untuk melahirkan kerjasama dengan industri-industri dan pelaku bisnis yang ada di Indonesia khususnya yang ada di Sumatera Barat, untuk: (1) memfasilitasi pembentukan dan pengembangan bakat kewirausahaan dengan menyediakan pelatihan, mentor, dan sumber daya yang dibutuhkan untuk mengembangkan ide-ide inovatif, yang akan membantu mahasiswa mengintegrasikan pemikiran kritis dengan keterampilan praktis dan kreativitas mereka, (2) membentuk kerjasama dengan industri, seperti lembaga penelitian, perusahaan, dan organisasi masyarakat, dapat memberikan mahasiswa kesempatan untuk berinteraksi dengan praktisi di lapangan dan menerapkan pengetahuan mereka dalam konteks dunia nyata, (3) memberikan dukungan dan bimbingan kepada mahasiswa, baik dalam hal akademik maupun perkembangan pribadi mereka. Ini dapat meliputi program mentoring, konseling, dan bimbingan karir untuk membantu mahasiswa mencapai potensi penuh mereka, (4). mempromosikan budaya inovasi dan pemikiran terbuka di mana gagasan baru diterima dan dihargai yang berperan menciptakan ruang untuk eksperimen dan pemecahan masalah dapat merangsang pemikiran kritis dan kreatif.

    Menjadi hal yang sangat penting bagaimana agar tenaga pendidik yang ada mampu menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan pemikir cerdas dan kreatif untuk membangkitkan motivasi, ketekunan, dan dedikasi individu.

    Menyadari bahwa, menjadi seorang dosen atau pengampu Pendidikan tidaklah pekerjaan sederhana dan mudah. Pengorbanan besar terhadap waktu dan keluarga menjadi hal mendasar yang patut dihargai oleh masyarakat terhadap semua tenaga pendidik dan dosen. Peran pemerintah daerah adalah sangat penting dalam memakmurkan tenaga pendidik. Tenaga pendidik yang berkualitas dan termotivasi adalah kunci kesuksesan pendidikan tinggi. Pemerintah daerah untuk harus mulai memikirkan dan berbuat untu mencapai tujuan tersebut melalui: (1) mengalokasikan dana yang memadai untuk pendidikan tinggi, dalam hal ini menyediakan tunjangan bagi tenaga pendidik di universitas, hail in akan membantu menarik dan mempertahankan tenaga pendidik yang berkualitas, (2) menyediakan program insentif dan tunjangan bagi tenaga pendidik yang menunjukkan kinerja unggul, penelitian yang produktif, dan partisipasi aktif dalam pengembangan akademik. berupa bonus, tunjangan riset, atau kesempatan pelatihan dan pengembangan, (3) membantu universitas dengan menyediakan fasilitas dan sarana kerja yang memadai bagi tenaga pendidik, termasuk ruang kelas yang nyaman, laboratorium yang lengkap, dan akses ke perpustakaan dan teknologi informasi, (4) memfasilitas dan mendukung program pertukaran akademik dengan universitas atau lembaga pendidikan di luar negeri yang akan membuka peluang bagi tenaga pendidik untuk mendapatkan pengalaman internasional, belajar dari praktik terbaik di luar negeri, dan mengembangkan jejaring profesional yang luas, (5) menciptakan kebijakan yang memastikan pengakuan dan promosi berdasarkan prestasi dan kinerja tenaga pendidik yang merupakan insentif bagi tenaga pendidik untuk terus meningkatkan kualitas dan kontribusi mereka dalam dunia pendidikan, (6) memfasilitasi kolaborasi antara universitas dengan industri dan lembaga lain dalam penelitian bersama, program pelatihan, dan transfer pengetahuan, yang akan memberikan manfaat ganda bagi tenaga pendidik dan mahasiswa, (7) Pemerintah daerah dapat memberikan beasiswa dan bantuan finansial kepada tenaga pendidik yang berprestasi atau menghadapi kesulitan keuangan, dengan dukungan finansial ini akan membantu meningkatkan motivasi dan dedikasi mereka dalam menjalankan tugas pengajaran dan penelitian.

    Ingatlah, bahwa tenaga pendidik yang terampil, termotivasi, dan dihargai akan berkontribusi secara signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dan menghasilkan lulusan yang berkualitas bagi kemajuan masyarakat dan negara.