×

Iklan


Hukum Dapat Pekerjaan Hasil Nyogok: Pendapatan Haram untuk Nafkah

03 September 2021 | 14:25:48 WIB Last Updated 2021-09-03T14:25:48+00:00
    Share
iklan
Hukum Dapat Pekerjaan Hasil Nyogok: Pendapatan Haram untuk Nafkah
Ilustrasi. IST

Padang, Khazminang.id-- Jutaan warga Indonesia hingga kini masih menganggur. Sementara, ada juga orang yang rela menyogok atau menyuap demi mendapat pekerjaan atau jabatan.

Anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Endang Mintarja mengatakan, mendapat pekerjaan dari hasil menyogok haram hukumnya menurut Islam. Menurutnya, perbuatan tersebut dapat merusak jiwa para pelakunya.

"Bisa saja orang yang menyogok merebut hak orang lain yang kehilangan haknya akibat sogokannya itu," ujar Endang dilansir dari situs resmi MUI, Jumat (3/9/2021).

    Endang mengatakan para pelaku suap akan mendapat laknat dari Allah SWT, dan mendapat hukuman pada hari pembalasan kelak.

    "Pelakunya tidak berhak atas Rahmat Allah dan syafaatnya Rasulullah SAW," katanya.

    Lebih lanjut, Endang mengatakan, orang yang memakan harta haram akan masuk neraka. Bahkan, dia menyebut, haram untuk memberikan harta dari hasil suap sebagai nafkah bagi keluarganya.

    "Kemudian hasil haram itu juga seyogianya tidak diberikan untuk menafkahi keluarga atau lainnya," katanya.

    Tak hanya itu, harta yang didapat dari hasil menyogok juga haram untuk disedekahkan. "Allah hanya menerima sedekah dari harta yang bersih," sambung Endang.

    Usaha dengan bekerja itu wajib, tapi perlu juga kamu barengi dengan doa atau melakukan ikhtiar langit, agar keinginanmu itu bisa diraih dengan segera.

    Nah, berikut ini beberapa amalan yang bisa kamu lakukan, supaya bisa memperoleh rezeki yang lancar dan berkah. Apa saja?

    Salah satu cara agar rezeki lancar dengan bersyukur.

    “Dan (ingatlah juga), tatkala Rabbmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih. Dan Musa berkata: “Jika kamu dan orang-orang yang ada di muka bumi semuanya mengingkari (nikmat Allah) maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (QS. Ibrahim : 7-8)

    Allah SWT itu sudah berjanji pada hamba-Nya, mereka yang bersyukur, akan ditambah nikmatnya. Bersyukur ini memang tampak perkara remeh. Tapi biasanya sulit banget dilakukan ketika hati sedang terimpit karena berbagai masalah, salah satunya masalah keuangan.

    Karena itu, supaya rezeki bisa lancar dan berkah, yuk mulai dari sekarang kita biasakan bersyukur dengan berapa pun yang Tuhan beri. Selama itu hasil dari kerja keras yang halal, maka kita patut apresiasi diri. Kalau yang sedikit sudah disyukuri, nanti juga bakal ditambah lagi. Betul begitu?

    Sedekah itu memang mudah ketika kita dalam kondisi berada, dan akan sangat sulit ketika kita pun dalam kondisi kekurangan. Tapi coba deh berlatih diri untuk rutin bersedekah, meski dari yang sedikit dulu. Karena mereka yang gemar bersedekah, selain mendapat ganjaran berupa pahala dari Allah SWT, juga dilapangkan rezekinya dan menenangkan hati. Coba deh!

    “Jika kalian meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipatgandakan (pembalasannya) kepada kalian dan mengampuni kalian. Dan Allah Maha Pembalas Jasa lagi Maha Penyantun”. (QS. At-Taghabun : 17)

    Selain itu, rutin membaca salawat, istigfar dan menunaikan salat duha juga merupakan cara agar rezeki kita lancar. Ingat, rezeki itu bukan hanya berbentuk uang. Kamu diberi kesehatan juga rezeki, coba kalau kamu sakit harus bayar biaya pengobatan di rumah sakit yang tentu tidak sedikit. (mui/idn)