×

Iklan


Herman Sofyan Sisihkan Dana Pokir untuk Perkembangan Pencaksilat Bukittinggi

29 November 2021 | 09:44:22 WIB Last Updated 2021-11-29T09:44:22+00:00
    Share
iklan
Herman Sofyan Sisihkan Dana Pokir untuk Perkembangan Pencaksilat Bukittinggi
Pembukaan Festival Pencak Silat Bukittinggi

Bukittinggi, Khazminang.id -- Festival Pencak Silat Tradisional Minangkabau IPSI Kota Bukittinggi diadakan selama 3 hari dimulai dari tanggal 28 November hingga 1 Desember bertempat di Sport Hall Ateh Ngarai, adalah dengan memanfaatkan dana pokok pikiran anggota DPRD Herman Sofyan.

Acara itu dibuka oleh Walikota Erman Safar dengan dihadiri sejumlah Tuo Silek antara lain Syofyan Nadar, Afrizal Chan dan juga tokoh masyarakat Bukittinggi Eddi Novra.

Sebanyak 90 Perguruan Silat se-Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam dengan total peserta sebanyak 200 orang mengikuti kegiatan para pendekat silat ini.

    Wali Kota Bukittinggi Erman Safar, mengatakan diangkatnya kegiatan ini tidak lain dalam upaya pelestarian budaya peninggalan olah raga tradisional Minangkabau agar bisa diminati oleh generasi millenial, mencari bibit pesilat kategori usia dini, pra remaja dan dewasa.

    Bahkan di dalam IPSI ditekankan "ikuti zamanmu tapi jangan tinggalkan budayamu dan Pencak Silat Jati dirimu," harus ada alat ukur perguruan bahwa murid bisa memenangkan pertandingan di tingkat Provinsi bahkan Internasional dan ini belum kita temui dan ini harus menjadi PR bagi IPSI Kota Bukittinggi," ungkap Erman Safar.

    Sementara itu Herman Sofyan anggota DPRD Kota Bukittinggi yang juga sebagai Ketua  pengurus cabang Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Kota Bukittinggi, menjelaskan sesuai yang telah dianggarkan oleh Pemerintah Daerah Kota Bukittinggi untuk Pokir Anggota Dewan makanya sebagian pokir kita buat event mengarah kepada Festival Silat.

    Festival silat ini diselenggarakan adalah untuk kepentingan kebudayaan dan menjaga budaya bangsa yang telah diturunkan leluhur dan kita minta generasi muda untuk mencintai dan menghayati. Seperti diketahui olahraga tradisional pencak silat telah diakui oleh UNESCO sebagai "Warisan Budaya Tak Benda," maka dari itu kenapa dari kita tidak bangkit. Makanya dari kita secara pribadi masyarakat Kota Bukittinggi dan khususnya generasi muda dan anak anak kita untuk dapat mencintai budaya ini.

    Dari kejuaraan ini sekaligus membentuk karakter dan watak bahkan silat bisa menjalin silaturahmi untuk membikin ukhuwah kita sebagai umat dan meningkatkan batiniah dalam artian “Lahia Silek Mancari Kawan, Bathin Silek Mancari Tuhan” dan juga penyemangat olahraga tradisional silat di Kota Bukittinggi dan menjadi tuan rumah di daerah sendiri.

    Kejuaraan ini tindak lanjut kegiatan tahun 2022 mengarah pada kejuaraan nasional sekaligus ajang uji coba silat tradisi bukan tanding kebudayaan dan seni sesuai dengan petunjuk yang telah diturunkan. Dan Pemko Bukittinggi kita minta  dianggarkan lah kebutuhan kebutuhan festival silat ini karena dari Kota Bukittinggi lah sudah menjadi barometer di Sumatera Barat, ungkap Herman Sofyan. (iwin sb)