×

Iklan


Hanya 0,39 Warga Pariaman yang Belum Tercover BPJS Kesehatan

03 Agustus 2022 | 15:10:57 WIB Last Updated 2022-08-03T15:10:57+00:00
    Share
iklan
Hanya 0,39 Warga Pariaman yang Belum Tercover BPJS Kesehatan
Ilustrasi. NET

´╗┐Pariaman, Khazminang.id-- Pemerintah Kota Pariaman berhasil mencapai cakupan semesta jaminan kesehatan atau Universal Health Coverage (UHC), setelah sekitar 99,61 persen penduduknya sudah tercover jaminan kesehatan.

"Dengan persentase mencapai 99,61 persen yang artinya hanya tinggal 0,39 persen atau 400-an warga Kota Pariaman yang belum diasuransikan lewat BPJS Kesehatan," ujar Wali Kota Pariaman, Genius Umar.

Hal itu diungkapkannya saat Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda), sekaligus pencanangan UHC dalam rangka percepatan akses layanan kesehatan peserta bagi PBPU (bukan pekerja penerima upah) Pemda, di Hotel Safari Inn, Pantai Kata, Selasa (2/8).

    "Jadi, warga yang belum ini, berhak untuk mendapat layanan kesehatan yang sama hanya dengan menunjukan KTP saja, dan sudah bisa nanti dibikinkan kartu BPJS Kesehatannya," sambung Genius Umar.

    Ia mengatakan, UHC atau cakupan kesehatan semesta dinyatakan telah tercapai jika seluruh penduduk sudah memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang komprehensif dan bermutu, baik upaya promotif, preventif, deteksi dini, pengobatan, rehabilitatif dan paliatif tanpa terkendala masalah biaya.

    "Dengan telah tercapainya UHC, warga Kota Pariaman yang belum memiliki jaminan kesehatan, dapat mengakses pelayanan kesehatan baik di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Milik Pemerintah maupun Swasta pada saat masyarakat membutuhkan, dengan hanya menggunakan KTP Kota Pariaman saja," tukasnya.

    Lebih lanjut Genius menjelaskan, Pemerintah Kota Pariaman berkomitmen penuh untuk mewujudkan UHC. Salah satu bentuk komitmen tersebut, adalah dengan dibentuknya Tim Percepatan UHC Kota Pariaman yang terdiri dari OPD terkait (Bappeda, Inspekorat, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dan Camat), sehingga tercapai UHC pada Oktober 2020 lalu dengan cakupan kepesertaan JKN 95,7 persen.

    "Setiap tahun, Pemko Pariaman telah membayar premi asuransi BPJS Kesehatan ini yang nilainya terus naik, sebagai tanggung jawab Pemerintah untuk kesehatan bagi warga yang kurang mampu, khusus untuk warga yang mampu, mereka membayar premi asuransinya sendiri," ungkapnya.

    Dijelaskannya, pada tahun 2019, Pemko Pariaman membayar Rp5 miliar dengan jumlah peserta PBPU/BP Pemda, Jamkes Sumbar Sakato (sharing), sebanyak 9.215 jiwa, dan untuk PBPU/BP Pemda Murni Kota Pariaman, sebanyak 7.716 jiwa.

    "Dan di tahun 2022 ini, premi yang dibayarkan telah mencapai Rp11 miliar lebih, dengan jumlah peserta PBPU/BP Pemda, Jamkes-Sumbar Sakato (sharing), sebanyak 9.733 jiwa dan PBPU/BP Pemda Murni Kota Pariaman sebanyak 15.301 jiwa," tutupnya.

    Pada kesempatan ini, Genius Umar juga menandatangani Komitmen bersama Fasilitas Layanan Kesehatan (Faskes), untuk mendukung penuh Percepatan Akses Layanan Kesehatan Bagi Peserta PBPU Pemko Pariaman, dengan seluruh Faskes, mulai dari klinik, Puskesmas dan Rumah sakit baik negeri maupun swasta yang ada di Kota Pariaman. (Suger)