×

Iklan

SUASANA DI MASJID AL HIJRAH
Halal Bi Halal Bagai "Parade Para Ustadz"

28 Mei 2022 | 16:20:29 WIB Last Updated 2022-05-28T16:20:29+00:00
    Share
iklan
Halal Bi Halal Bagai "Parade Para Ustadz"
Ustadz Brigjen Pol DR. Zulkifli AR.SIK.MH foto bersama para ustadz terkenal di Indonesia, di Masjid Al Hijrah dan Pondok Tahfidz Yatim.

Acara halal bi halal Idul Fitri 1443 Hijriah yang dilaksanakan Majelis Hijrah, pada Sabtu 28 Mei 2022, di Masjid Al Hijrah dan Pondok Tahfidz Yatim, tiba-tiba berubah bagai “Parade Para Ustadz” ketika sipangka acara dari Majelis Hijrah, mendaulat para ustadz kondang yang hadir untuk memberikan tausiyah singkat.

Padang, Khazminang.id—Kendati secara fisik pembangunan Masjid Al Hijrah dan Pondok Tahfidz Yatim, yang dibangun di atas tanah hibah dari Ustadz Brigjen Pol DR. Zulkifli AR.SIK.MH baru terlaksana sekitar 65 persen, namun masjid yang peletakan batu pertamanya dilakukan pada tahun 2019 oleh Kapolda Sumbar yang saat itu dijabat Irjen Polisi Tony Harmanto, pada hari Sabtu 28 Mei 2022, sekitar jam 9.30 WIB, terlihat ramai dikunjungi para kaum muslimin dan muslimat.

Kedatangan para tamu ke masjid yang berada di Jalan Sisingamangaraja No.71, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Sumbar, yang dikelola melalui Yayasan Zaara itu adalah untuk memenuhi undangan dari Majelis Hijrah untuk halal bi halal Idul Fitri 1443 Hijriah, yang mengangkat tema ; “Dari Masjid Kita Bangkit”.

Selain dihadiri oleh Ustadz Brigjen Pol DR. Zulkifli AR.SIK.MH yang dikenal dengan Ustadz Jenderal (UJ), acara itu juga dihadiri para ustadz terkenal di Indonesia, seperti Da'i Internasional Ustadz H. Muhammad Ikbal El Sunury, Lc. MA, putra kelahiran Sunua Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padang Pariaman yang merupakan Imam Besar Masjid Mutiara Damansara-Malaysia.

Juga tampak saat itu Ustadz Dr. H. Narlis Nazar, MA yang dikenal dengan nama Ustadz Orange, yang terlahir dari ibu orang Tanah Datar dan ayah orang Solok, namun lebih dikenal menjadi ikon baru Provinsi Riau, karena dia dinilai memperkuat jati diri Riau sebagai Bumi Melayu yang agamis. Saat ini Ustadz Orange dan tim seluruh Indonesia tengah gencar-gencarnya bergerak untuk membangun pondok pesantren di seluruh Indonesia. Khusus di Pekanbaru, Ustadz Orange bersama timnya tengah berusaha membangun pondok pesantren di atas lahan sekitar dua hektare di Jalan Swadya, Panam.

Kemudian juga tampak hadir Ustadz Zul Erwin yang viral dengan ceramahnya yang menyentil ninik mamak di Minangkabau yang seharusnya banyak dijumpai ikut shalat berjamaah di masjid dan bukannya di lapau atau tempat-tempat lainnya, apa lagi membonceng anjing pergi berburu.

Juga tampak saat itu Ustadz Mhd. Jhoni Al-Annas, MA yang dikenal dengan Ustadz UJA, merupakan salah seorang penceramah terkenal di Sumatera Barat yang mendukung upaya DPP KNPI melaporkan Permadi Arya atas dugaan penistaan agama terkait cuitannya di Twitter menyebutkan Islam Agama yang arogan dan pendatang

Lalu Ustadz Muhammad Iqbal Fadhly S.Kom, selaku Ketua Pondok Pesantren Rehab Hati khusus Tahfidz Quran, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.  

Ketika panitia mendaulat para ustadz kondang ini memberikan tausiyah singkat, saat itu suasana Masjid Al Hijrah di Jalan Sisingamangaraja berubah bak “Parade Para Ustadz”, karena kualitas materi yang disampaikan benar-benar berbobot dan menyentuh hati.

Pada kesempatan itu, Ustadz Brigjen Pol DR. Zulkifli AR mengatakan, kenapa ia mengusung konsep hijrah dalam membangun Masjid Al Hijrah dan Pondok Tahfidz Yatim bersama Yayasan Zaara, karena kata dia hijrah itu tak obahnya bagai metamorfosis dari ulat jadi kepompong hingga jadi kupu-kupu yang indah, lalu hinggap dari satu bunga ke bunga lain, hinggap dari satu putik buah ke putik yang lain, sehingga menghasilkan buah yang bagus.

Pria yang juga aktif menjadi dosen Pasca Sarjana di perguruan tinggi yang ada di Kota Bandung dan juga aktif sebagai trainer dan konsultan di bidang hukum ini menegaskan bahwa hijrah bukan sebuah ilusi, tapi janji yang harus ditepati.

Ustadz UJ mengatakan, Masjid Al Hijrah dan Pondok Tahfidz Yatim itu nantinya akan menjadi Pusat Da’wah untuk masyarakat, dimana Masjid ini akan buka 24 jam, tidak boleh tutup.

Sementara bersebelahan dengan Masjid Al Hijrah, Ustadz UJ bersama Yayasan Zaara telah pula menyediakan penginapan atau geust huose untuk kaum muslim dan muslimat  yang sedang safar dengan fasilitas, free wifi, free tea dan free coffee.

Dikatakannya, ini adalah satu-satunya di dunia dimana geust huose langsung terkoneksi dengan masjid, yaitu Masjid Al Hijrah.

“Kita juga punya program Jumat Barokah makanan gratis untuk jamaah dan buka puasa bersama tiap Senen dan Kamis. Semua disiapkan oleh pengurus masjid. Kita akan buat data base jamaah masjid, setiap minggu ada kajian Islam. Untuk kepentingan sosial, maka jamaah akan diberikan biaya berobat bila sakit, jamaah yang rajin ibadahnya nanti akan kita Umrohkan setiap tahun,” ujar Ustadz UJ.

Ia pun mengatakan, konsep Pondok Tahfidz yang dibangunnya itu gratis khusus bagi anak yatim serta disiapkan untuk tempat menginapnya.

“Bagi saudara-saudara kaum muslimin yang ingin ikut membangun rumah di sorga dan berinvestasi jariah, silahkan ikut dalam program ini In Sya Allah barokah, Aamiin Ya Allah,” ujar Ustadz UJ. (Febriansyah Fahlevi)