×

Iklan


Gugatan PHPU Pilgub Sumbar Diputus Pekan Depan, Ini Kata Nasrul Abit

11 Feb 2021 | 20:09:01 WIB Last Updated 2021-02-11T20:09:01+00:00
    Share
iklan
Gugatan PHPU Pilgub Sumbar Diputus Pekan Depan, Ini Kata Nasrul Abit
MENUNGGU-- Sidang gugatan PHPU Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar, masih dalam proses pemeriksan oleh Mahkamah Konstitusi (MK). Pengumuman putusan sidang sendiri bakal dilakukan pada antara 15-16 Februari mendatang. DOK

Padang, Khazminang.id-- Mahkamah Konstitusi (MK) RI saat ini masih memproses sidang gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilgub Sumbar. MK sendiri menjadwalkan putusannya akan disampaikan pekan depan.

"Apakah sidang akan dilanjutkan atau dihentikan, tentu ada dua kemungkinan. Pengumuman putusan sidang sendiri bakal dilakukan pada antara 15-16 Februari," kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Barat, Yanuk Sri Mulyani, Kamis (11/2).

Menurut dia, apabila keputusan MK menyatakan sidang dilanjutkan, maka akan dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi. "Kalau putusan itu berlanjut lagi berarti kami persiapkan saksi, karena untuk alat bukti sudah didaftarkan," katanya pula.

    Menurut dia, dari saksi-saksi dibutuhkan untuk memberikan sejumlah keterangan, dan sebaliknya jika nanti MK memutuskan sidang dihentikan maka artinya permohonan dari pihak pemohon ditolak atau dismissal.

    "Kalau misalnya berdasarkan putusan pada 15-16 nanti ternyata dismissal, berarti KPU setelah itu akan melakukan tahapan selanjutnya yakni penetapan calon terpilih," katanya pula.

    KPU menurutnya, diberi waktu selambat-lambatnya lima hari untuk menetapkan pasangan calon terpilih apabila MK menolak gugatan tersebut. Ia berharap MK mengakomodir apa yang disampaikan KPU dalam jawaban itu, sebab di dalam jawaban itu, KPU menerangkan terkait dengan kewenangan MK dan lainnya.

    "KPU Sumbar sebagai penyelenggara optimistis apa yang dilakukan KPU Sumbar sudah sesuai regulasi yang ada. Kami optimis dengan kerja kami," katanya pula.

    Sebelumnya, MK menggelar sidang PHPU Pilgub Sumbar dan masuk dalam pemeriksaan persidangan dan rapat permusyawaratan hakim yang berlangsung dari 1-11 Februari 2021. Kemudian pembacaan putusan dilakukan pada 15-16 Februari 2021.

    KPU Sumbar sebagai termohon menghadapi dua permohonan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 2 Nasrul Abit-Indra Catri, dan nomor urut 1 Mulyadi-Ali Mukhni.

    Siap Menerima

    Nasrul Abit sebagai salah satu pihak yang mengajukan sengketa mengatakan, dirinya bersama Indra Catri siap menerima apapun keputusan majelis hakim MK, baik gugatannya diterima ataupun tidak.

    “Saya dengan Indra Catri sudah menunjuk pengacara untuk beracara, kita sekarang menunggu hasilnya. Kalau seandainya kita diterima Alhamdulillah, kalau tidak diterima ya juga Alhamdulillah,” katanya di Padang, Kamis (11/2).

    Ia mengatakan, semua ini merupakan proses politik yang tentu ada awal dan ada akhirnya. Siapapun nanti yang menang menjadi gubernur dan wakil gubernur, ia berharap ada hal-hal yang mesti harus diperhatikan untuk pembangunan Sumbar ke depan.

    “Kita tentu memelihat pertumbuhan ekonomi, kita lihat juga provinsi tetangga percepatan pembangunan infrastrukturnya, tentu kita bagaimana bisa mengejar menciptakan transportasi bisa lancar dan menunjang ekonomi,” katanya.

    Selain itu terang Nasrul, seperti program pembangunan infrastruktur Mentawai juga banyak hal yang mesti dikerjakan dan dilanjutkan oleh pemimpin berikutnya. Begitu juga daerah lain yang memiliki daerah tertinggal.

    Nasrul mengungkapkan, jika pensiun dari dunia politik nantinya, ia belum ada rencana pasti. Bisa saja bertani atau bersosialisasi di masyarakat saja terlebih dahulu. Ia bersyukur selama 45 tahun sejak bekerja belum pernah sakit, termasuk saat di dunia politik.

    “Kalau Pak Gubernur bilang selama 10 tahun tidak sakit, maka saya Alhamdulillah sejak bekerja juga tidak pernah sakit, tidak pernah dirawat, tapi kalau sakit sakit biasa ya ada, mudah-mudahan tidak sakit,” ujarnya.

    Namun dalam waktu dekat kata Nasrul, terlebih dahulu ia menghabiskan waktu bersama keluarga dan anak cucu. Rencana ia tinggal di Kota Padang. Soal dunia politik dirinya akan lihat-lihat dulu. “Untuk sementara bersama keluarga, kalau soal politik kita lihat lagi perkembangannya, kalau memang ada kesempatan masuk politik ya kita masuk lagi,” tuturnya. Jer/mdk