×

Iklan


Gubernur Sumbar Resmi Sandang Gelar Abah Rakean, Pengukuhan Berlangsung Khidmat

16 September 2023 | 14:45:15 WIB Last Updated 2023-09-16T14:45:15+00:00
    Share
iklan
Gubernur Sumbar Resmi Sandang Gelar Abah Rakean, Pengukuhan Berlangsung Khidmat

Padang, Khazanah – Pengukuhan Gubernur Sumbar Buya Mahyeldi menyandang gelar kehormatan “Abah Rakean” dari warga Sunda, berlangsung dengan khidmat, Sabtu (16/09/2023). Sedikitnya 500 warga Sunda dari seluruh kabupaten/kota di Sumbar yang hadir memenuhi ruangan auditorium gubernuran, memberikan dukungan penuh kepada Mahyeldi.

Diawali dengan pemasangan pin kujang di dada Gubernur Sumbar Mahyeldi oleh Ketua Bidang Organisasi Pengurus Besar Paguyuban Pasundan, Eddy Jusuf. Kemudian dilanjutkan dengan pemasangan ikat di kepala bercirikan khas Sunda.

Gubernur Sumbar Mahyeldi dalam sambutannya usai pengukuhan mengungkapkan terima kasih atas gelar yang diberikan. Semoga dengan menyandang gelar Abah Rakean, dapat makin memperkokoh dan menguatkan hubungan yang telah terjalin selama ini antara warga Sunda dengan warga Sumbar. Selaigus juga dapat sama-sama berkontribusi untuk pembangunan Sumatera Barat.

    “Terima kasih. Semoga saya dapat melaksanakan dan mengaplikasikan gelar Abah Rakean yang saya sandang di tengah masyarakat, baik untuk warga Sunda sendiri maupun untuk masyarakat Sumbar secara keseluruhan,” ujar Mahyeldi yang disambut tepuk tangan hadirin.

    Turut hadir Kapolda Sumbar Irjenpol Suharyono yang merupakan sumando orang Sunda karena sang istri berasal dari Tasikmalaya. Juga hadir Ketua TP PKK Sumbar Harneli Mahyeldi, Sekretaris Bidang Organisasi PB Paguyuban Pasundan Dr.H. Kunkurat, SIP, MSi yang juga merupakan Dekan FISIP Univesitas Pasundan, Ketua Departemen Bidang Organisasi PB Paguyuban Pasundan, Dr.H. Deden Ramdan, SIP, MSi, DBA dan undangan lainnya.

    Pengukuhan gelar kehormatan Abah Rakean dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) Paguyuban Warga Sunda (PWS) Sumbar dengan Pengurus Besar (PB) Paguyuban Pasundan tentang dukungan terhadap program pembangunan Pemprov Sumbar.

    “Kami warga Sunda yang tergabung dalam PWS Sumbar siap dan mendukung program Pemprov Sumbar,” ujar Ketua PWS Sumbar, Maman Sudarman.

    Dikatakan, PWS Sumbar berdiri pada September 1969 dengan nama Ikatan Keluarga Jawa Barat (IKJB). Kemudian IKJB berganti nama menjadi Paguyuban Warga Jawa Barat (PWJB). Sejak Banten keluar dari Jawa Barat dan menjadi provinsi yang berdiri sendiri maka PWJB berganti nama menjadi PWS hingga saat ini.

    “Anggota PWS Sumbar saat ini jumlahnya mencapai 70.000 jiwa. Mereka dominan bergerak di sektor pertanian dan UMKM dengan perkembangan usaha yang masih perlu diberdayakan lagi. Diharapkan dengan adanya Abah Rakean, dapat menjembatani berbagai persoalan yang dihadapi anggota PWS agar mereka bisa lebih berkembang,” katanya.

    Sementara Ketua Bidang Organisasi Pengurus Besar Paguyuban Pasundan, Eddy Jusuf yang juga Rektor Universitas Pasundan menyebutkan, untuk membangun daerah perlu sinergi segenap pihak, tak terkecuali berbagai etnis warga yang tinggal dan berdiam di daerah itu. Salah satunya adalah warga Sunda yang menetap di Sumbar harus ikut terlibat dan bersinergi dalam pembangunan daerah.

    “Kami berpesan untuk warga Sunda seluruhnya, khususnya yang menetap di Sumbar, jadi lah solusi di mana pun tinggal,” katanya. (devi)