×

Iklan

PERTEMUAN FORUM STRATEGIS DAERAH
Gubernur Mahyeldi: Gotong Royong Modal Utama Melawan Covid

16 Jun 2021 | 15:14:21 WIB Last Updated 2021-06-16T15:14:21+00:00
    Share
iklan
Gubernur Mahyeldi: Gotong Royong Modal Utama Melawan Covid
Ketua FKUB Prof. Duski Samad menyerahkan buku dan laporan soal kerukunan beragama di Sumatera barat kepada Gubernur Mahyeldi

Padang, Khazminang -- Soal bahu membahu dan kegotongroyongan dalam memperjuangkan kebaikan bersama, orang Minang sudah menunjukkan sejak lama.

Bahkan, kata Gubernur Mahyeldi, dalam Perang Kamang 1908 pun semangat kebersamaan itu ditunjukkan oleh masyarakat lambang dan sekitarnya untuk saling pertolongan melawan tekanan Belanda yang menerapkan belasting atau pajak yang mencekik.

Ketika berbicara dalam acara Silaturahmi Forum-Forum Strategis Daerah yang diinisiasi oleh kepala Badan Kesbangpol Sumbar, Nazwir di Aula kantor Gubernur siang ini, Mahyeldi mengajak masyarakat Sumbar untuk mengejawantahkan kembali semangat kegotongroyongan itu dalam menghadapi wabah Covid - 19 sekarang ini.

    Gubernur juga mengingatkan kembali pentingnya generasi muda mengenang dan mengetahui fragmen-fragmen penting dalam sejarah Minangkabau atau Sumatera Barat yang sangat heroik dan patriotik. "Semua perlu diwariskan nilai -nilainya kepada generasi milenial untuk membangkitkan kembali semangat berminangkabau, semangat bersumaterabarat dan semangat berindonesia. Dijadikan semangat gotongroyong melawan pandemi Covid-19 ini," kata Mahyeldi.

    Forum strategis daerah yang terdiri dari Forum Kerukunan Umat Bergama (FKUB), Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT)  DHD 45, Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) tersebut diingatkan oleh Gubernur Mahyeldi tentang pentingnya peran mereka mendorong semangat kegotongroyongan tadi.

    Ia mengajak, forum-forum ini menjadi lembaga strategis untuk menghindarkan pergesekan horizontal dalam masyarakat. "Forum forum ini hendaklah semakin gencar mengajak masyarakat untuk menyatu dalam kebersamaan, perbedaan yang ada janganlah menjadi menonjol dan meruncing hingga menimbulkan pertentangan sesama. Jika sudah begitu, tentu akan sulit membangun semangat kegotongroyongan," ujarnya.

    Mahyeldi menekankan pentingnya persatuan dan harmonisasi.

    "Saya bahkan mengundang kritikan dari siapa saja dan tidak akan menganggap diri saya super, pasti ada kekurangan. Hanya para sahabatlah yang akan mengingatkan kekurangan - kekurangan kami dalam menjalankan amanat rakyat ini," ujarnya.

    Sementara itu menurut Kepala Badan Kesbangpol Sumatera Barat, Nazwir, kegiatan ini merupakan kegiatan rutin untuk saling berbagi informasi diantara sesama mitra Kesbangpol. (Eko)