×

Iklan

KALANGAN DPRD SUMBAR GERAM
Gubernur 'Copy Paste' RPJMD Kota Padang

19 Jul 2021 | 16:53:11 WIB Last Updated 2021-07-19T16:53:11+00:00
    Share
iklan
Gubernur \
Anggota DPRD Sumbar H. M. Nurnas sedang menyigi lembaran RPJMD Sumbar 2021-2026 di markas

Padang, Khazminang.id - Kalangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumbar geram karena merasa dipermainkan gubernur dengan meng-copy paste RPJMD Kota Padang menjadi RPJMD Sumbar 2021-2026.

Karena, para wakil rakyat itu melihat RPJMD Sumbar tak sesuai dengan Permedagri 86/2017 tentang Tata Cara Perencana Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah.

"Copy paste dengan RPJMD Kota Padang kentara sekali, sehingga geli saya ketika menyigi RPJMD Sumbar madani yang disusun oleh orang hebat yang saya kenal selama ini. Angka di RPJMD pun copas RPJMD Kota Padang," ujar Sekretaris DPRD H. M Nurnas yang juga Pansus RPJMD Sumbar ini di markas 'Teh Talua' Jl. Pramuka Padang, Senin (19/7).

    Dikatakan laki-laki yang akrab dipanggil 'Cak Nurnas' ini, RPJMD provinsi itu mempedomani Permendagri, fakta dari dokumen RPJMD itu bab per-bab tidak sinkron.

    "Saya minta ke Pansus supaya melakukan tugas pengkajian terhadap RPJMD tidak menjadi editor terhadap naskah ini," ujar H. M Nurnas.

    Dijelaskan, RPJMD itu terdiri 9 bab, bab IV topik masalah dan isu, terungkap antar bab sebelumnya berlawanan.

    "Pembangunan bagus potret daerah di bab IV, contoh soal Bina Marga saja sudah tidak singkron lagi, menyebutkan permasalahan soal. infrastruktur," ujar HM Nurnas.

    Bahkan tim gubernur juga lupa, kemampuan riil keuangan daerah kisarannya Rp1,2 triliun. Total penerimaan menjadi APBD Rp7,9 triliun, di 2026 pas dikuliti Pansus soal ini, jangankan bertambah menjadi turun menjadi Rp7,8 triliun.

    "Biasanya jika diminta kaji pasti estimasi APBD ditahun akhir jabatan bertambah," ujar H. M Nurnas.

    Nurnas yang juga Sekretaris Fraksi Demokrat ini mengatakan, RPJMD hampir 419 halaman setelah dibaca halaman per- halaman ternyata isinya copy paste dengan RPJMD Kota Padang.

    "Padahal penyusunnya saya tahu pasti orang ber-kualifeid semua," ujar H. M Nurnas.

    Antara Bab 2 dan bab 4, kata H. M Nurnas dokumen RPJMD tidak menyambung.

    "Bab 2 disebut air maninjau rusak tercemar, ee... pas di bab 4 kok nggak dipermasalahkan, aneh nggak tuh, silahkan copas tapi ubah bahasa-lah, karena jika nyontek habis jika di bawa ke Sumbar maka makna dan implementasinya jadi berbeda," ujar H. M Nurnas.

    Sekaitan dengan adanya copy paste RPJMD Sumbar dari RPJMD Kota Padang, Ketua LSM Masyarakat Anti Korupsi (MAMAK) Syarial Aziz, mengatakan ini sebuah penlanggaran, karena dalam membuat dokumen memakai uang negara, maka harus dibuat dengan kerja yang benar.

    "Kalau ini copy paste berarti ada pemborosan dan pembohongan didalamnya, maka merupakan pelanggaran dan bisa menjadi temuan hukum, karena dalam membuat dokumen perencanaan jangan pernah anggap remeh," ulas Syahrial. *