×

Iklan


Gaung Ekspose Gelar Kolaborasi Pertunjukan Seni, Bangun Kepedulian Anak terhadap Korban Bencana

25 Mei 2024 | 16:25:06 WIB Last Updated 2024-05-25T16:25:06+00:00
    Share
iklan
Gaung Ekspose Gelar Kolaborasi Pertunjukan Seni, Bangun Kepedulian Anak terhadap Korban Bencana

Padang – Sumbar dihempas bencana. Bertubi-tubi bencana menimpa. Tak terhitung kerugian harta benda termasuk warga yang kehilangan orang-orang tercinta. Tetapi warga terdampak bencana tidak sendirian. Semua peduli pada duka mereka, semua berempati dan mengulurkan tangan untuk saling menguatkan.

Kepedulian pada warga terdampak bencana berdatangan dari berbagai penjuru negeri. Salah satunya dilakukan oleh Sanggar Gaung Ekspose di Padang yang menggelar kolaborasi pertunjukan peduli bencana dengan tema “Menyentuh Jiwa Menggerak Raga”, Sabtu (25/04/2024) di Taman Budaya Sumbar.

Sanggar Gaung Ekspose sendiri berdiri tahun 1986 dengan berbagai kegiatan menggali potensi dan mengembangkan bakat kanak-kanak dan remaja. Kolaborasi pertunjukan peduli bencana ini, juga melibatkan kanak-kanak.

    Tujuannya, agar nurani mereka ikut tergugah dan sekaligus membangkitkan kepedulian kanak-kanak atas musibah yang menimpa kanak-kanak sebayanya. Banjir bandang dan longsoran lahar dingin Gunung Marapi telah memprakporandakan kampung mereka.

    “Kegiatan yang kita gelar ini melibatkan anak-anak, seperti pembacaan puisi untuk anak-anak dan remaja dan lomba mewarnai dengan peserta murid TK di Kota Padang,” kata Pendiri dan Pimpinan Sanggar Gaung Ekspose, Anita Dikarina.

    Penampilan salah seorang peserta baca puisi, Mikaylo Wanageeska Prabawa, siswa Kelas 1 SD Muhammadyah 1 Padang, sungguh membuat hadirin terpaku, larut dalam setiap kata yang diucapkannya. Puisi berjudul “Sumbar Berduka” karya Anita Dikarina, menggoreskan makna mendalam dalam sanubari setiap orang yang mendengarnya.

    “Saya suka baca puisi sejak kecil dan sekarang belajar di sanggar Oma Rina,” ujar bocah tampan itu.


    Murid TK mewarnai gambar gunung meletus.

    Untuk lomba mewarnai diikuti sekolah Taman Kanak-kanak (TK) yang tergabung IGTK Kota Padang. Mereka berkreasi sambil bermain dengan warna-warna pada yang disediakan, berupa gambar gunung yang sedang meletus.

    “Lomba mewarnai ini pemenangnya mulai dari Juara 1, 2, 3, adalah Surya Zuyina, Syakira Fadia Lubis, Clemira Daisha Zaka, serta Juara Harapan 1, 2, dan 3 adalah Azfer Basyar Alfahriy, Keana Wainoa Prabawa dan Dion Hanin  Nugrah,” terang Rina.

    Selain itu, juga ada pameran lukisan seni karya AI oleh Armunadi dan Anita Dikarina. Ada 10 lukisan yang menggunakan efek AI yang menampilkan potret daerah yang dilanda bencana lahar dingin. Meski demikian, anak-anak terdampak bencana tak boleh kehilangan keceriaannya, tak boleh larut dalam duka orangtuanya.

    “Melalui lukisan ini, kita mengingatkan semua orang tentang hak-hak anak. Meski mereka tinggal di pengungsian dengan segala keterbatasan, tetapi mereka harus tetap bisa bermain dan tertawa dengan teman-teman sebayanya,” terang Rina didampingi Armunadi.

    Salah satu lukisan Armunadi yang juga seorang kritikus seni memotret kesenduan wajah seorang ibu yang dikepalanya menjunjung gunung yang tengah memuntahkan lahar dingin.

    “Ini potret seorang ibu yang sedang bersedih dan menangis yang digambarkan dari lahar dingin yang mengalir,” katanya.

    Juga tampil musikalisasi puisi oleh D-Judis dan Armeynd Sufhasril. Di akhir pertunjukkan, Sanggar Gaung Ekspose yang didukung Japan Matsuri menyerahkan bantuan untuk korban terdampak bencana berupa makanan siap saji, pakaian layak pakai, beras 25 Kg dan paket untuk anak-anak. (devi)