×

Iklan


Galanggang Arang #7 Kayutanam Ditutup, WTBOS Inspirasi Penciptaan Seni Budaya

30 November 2023 | 13:43:19 WIB Last Updated 2023-11-30T13:43:19+00:00
    Share
iklan
Galanggang Arang #7 Kayutanam Ditutup, WTBOS Inspirasi Penciptaan Seni Budaya

Padang, Khazanah – Usai sudah Festival Galanggang Arang #7 Kayutanam. Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah III Sumbar, Undri menutup secara resmi, Rabu (29/11) yang dihadiri sejumlah tamu undangan, Walinagari Kayutanam, Camat 2x11 Kayutanam serta warga setempat.

Menurut Undri, kegiatan tersebut sukses menggali potensi budaya Padang Pariaman. Warisan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto (WTBOS) menjadi salah satu sumber inspirasi lahirnya berbagai jenis penciptaan seni budaya.

“Kami mengapresiasi semua pihak yang telah mendukung Galanggang Arang di Kayutanam, Kabupaten Padang Pariaman dengan baik, mulai dari segenap panitia, partisipan serta pihak lainnya,” katanya.

    Pada pelaksanaan iven, pihaknya juga telah memamerkan arsip tentang WTBOS. Beberapa museum juga dilibatkan agar membawa asetnya untuk ikut dipamerkan, seperti Museum Sawahlunto dan museum Perang Sintuak. Selain arsip dipamerkan juga miniatur Mak Itam beserta gerbong dan beberapa properti lainnya.

    Festival ditutup dengan penampilan komposisi musik tradisi modern berjudul “Sound of Kaba Nan Ampek” oleh grup musik Mahoni. Pesan kato nan Ampek, filosofi laku hidup orang Minang disajikan dalam pertunjukan musik dan aklamasi puisi. Perpaduan bunyi dari Talempong, gendang, bass, biola dan elektronik musik berhasil menuai tepuk tangan riuh para pengunjung.

    Selain itu ada penampilan puisi dari komunitas Seni Nan Tumpah, Tari Indang Kreasi Sanggar Tuah Sepakat, pertunjukan musik Sanggar Umbuik Mudo dan Sanggar Binuang Sati, drama tari Sanggar Warih Bajawek, pertunjukan musik puisi SMAN1 Batang Anai dan Katumbak juga memeriahkan hari terakhir Galanggang Arang #7 Kayutanam.

    Ketua Pelaksana Galanggang Arang #7, Nanda Andika Saputra mengucapkan terimakasih kepada seluruh warga Kayutanam yang bahu-membahu agar perhelatan ini berjalan lancar. Stasiun Kayutanam adalah warisan anak nagari. Karena itu segala sesuatu yang berbentuk fisik maupun budaya yang lahir dari keberadaan stasiun itu harus dirawat dan lestarikan.

    "Perhelatan ini berhasil mendatangkan ribuan pengunjung. Selain ada pameran dan penampilan seni budaya tradisi, juga meningkatkan perekonomian. Pedagang yang berjualan diluar stand UMKM adalah anak nagari ini. Dagangan mereka laris manis diserbu pengunjung," cerita Nanda.

    Kurator Festival Galanggang Arang #7,  Mahatma Muhamad berharap agar tahun depan kegiatan ini bisa dilanjutkan pada wilayah Padang Pariaman.

    Selain itu juga ada pengumuman pemenang lomba Layang-Layang Darek anak nagari se-kabupaten Padang Pariaman yang telah terlaksana pada tanggal 28 -29 November 2023.

    Salah satu warga Jorong Pasa Tangah, Pak Ladun (75), pensiunan juru lansir Mak Itam di stasiun Kayutanam menyampaikan rasa bahagianya.

    "Di umur saya yang renta, belum pernah melihat orang berdatangan seramai ini ke Kayutanam. Apalagi mereka juga membicarakan Mak Itam. Saya teringat waktu kerja dulu merangkai gerbong untuk Mak Itam", ujarnya dengan mata berbinar. (devi)