×

Iklan

KEKAYAAN DIDISTRIBUSIKAN MERATA
Finlandia Negara Paling Bahagia di Dunia, Afghanistan dan Lebanon Paling Bawah

22 Maret 2024 | 16:18:04 WIB Last Updated 2024-03-22T16:18:04+00:00
    Share
iklan
Finlandia Negara Paling Bahagia di Dunia, Afghanistan dan Lebanon Paling Bawah

Jakarta, Khazanah – Finlandia mendapat predikat sebagai negara paling bahagia di dunia selama tujuh tahun berturut-turut, dikutip dalam Laporan Kebahagiaan Dunia (World Happiness Report) 2024.

Kemudian diikuti ketat oleh Denmark dan Islandia di bawahnya sebagai negara paling bahagia di dunia. Di peringkat terbawah dari 143 negara dan teritori adalah Afghanistan dan Lebanon.

Profesor Jan-Emmanuel De Neve yang juga memimpin Pusat Penelitian Kesejahteraan di University of Oxford mengatakan, Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita menjadi penanda penting dalam kebahagiaan suatu negara, tetapi bukan hanya itu.

    “Kekayaan benar-benar penting, tetapi yang juga penting adalah bagaimana kekayaan itu didistribusikan. Jadi di Finlandia, Denmark dan negara-negara Skandinavia lainnya, kita akan mendapati bahwa kekayaan itu didistribusikan dengan lebih merata sehingga lebih banyak orang yang mendapat manfaat dari kekayaan negara-negara itu. Dan kemudian, masing-masing negara itu mendukung suatu negara kesejahteraan yang memberikan stabilitas psikologis," katanya.

    AS keluar dari posisi 20 teratas untuk pertama kalinya. Negara ini turun ke tempat ke-23 dari posisi ke-15 tahun lalu, karena merosotnya perasaan sejahtera oleh mereka yang berusia di bawah 30 tahun.

    Laporan yang didukung PBB itu juga menunjukkan bahwa bukan hanya generasi muda Amerika yang tidak bahagia.

    “Seruan utama untuk mengambil tindakan berdasarkan Laporan Kebahagiaan Dunia tahun ini adalah kita perlu berbuat sesuatu terkait penurunan kesejahteraan generasi muda yang dramatis di Amerika Utara dan Eropa Barat serta Inggris," ujarnya di Jakarta, Kamis (21/3/2024).

    De Neve mengatakan serangkaian faktor kemungkinan juga menjadi penyebabnya.

    Faktor-faktor itu mencakup meningkatnya polarisasi mengenai berbagai isu sosial, aspek negatif media sosial, ketimpangan ekonomi yang membuat orang-orang semakiin sulit untuk memiliki rumah sendiri dibandingkan dengan pada masa lalu. Sementara itu, banyak di antara negara dengan peningkatan kesejahteraan terbesar di kalangan generasi muda adalah bekas negara-negara komunis di bagian tengah dan timur Eropa