×

Iklan


Fenomena Pembelajaran Daring bagi Anak Usia Dini di Masa Pandemi

11 Juli 2021 | 19:27:59 WIB Last Updated 2021-07-11T19:27:59+00:00
    Share
iklan
Fenomena Pembelajaran Daring bagi Anak Usia Dini di Masa Pandemi
Sri Oktafia,S.Pd

Oleh: Sri Oktafia,S.Pd*

Sudah menjadi fakta terbuka bahwa pandemi COVID-19 telah memorakporandakan segalanya. Dinamika kehidupan manusia direnggut. Hampir semua aktivitas produktif yang menjadi keseharian manusia dibatasi, dunia pendidikan pun turut berubah. Mulai dari metode pembelajaran, penganggaran, hingga sasarannya.

Kendati demikian, pandemi COVID-19 tak boleh menghentikan proses pendidikan, khususnya untuk anak usia dini. Mengapa? Karena itu adalah usia krusial puncak perkembangan anak yang mempengaruhi masa depannya. Atau dalam kata lain, usia dini adalah usia emas dalam membangun pondasi belajar dan hidup mereka, semua dimulai dari usia dini.

    Pendidikan yang semula dengan metode tatap muka di lembaga pendidikan, selama pandemi ini, tak jarang diubah menjadi pembelajaran daring/online dan dilaksanakan dari rumah masing-masing untuk mencegah dan menanggulangi penyebaran virus COVID-19. Kebijakan tersebut berlaku bagi semua jenjang pendidikan baik dari tingkat PAUD hingga tingkat perguruan tinggi.

    Berubahnya metode pembelajaran tersebut, tentunya menimbulkan sejumlah problematika dalam penerapannya, khususnya bagi anak usia dini. Karena mereka tak dapat belajar sendiri tanpa pendampingan orang tua.

    Pada Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, jelas-jelas dinyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

    Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi setiap generasi bangsa. Anak-anak merupakan salah satu subjek dari pendidikan yang harus mendapatkan pendidikan secara layak dan benar sesuai dengan tingkat perkembangan usia mereka. Peletakan dasar secara benar dan pola yang sesuai akan menghasilkan generasi yang mempunyai sumber daya manusia unggul dan mempunyai tingkat keilmuan yang berimbang.

    Untuk itu, pola pendidikan harus dirancang dengan tepat dan dilaksanakan secara benar sesuai dengan formulasinya yang diperuntukkan bagi peserta didik semenjak usia dini akan memberikan efek positif bagi perkembangan keilmuan anak itu sendiri.

    Jika kita kaitkan dengan kondisi yang kita alami saat ini, berada pada masa pandemi dan anak-anak harus belajar secara daring, bagaimana dengan anak usia dini? Apakah mereka paham dengan pembelajaran daring? Di mana, mereka adalah anak-anak yang baru mulai menginjakkan kaki ke dunia pendidikan yang dikenalnya dengan nama sekolah, tempat mereka bermain sambil belajar dan belajar seraya bermain. Semua aspek perkembangan anak apakah bisa terwujud dengan pembelajaran daring ini?

    Banyak sekali fenomena yang terjadi, dan sekolah harus pandai mengambil sikap dan tindakan apa yang sebaiknya dilakukan agar semua aspek perkembangan anak berkembang dengan semestinya di masa pandemi ini.

    Bagi anak, bermain adalah seluruh aktivitas anak termasuk bekerja, kesenangannya, tidak sekadar mengisi waktu, tetapi merupakan kebutuhan anak seperti halnya makanan. Melalui bermain, anak tidak hanya menstimulasi pertumbuhan otot-ototnya, tetapi lebih dari itu. Anak tidak sekadar melompat, melempar dan berlari. Tetapi mereka bermain dengan menggunakan seluruh emosinya, perasaannya dan pikirannya. Bermain adalah unsur yang penting bagi perkembangan anak baik dari fisik, emosi, mental, intelektual, kreatifitas dan sosialnya.

    Belajar secara daring untuk anak usia dini, tampaknya tidaklah efektif. Pembelajaran yang biasanya dilakukan di sekolah, dipindahkan ke rumah untuk menghindari penularan COVID-19. Orang tua harus mempunyai ponsel Android disertai paket data internet, harus mempunyai waktu untuk mendampingi anak saat belajar secara daring. Sebab, anak usia dini belum mengerti dengan pembelajaran daring. Tingkat kesabaran orang tua sangat diuji sekali dalam pembelajaran daring ini. Kesempatan bermain bersama teman sebaya tidak dirasakan oleh anak. Alat-alat permainan yang ada di sekolah, tidaklah sama dengan yang ada di rumah.

    Bagaimana baiknya penerapan pembelajaran daring ini? Selama proses pembelajaran daring, peserta didik memiliki banyak waktu untuk belajar. Peserta didik dapat belajar kapan pun dan dimana pun, serta peserta didik juga dapat berinteraksi dengan guru pada waktu yang bersamaan, seperti menggunakan video call atau live chat. Guru dituntut untuk kreatif.

    Dalam mendorong kualitas pembelajaran pada anak usia dini perlu kerjasama dan dukungan orang tua. Orang tua menjadi kunci salah satu pihak yang bertanggung jawab dalam keberlangsungan pendidikan anak usia dini di masa pandemi COVID-19. 

    Pengasuhan positif, penyediaan lingkungan belajar yang memadai, dan sumber belajar yang relevan, tentunya akan sangat membantu anak usia dini dalam menjalani masa transisi menuju era new normal.

    Pada pembelajaran daring ini, peran penting orang tua sangat diharapkan sekali agar anak-anak cepat tumbuh perkembangannya. Orang tua di rumah bisa membantu anak, seperti mengenalkan angka dan huruf melalui permainan anak yang ada di rumah.

    Sejalan dengan itu, orang tua juga bisa mengenalkan angka dan huruf melalui permainan anak yang ada di rumah, mengenalkan warna dan bentuk benda yang ada di rumah, mengajak anak untuk menggambar dan mewarnai.

    Kemudian, juga bisa mengajak anak-anak menghitung mainan mereka, bermain puzzle, membacakan buku cerita, memasak bersama, menonton film, dan masih banyak lagi.

    Kolaborasi dan komunikasi antara guru dan orang tua harus berjalan dengan baik, agar semua aspek perkembangan anak dapat berkembang sebagaimana mestinya. Kebijakan pemerintah tentang belajar daring, tak serta merta membuat guru melepaskan tugasnya dalam memberikan pendidikan kepada anak usia dini.

    Justru hal itu menuntut guru untuk meningkatkan kompetensinya dalam melakukan pembelajaran jarak jauh dan tetap menilai perkembangan anak berdasarkan laporan kegiatan dari para orang tua. Dengan demikian, pembelajaran daring bagi anak usia dini di masa pandemi ini dapat berjalan dengan baik.

    (Penulis merupakan mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan (Daljab) angkatan 1 tahun 2021)