×

Iklan


Febrimen Gindo Kayo, Perajin Perak yang Tetap Bertahan di Tengah Gempuran Pandemi

30 Juli 2020 | 00:00:56 WIB Last Updated 2020-07-30T00:00:56+00:00
    Share
iklan
Febrimen Gindo Kayo, Perajin Perak yang Tetap Bertahan di Tengah Gempuran Pandemi
?TERJANGKAU- Febrimen Gindo Kayo, pengrajin perak di Kota Padang Panjang yang dicari pelanggan dari berbagai daerah karena ukiran peraknya yang khas dan harga terjangkau. PAUL HENDRI

Padang Panjang, Khazminang.id-- Selain rempah-rempah dan aneka kuliner dari berbagai pelosoknya, Indonesia juga terkenal dengan segudang kearifan lokalnya. Namun sayang, meski hasil tangan anak dalam negeri sudah santer dibicarakan hingga mancanegara, ternyata masih banyak yang belum mengetahui apa saja kerajinan tangan asli nusantara yang dimiliki, bahkan minim perhatian pemerintah.

Beragam kerajinan tradisional yang bisa dihasilkan dari buatan tangan (handmade) salah satunya yaitu kerajinan perak yang berada di Koto Gadang Bukittinggi, yang hingga kini telah merambah ke berbagai daerah di Sumbar. Seperti di Kota Padang Panjang, pengrajin perak inipun mulai menjamur.

Kerajinan dari bahan perak/ tembaga bahkan emas yang bisa dipesan sesuai keinginan si pemakai, dibuat secara langsung dan bisa ditunggu pembuatannya. Beragam model dan bentuk yang bisa dibuat, salah satunya yang jadi primadona di tempat tersebut adalah pembuatan cincin, kalung dan liontin. 

    Hasil buatan tangan dari perak tersebut, selain untuk pemanis dan pelengkap perhiasan, tentunya bisa juga dijadikan souvenir yang pembuatannya bisa langsung dilihat bahkan ditunggu sampai selesai sesuai keinginan pemesan. 

    Memasuki Kota Padang Panjang dari arah Bukittinggi, kurang lebih 500 meter dari perbatasan kota, tepatnya di depan kantor PUPR Kota Padang Panjang, ada sebuah lokasi pembuatan kerajinan perak hasil buatan tangan. Nampak raut muka serius sang pengrajin sedang menyelesaikan pembuatan kerajinan perak untuk cincin. 

    Meski sempat terseok-seok di tengah pandemi covid 19, namun dia tetap tegar, dengan keringat bercucuran karena hembosan api ketika memanaskan perak untuk dibentuk. Terlihat  sang pengrajin menyesuaikan bentuk cincin sesuai keinginan pemesan. 

    Namanya Febrimen Gindo Kayo (43), akrab dipanggil Gindo. Dia adalah perajin perak buatan tangan yang membuka usaha di Jl. Soekarno Hatta, Kelurahan Bukit Surungan Padang Panjang. Dengan teliti dan penuh kehati-hatian, dia ketika ditemui tengah mengerjakan pesanan dari pelanggannya. 

    Kepada Khazminang, Gindo mengatakan sudah melakoni profesi itu semenjak 1980. “Ini adalah usaha warisan ayah. Hingga sekarang kegiatan ini masih kami kerjakan. Kami membuat apa saja sesuai pesanan pelanggan, baik pria maupun wanita,” ujar Gindo. 

    Ditambahkan Gindo, jumlah peminat kerajinan perak dari hasil buatan tangan dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan. Hanya saja saat ini terkendala sedikit karena masa pandemi Covid-19. “Semua itu karena kami selalu menjaga mutu dan kualitas. Selain itu, kami juga mengikuti perkembangan motif atau model terbaru demi kepuasan pelanggan,” kata dia. 

    Menurutnya, peminat yang datang ke tempat dia, selain penduduk sekitar Padang Panjang Batipuh X Koto, juga ada yang datang dari luar Padang Panjang, bahkan dari Jakarta. Menurutnya, konsumen dari Jakarta pernah datang diantar ke tempatnya untuk membuat kerajinan perak. 

    “Hal yang membanggakan dari pekerjaan kami ini, selain untuk mencukupi kebutuhan kehidupan juga kami mempunyai kepuasan tersendiri apabila hasil karya kami bisa memuaskan pelanggan,“ ungkapnya. 

    Andre, salah seorang pelanggan tetap yang kebetulan sedang berada di dapur kreasi Gindo, tersenyum sumringah sambil memperlihatkan hasil buatan tangan kerajinan perak Gindo. “Kami salah satu pemakai kerajinan perak buatan tangan dari Gindo, sangat terkesan dengan hasilnya. Selain sesuai dengan keinginan, juga sangat cocok dengan motifnya,” kata Andre. PAUL HENDRI