×

Iklan


Dugaan Korupsi Proyek SMK, Disdik Sumbar Digeledah Jaksa

19 Maret 2024 | 14:52:54 WIB Last Updated 2024-03-19T14:52:54+00:00
    Share
iklan
Dugaan Korupsi Proyek SMK, Disdik Sumbar Digeledah Jaksa
Penggeledahan di Dinas Pendidikan Sumatera Barat oleh Jaksa

Padang, Khazanah – Kasus dugaan korupsi pengadaan di Dinas Pendidikan Sumbar tahun 2021 yang terbongkar belakangan terus dituntaskan Kejaksaan Tinggi Sumbar. Kemarin, siang tim Pidsus Kajati Sumbar menggeledah sejumlah ruangan di kantor Dinas Pendidikan Sumbar Jl Sudirmn Padang.

Kata Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kajati Sumbar, Hadiman, memang benar penggeledahan itu dilakukan terkait dengan dugaan korupsi pengadaan untuk beberapa SMK di masa Kepala Dinas sebelumnya.

    Yang digeledah itu adalah beberapa ruangan di Bidang Pendidikan Kejuruan. Lemari dan laci-laci dibongkar jaksa. Mereka mencari salah satu dokumen penting tentang proyek pengadaan keperluan praktik siswa SMK Pariwisata, SMK Pertanian, SMK Pelayaran dan SMK Teknologi di Sumatera Barat di bawah Dinas Pendidikan Sumatera Barat.

    Tak urung para pegawai di Dinas Pendidikan jadi cemas, meskipun sebagian besar sudah tahu kalau ada perkara yang menyangkut kantor mereka yang sedang diusut Jaksa.

    "Penggeledahan ini dilakukan setelah kami periksa semua saksi dan semuanya menyebut soal sebuah dokumen proyek. Dokumen itu tidak ada yang tahu di mana letaknya. Karena itu kita perlu melakukan penggeledahan,” ujar Hadiman.

    Proyek pengadaan ini kata Hadiman, diduga bermasalah dilakukan oleh Dinas Pendidikan Sumbar pada 2021 dengan total anggaran mencapai Rp18 miliar. Ketika itu Kepala Dinas dijabat oleh Adib Alfikri yang kini menjadi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumatera Barat.

    Dari detail proyek tersebut terdapat empat kegiatan yakni pengadaan peralatan praktik utama siswa sektor kemaritiman (Nautikal kapal tangkap ikan dan agribisnis perikanan air tawar).

    Kemudian pengadaan peralatan praktik utama siswa SMK tanaman pangan dan hortikultura, pengelolaan hasil pertanian serta unggas.

    Ketiga adalah pengadaan peralatan praktik utama siswa SMK sektor otomotif (teknik kendaraan ringan otomotif, teknik pengelasan, dan teknik instalasi tenaga listrik)

    Terakhir adalah pengadaan barang praktik utama siswa SMK sektor pariwisata (perhotelan, tata kecantikan, kulit dan rambut, tata boga serta tata busana).

    Pengusutan kasus berawal ketika pihak kejaksaan menerima laporan dari masyarakat tentang adanya dugaan penggelembungan harga (markup) dalam proyek pengadaan.

    "Laporan dari masyarakat kemudian kami tindak lanjuti dengan melakukan penyelidikan hingga akhirnya perkara dinaikkan ke tahap penyidikan," jelasnya mantan Kejari Kuansing ini.

    Dalam proses penyidikan yang tengah berjalan pihaknya telah memeriksa puluhan saksi terkait perkara, dan memintakan audit kerugian keuangan negara. n (murdiansyah eko)