×

Iklan


Dua Tahun Vakum Akibat Pandemi, Pesta Tabuik di Pariaman Dihoyak 14 Agustus

21 Juli 2022 | 14:47:31 WIB Last Updated 2022-07-21T14:47:31+00:00
    Share
iklan
Dua Tahun Vakum Akibat Pandemi, Pesta Tabuik di Pariaman Dihoyak 14 Agustus

´╗┐Pariaman, Khazminang.id-- Pergelaran budaya Hoyak Tabuik di Kota Pariaman bakal kembali digelar setelah dua tahun terhenti akibat Pandemi Covid-19. Tahun ini, Hoyak Tabuik direncanakan bakal dihelat pada 14 Agustus 2022 mendatang.

Asisten II Sekretariat Daerah Kota Pariaman, Elfis Chandra mengatakan, keputusan tersebut disepakati setelah digelarnya rapat persiapan Festival Hoyak Tabuik 2022 di Ruang Rapat Wali Kota, Rabu (20/7) kemarin.

"Kita bersama stakeholder terkait telah beberapa kali rapat persiapan, namun hari ini baru kita sepakati bahwa Festival Hoyak Tabuik akan digelar pada 14 Agustus 2022 mendatang," ujarnya.

    Pelaksanaan Hoyak Tabuik 2022, kata dia, disepakati setelah mengingat dan menimbang, sehingga dapat diambil kesepakatan bahwa mulai 1 Muharram 1444H, sampai tabuik dibuang, memakan waktu 14 hari.

    Di samping itu, untuk peringatan 1 Muharram 1444H, Pemko Pariaman telah mengagendakan sejumlah kegiatan, di antaranya Salat Subuh berjemaah di Musala Balaikota Pariaman.

    Kemudian Tadarus bersama para penghafal Al-Qur'an yang ada di Kota Pariaman dan dilanjutkan dengan Tausiyah dengan penceramah Ketua MUI Sumbar, serta diakhiri dengan prosesi maambiak tanah (pengambilan tanah).

    "Festival Hoyak Tabuik 2022 yang bertemakan 'Melestarikan Budaya Memajukan Pariwisata' telah dijadwalkan beberapa prosesinya, antara lain maambiak tanah (pengambilan tanah) akan dilakukan 1 Muharram/30 Juli 2022," bebernya.

    Selanjutnya manabang batang pisang (menebang pohon pisang) yang akan digelar pada 5 Muharram/3 Agustue 2022, prosesi maatan dan maarak jari-jari, digelar pada 7 Muharram/5 Agustus 2022.

    "Dilanjutkan dengan maarak saroban tanggal 8 Muharram/6 Agustus dan prosesi tabuik naiak pangkek tanggal 14-16 Muharram 1444 H/14 Agustus 2022," terangnya.

    Di samping kegiatan pokok seperti prosesi tersebut, Pemko Pariaman juga telah merencanakan kegiatan lainnya, seperti penampilan kesenian dari siswa-siswi SD dan SMP di Kota Pariaman dan kegiatan komunitas yang ada di Sumbar.

    Hal itu dilakukan agar wisatawan yang sudah berada di Kota Pariaman sejak 1 Muharram 1444H, bisa menikmati berbagai macam kesenian dan hiburan jelang puncak acara tabuik dibuang ke laut.

    "Semua agenda kegiatan telah kita susun jadwalnya, sehingga tidak ada satupun jadwal kegiatan kesenian yang akan bentrok dengan kegiatan lainnya," sambung dia.

    Dengan rentang waktu yang cukup lama sejak prosesi pengambilan tanah sampai puncak acara hoyak tabuik, pihaknya berharap akan memberikan dampak positif bagi perekonomian warga Kota Pariaman, khususnya pedagang hingga pemilik homestay. (Suger)