×

Iklan

LONJAKAN 40 KASUS COVID-19
Dr Andani: Bukan Gelombang Kedua, Sumbar Masih Terkendali

31 Juli 2020 | 13:48:03 WIB Last Updated 2020-07-31T13:48:03+00:00
    Share
iklan
Dr Andani: Bukan Gelombang Kedua, Sumbar Masih Terkendali
Kepala Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakulas Kedokteran (FK) Universitas Andalas, Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc.

Padang, Khazminang-- Hari ini, Sumatera Barat (Sumbar) kembali mengalami peningkatan drastis kasus Covid-19. Dalam 24 jam terakhir, tercatat ada penambahan 40 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan sampel spesimen polymerase chain reaction (PCR) dengan pengambilan sampel swab. Bahkan, ini merupakan rekor tertinggi konfirmasi positif yang pernah terjadi terhadap hasil pemeriksaan sampel spesimen PCR di Sumbar.

Menanggapi hal ini, Kepala Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakulas Kedokteran (FK) Universitas Andalas, Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc memastikan, temuan 2,5 persen dari spesimen yang diperiksa dua labor di Sumbar itu bukanlah gelombang kedua. Bahkan, menurut dia, Sumbar masih dalam posisi terkendali dalam penanganan Covid-19, sebab Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan batas lebih kecil dari 5 persen.

"Ini bukan gelombang kedua atau gelombang lainnya, tapi bagian dari proses perkembangan virus yang terkait kejadian di luar Sumbar. (Sumbar) masih dalam posisi terkendali, testing rate 1,2 persen dari jumlah penduduk, positivity rate 1,4 persen, kasus berat dirawat tracing, testing, isolasi, dan treatment (WHO menetapkan batas lebih kecil dari 5 persen)," kata dia dalam keterangan tertulis yang diterima Khazminang, Jumat siang (31/7).

    Ia mengatakan, adanya 40 kasus baru tersebut tidak perlu dicemaskan secara berlebih. Sebab, 95 persen di antaranya adalah warga yang terinfeksi ringan dan tanpa gejala. Penemuan kasus ini terjadi dari hasil tracing dan surveillance, di mana akan menjadi lebih berbahaya jika tidak ditemukan.

    "Namun kita tetap waspada dan tetap tracing masif. Tidak perlu cemas berlebihan. Pakai fasilitas swab gratis yang disediakan Pemprov bagi orang masuk ke Sumbar 90 persen lebih positif hari ini adalah OTG akan lebih berbahaya kalau tidak diketahui berapa sebarannya ke warga lain, jangan panik, tapi tetap waspada," lanjut dia.

    Lebih lanjut kata dia, sebagian besar kasus awal berasal dari luar Sumbar, seperti dari Medan, Jakarta, Surabaya, Palangkaraya dan lainnya. Oleh karena itu, perlu dukungan informasi dari wali nagari/lurah/RT/RW pada semua pendatang.

    "Perlu peningkatan pemahaman terkait protokol Covid-19 yang harus dirancang mulai dari grup kecil masyarakat, seperti nagari. Tak  perlu saling menyalahkan, karena ini tanggung jawab bersama.Mari berlomba membuat sesuatu yang nyata dan konkret untuk pengendalian Covid-19, salah satunya mencari solusi agar masyarakat patuh pada protokol Covid-19. Sumber penularan utama adalah dalam keluarga sehingga, jika sayang keluarga, patuhi protokol Covid-19 saat di luar," pungkasnya.

    Sebelumnya, Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal mengumumkan, Sumbar kembali mencatatkan penambahan kasus harian tertinggi Covid-19 dalam sehari, berdasarkan data yang diumumkan pada Jumat (31/7) pukul 03.00 WIB, tepatnya pada Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah.

    Ia mengatakan, dalam 24 jam terakhir, tercatat ada penambahan 40 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan 1.541 sampel spesimen polymerase chain reaction (PCR) dengan pengambilan sampel swab.

    "Dari sebanyak 1.541 pemeriksaan sampel, terkonfirmasi 40 orang (2,6%) warga Sumbar positif terinfeksi Covid-19. Ini merupakan rekor tertinggi konfirmasi positif yang pernah terjadi terhadap hasil pemeriksaan sampel spesimen PCR di Sumbar," kata Jasman melalui keterangan tertulisnya.

    Dia merinci, pertambahan kasus tersebut berasal dari 26 orang hasil pemeriksaan sampel kiriman dari berbagai rumah sakit di Kota Padang, 6 orang hasil pemeriksaan kiriman sampel dari Kota Sawahlunto.

    Kemudian, 3 orang hasil pemeriksaan spesimen dari Kota Solok, 3 orang hasil pemeriksaan sampel spesimen warga Kabupaten Solok dan sebanyak 2 orang hasil pemeriksaan dari Kabupaten Agam.

    "Untuk keterangan lebih rinci dan jika ada perkembangan data lebih lanjut, nanti sore kami perbaiki dan umumkan di website resmi Pemprov Sumbar," pungkasnya.

    Adanya penambahan 40 kasus positif, maka total warga Sumbar yang dilaporkan positif terinfeksi Corona sebanyak 947 orang, angka itu termasuk pasien yang telah dinyatakan sembuh sebanyak 758 orang. (Tim)