×

Iklan

SIKAPI SKIMMING REKENING NASABAH
DPRD Sumbar Desak Bank Nagari Segera Perbaiki Sisi Manajemen

12 Mei 2022 | 14:09:09 WIB Last Updated 2022-05-12T14:09:09+00:00
    Share
iklan
DPRD Sumbar Desak Bank Nagari Segera Perbaiki Sisi Manajemen
Ketua Komisi III DPRD Sumbar, Ali Tanjung (tengah) sedang memberikan keterangan pers

Padang, Khazminang.id – Terjadinya tindakan kejahatan pencurian data pengguna ATM untuk membobol rekening (Skimming Rekening) terhadap nasabah Bank Nagari beberapa hari lalu, langsung disikapi Komisi III DPRD Sumbar membidangi masalah keuangan, dengan melakukan rapat kerja dengan manajemen Bank Nagari, Kamis (12/5).

Ketua Komisi III DPRD Sumbar, Ali Tanjung dalam konfrensi pers usai rapat kerja itu mengatakan, pihaknya mendesak Bank Nagari menjadikan masalah dugaan skimming rekening terhadap nasabah Bank Nagari tersebut sebagai momentum perbaikan dari segala sisi.

"Kita mendesak perbaikan dari sisi manajemen, ATMnya, pengawasan CCTV, teknologinya supaya tidak terjadi lagi hal dugaan skimming ini," ujar Ali Tanjung.

    Baca juga: Bank Nagari Belum Bisa Pastikan Batas Waktu Pemblokiran Transfer dan Tarik Tunai Bank Lain

    Menurut Ali Tanjung, pihaknya mendesak pihak Bank Nagari menanggung dugaan kerugian keseluruhan nasabah Bank Nagari.

    "Nasabah tidak boleh dirugikan Rp5 sekalipun, karena itu merupakan aturan UU Perbankan," ujar Ali Tanjung

    Lanjut politisi Partai Demokrat ini melanjutkan, berdasarkan laporan masuk, rekening nasabah dugaan skimming lebih kurang 141 rekening nasabah jadi korban. Potensi kerugian lebih kurang Rp1,5 Milyar kerugian dana nasabah.

    "Kita mendapatkan laporan dari pihak Bank Nagari, ada diterima rekaman orang melakukannya, maka kita mendorong pihak kepolisian melakukan penyelidikan sesuai aturan berlaku," ujar Ali Tanjung sembari menambahkan kalau perlu laporan itu ke Mabes Polri.

    Baca juga: Bank Nagari Blokir Transfer dan Tarik Tunai dari Bank Lain

    Sementara Sekretaris Komisi III Irwan Afriadi mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan dari dugaan perbuatan skimming rekening nasabah Bank Nagari terbesar Rp60 juta dan paling kecil kerugian Rp300 ribu dana nasabah dirugikan.

    "Kita menduga perbuatan pelaku jaringan internasional dan kita dapat mengatakan ini merupakan resiko perbankan menggunakan ATM dan kasus ini juga pernah dialami bank- bank lainnya di Indonesia," ujar Irwan Afriadi.

    Menurut Irwan Afriadi,  pihaknya mendorong Bank Nagari terus melakukan evalusi baik internal dan eksternal, agar kejadian atau kasus Skimming tidak terjadi lagi.

    "Kita semua himbau semua pihak, agar memberikan dukungan kepada Bank Nagari, agar menjadi lebih baik kedepannya,  karena Bank Nagari merupakan BUMD milik Provinsi Sumatera Barat harus kita cintai," ujar Irwan Afriadi politisi Partai Nasdem Sumbar ini. (*)