×

Iklan

IMPLEMENTASIKAN KURIKULUM MERDEKA
Dosen Muda UNP Terapkan Model Pembelajaran Oral Reading Fluency di Halaban

01 Desember 2023 | 23:36:54 WIB Last Updated 2023-12-01T23:36:54+00:00
    Share
iklan
Dosen Muda UNP Terapkan Model Pembelajaran Oral Reading Fluency di Halaban
(foto: Dokumentasi Dr. Chandra, S.Pd., M.Pd.)

Padang, Khazminang.id--  Pelatihan penerapan model pembelajaran Oral Reading Fluency dalam implementasi kurikulum merdeka pertamakali berawal dari pemikiran Dr. Chandra, S.Pd., M.Pd., yang menciptakan model pembelajaran yang khusus setelah memperhatikan perkembangan kemampuan membaca lancar siswa SD yang sudah porak poranda akibat negatif dari wabah covid-19.

Model pembelajaran Oral Reading Fluency merupakan karya yang diciptakan dari disertasi Dr. Chandra, S.Pd., M.Pd.,  di tahun 2022 sebagai luaran penelitian dari tahun 2019 sampai tahun 2021.

Model pembelajaran Oral Reading Fluency juga sudah dibukukan dan terbit di akhir 2022 dengan judul “Model pembelajaran Oral Reading Fluency: Inovasi Pembelajaran Membaca Lancar di Sekolah Dasar”.

    Pelatihan tersebut menggunakan model pembelajaran Oral Reading Fluency pertama kali dilakukan pada awal tahun 2023 di kota Padang. Saat ini Dr. Chandra, S.Pd., M.Pd. bersama timnya melanjutkan penelitian untuk mengukur keakuratan perkembangan kemampuan membaca lancar siswa SD pasca wabah.

    Sebelumnya Jumat siang (8/9) lalu, Dr. Chandra, S.Pd., M.Pd. bersama tim (Hasmai Bungsu Ladiva, M.Pd. dan M. Habibi, M.Pd.) membawa dua narasumber berangkat dari kota Padang menuju SD Negeri 02 Halaban Kabupaten Lima Puluh Kota. Ibu Dr. Annisa Kharisma, S.Pd.I., M.Pd. sebagai narasumber model pembelajaran bahasa Indonesia di SD.

    Pelatihan ini diberikan untuk memperkenalkan model pembelajaran Oral Reading Fluency kepada guru agar dapat diterapkan dalam proses pembelajaran menggunakan kurikulum merdeka,” ujar  Dr. Chandra, S.Pd., M.Pd., kepada Khazminang.id Jumat (1/12).

    Pelatihan tersebut disambut baik oleh pihak sekolah dan pengawas sekolah di daerah tersebut. Beberapa sekolah tetangga diundang oleh kepala SD Negeri 02 Halaban agar wawasan merata di setiap sekolah yang ada di Halaban, khususnya dalam satu gugus yang sama.

    Guru tampak antusias dalam proses pelatihan. Banyak pertanyaan yang diajukan berkaitan dengan penerapan model pembelajaran Oral Reading Fluency  dalam kurikulum merdeka. Ilmu yang selalu berkembang membuat guru berkeinginan untuk menaambah wawasannya. Waktu pelatihan yang disediakan terasa sedikit bagi guru.

    Para guru berharap akan selalu ada kegiatan pelatihan yang diberikan demi menambah wawasannya. Terutama guru yang mengabdikan diri di Halaban. Mereka merasa pelatihan seperti ini cukup sulit didapatkan (Novrizal Sadewa).