×

Iklan


Ditemukan, Orang Tua Bayi yang Ditinggal di Tabek Patah Salimpauang

12 Februari 2022 | 08:00:17 WIB Last Updated 2022-02-12T08:00:17+00:00
    Share
iklan
Ditemukan, Orang Tua Bayi yang Ditinggal di Tabek Patah Salimpauang
F (tengah) setelah ditangkap Polisi Tanah Datar

Tabek Patah, Khazminang.id – Teka-teki siapa orang tua dari bayi yang diletakkan dekat SMA1 Salimpaung di Tabek Patah Kabupaten Tanah Datar akhirnya terungkap. Sepasang remaja F (lelaku berusia 21 tahun)  dan XYZ (sebut saja begitu, karena masih di bawah umur) adalah orang tua dari bayi yang menggemparkan warga tersebut.

Jumat malam (11/2) Unit Reskrim Polsek Salimpauang Tanah Datar berhasil mengungkap siapa orang tua si bayi yang ditemukan warga Kamis pagi sebelumnya di teras sebuah rumah dekat SMA 1 Salimpauang itu.

    “Ya, kedua orang tua bayi itu sudah ditemukan oleh Polsek Salimpauang  karena mereka tidak jauh dari lokasi penemuan, kini sudah kita tahan  yang lelakinya, sedang yang perempuan masih dirawat di RSUD  Ali Hanafiah Batusangkar karena ketika melahirkan mengalami pendarahan,” kata Kasat Reskrim Polres Tanah Datar AKP Syafri didampingi Kapolsek Salimpauang AKP M.Rachmad Zen kepada Khazminang.id pagi ini.

    Dari pemeriksaan penyidik di Satreskrim, terungkap bahwa bayi itu memang hasil hubungan gelap F dan XYZ. F diketahui adalah remaja ber KTP Pekanbaru, seang XYZ adalah remaja di bawah umur warga Kabupaten Tanah Datar.

    “Merasa bahwa hasil hubungan gelap mereka belum mungkin mereka rawat, maka keduanya memutuskan untuk meletakkan bayi tersebut di depan SMA1 Salimpauang di Tabek Patah dengan harapan mereka bisa mengetahui siapa yang akan mengambil anak tersebut,” kata Kapolsek Salimpauang AKP M. Rachmad Zen.

    Baca juga: Bayi Siapa Ditinggal di Tabek Patah Salimpauang?

    Bagaimana polisi Tanah Datar mengungkap kasus ini?

    Seperti diberitakan khazminang.id sebelumnya, setelah dilapori warga, maka Kapolsek Salimpauang membuat laporan ke Kapolres untuk bisa dapat dukungan pengejaran. Para saksi yang menemukan bayi itu sudah diperiksa tetapi tidak ada satupun yang bisa memberi informasi tentang keberadaan orang tua si bayi.

    Menjelang petang hari Kamis, sebuah informasi diperoleh jaringan polisi bahwa ada seorang perempuan  muda yang baru saja melahirkan di tempat lain tapi minta dirawa di Puskesmas Biaro Kabupaten Agam. Polsek Salimpauang  juga dikirimi rekaman CCTV yang menunjukkan identitas perempuan muda itu.

    “Dari rekaman itu kita mencoba melacaknya ke lapangan dan akhirnya menemukan XYZ,” kata Kapolsek Rachmad Zen dan Kasatreskrim AKP Syafri.

    Perempuan di bawah umur itu ditemui di rumahnya dan membuat pengakuan bahwa benar itu adalah anaknya. Ia juga mengakui pula siapa ayah anak itu.  F lelaki yang menjadi ayah bayi itu akhirnya dipancing melalui XYZ agar datang ke rumahnya. Akhirnya F memang datang dan polisi sudah menunggunya. Singkat cerita urusan selanjutnya adalah di Mapolsek Salimpauang.

    Di depan penyidik, F mengaku memang dialah yang ayah bayi itu. Diketahui kemudian bahwa XYZ yang belum dinikahinya itu melahirkan di rumah orang tua XYZ. “Kelahiran itu tanpa diketahui orang tua XYZ, bahkan kehamilannya pun tidak pernah diketahui orang tuanya karena dia menggunakan pakaian longgar sepanjang waktu. Yang orang tuanya tahu adalah bahwa anak gadisnya berteman dengan F yang acap datang ke rumah,” ujar Kapolsek.

    Kini kasus ini ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Tanah Datar. Kedua remaja itu kemungkinan akan dikenakan pasal 531 KUHP. Pasal ini mengamanatkan bahwa meninggalkan seseorang yang butuh pertolongan adalah sebuah kejahatan.

    Persihnya pasal 531 KUHP itu berbunyi: “Barangsiapa menyaksikan sendiri ada orang di dalam keadaan bahaya maut, lalai memberikan atau mengadakan pertolongan kepadanya sedang pertolongan itu dapat diberikannya atau diadakannya dengan tidak menguatirkan, bahwa ia sendiri atau orang lain akan kena bahaya, dihukum kurungan selama-lamanya tiga bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp 4.500,- Jika orang yang perlu ditolong itu mati.”  (tia/nono)