×

Iklan


Ditangkap BKSDA Sumbar dalam Kebun Sawit di Pasbar, Inyiak Balang Semakin Terdesak

20 Jul 2021 | 22:58:48 WIB Last Updated 2021-07-20T22:58:48+00:00
    Share
iklan
Ditangkap BKSDA Sumbar dalam Kebun Sawit di Pasbar, Inyiak Balang Semakin Terdesak
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumbar) berhasil menyelamatkan dan mengevakusi seekor satwa Harimau Sumatera (Panthera tigris sumaterae) yang dinamai Kanti Marama dari area perkebunan kelapa sawit PT Pasaman Marama Sejahtera di Pasbar (foto: ist/net)

Padang, Khazminang.id-- Setelah melakukan penanganan konflik selama lima hari, tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumbar) berhasil menyelamatkan dan mengevakusi seekor satwa Harimau Sumatera (Panthera tigris sumaterae) yang dinamai Kanti Marama dari area perkebunan kelapa sawit PT Pasaman Marama Sejahtera (PMS), Senin (19/7) lalu.

 

Melalui jebakan yang disiapkan, satwa langka Harimau Sumatera (Panthera tigris sumaterae) yang dilindungi tersebut masuk ke salah satu box trap yang dipasang Tim BKSDA sekitar pukul 09.00 WIB.

     

    Sesuai SOP, BKSDA akan mengevakuasi satwa dari lokasi menuju ke Taman Marga Satwa Budaya Kinantan (TMSBK) di Bukittinggi untuk dilakukan observasi.

     

    Sebelumnya, seekor Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) muncul di area perkebunan kelapa sawit milik PT PMS di Sungai Aur, Kabupaten Pasaman Barat, Rabu (14/7) lalu.

     

    Video kemunculan satwa itu sempat terekam gawai dari pekerja di lokasi, dan beredar di media sosial. Satwa terlihat mengikuti kendaraan yang digunakan pekerja dari arah belakang, dan kemudian tidak lama menghilang dalam semak-semak kebun kelapa sawit.

     

    Mendapatkan laporan tersebut, BKSDA Sumbar langsung menurunkan tim untuk melakukan penanganan. Tim BKSDA bersama manajemen perusahaan, dan di back up personel satuan Brimob melaksanakan identifikasi lapangan di lokasi kemunculan satwa.

     

    Menurut keterangan Frenzy Marwan pimpinan perusahaan PT PMS, dalam sebulan ini satwa Harimau Sumatera sudah terlihat beberapa kali di dalam area perkebunan, hal ini cukup mengkhawatirkan para pekerjanya.

     

    Sebanyak 3 (tiga) unit camera trap (kamera jebak) dipasang untuk memantau pergerakan satwa, dan mendapatkan gambaran visual satwa itu dan hasilnya, salah satu camera trap berhasil mendapatkan gambaran visual satwa itu ketika sedang melintas.

     

    Tim BKSDA Sumbar memutuskan untuk mengevakuasi satwa dengan menggunakan dua unit kandang jebak mengingat pengusiran, dan penggiringan ke dalam hutan tidak mungkin dapat dilakukan. Kepada pihak manajemen, Tim BKSDA meminta agar pekerja tidak beraktivitas dulu disekitar lokasi kemunculan satwa.

    Kepala Balai KSDA Sumatera Barat, Ardi Andono mengucapkan terima kasih kepada Bupati Pasaman Barat, Pihak Manajemen PT PMS, Kepolisian, tokoh adat, dan masyarakat sekitar yang telah membantu upaya evakuasi satwa Harimau Sumatera.

     

    Sementara itu, BKSDA Sumbar melalui Resort Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Pesisir Selatan (Pessel) menerima laporan dari masyarakatdi Kampung Koto Baru, Nagari Koto Baru, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pessel, dan menyelesaikan konflik satwa Macan Dahan (Neofelis nebulosa), Minggu (18/7) siang.

     

    Setelah mendapat laporan tersebut, Kepala Resort KSDA Pesisir Selatan Bilmar beserta petugas lainnya langsung mendatangi lokasi kejadian. Petugas menemukan satwa Macan Dahan dalam kondisi terluka pada bagian kepala, dan juga seekor Beruk dalam keaadaan mati.

     

    Kejadian ini bermula dari satwa Macan Dahan yang hendak memangsa Beruk milik masyarakat setempat. Melihat peliharaannya dimangsa, pemilik Beruk beserta masyarakat lainnya mengejar, dan menangkap satwa tersebut. Akibatnya, satwa Macan Dahan yang diduga berjenis kelamin jantan tersebut mengalami luka pada bagian kepala.

     

    Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas Resort Pessel, sekitar pukul 15.30 WIB satwa Macan Dahan tersebut di evakuasi ke Lembaga Konservasi Kalaweit untuk dilakukan observasi, dan perawatan.

     

    Di tempat terpisah, Kepala BKSDA Sumbar, Ardi Andono, S.TP., M.Sc., mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah melaporkan kejadian ini, dan mengimbau kepada masyarakat agar melapor apabila terjadi kejadian serupa.

     

    "Jika terjadi kejadian serupa, yaitu melihat adanya satwa dilindungi yang masuk ke area perkampungan, untuk segera melapor ke petugas BKSDA setempat atau bisa menghubungi Call Center BKSDA Sumbar di Nomor 081266131222," ujarnya (BM/Novrizal Sadewa).