×

Iklan


Disidang di PN Tondano, Ini Nama Baru Serda Aprilia Manganang

19 Maret 2021 | 13:56:32 WIB Last Updated 2021-03-19T13:56:32+00:00
    Share
iklan
Disidang di PN Tondano, Ini Nama Baru Serda Aprilia Manganang
Serda Aprilio Perkasa Manganang di persidangan virtual perubahan kelamin dan perubahan nama

Jakarta, Khazminang.id– Untuk pertama kali sidang pengadilan perubahan jenis kelamin dan perubahan nama dilakukan dengan sistem virtual. Pengadilan Negeri Tondano, Minahasa di Sulawesi Utara menyidangkan Sersan Dua (Kowad) Aprilia Santini Manganang yang duduk di sebuah ruangan di Mabes TNI AD.

Dan detik yang mengharukan adalah ketika Ketua Majelis Hakim yang memimpin sidang, Nova Laura Sasube, S.H membacakan putusan: “Menerima permohonan pemohon seluruhnya dan menetapkan pemohon berubah status dari semula perempuan menjadi laki-laki dan menetapkan perubahan nama Aprilia Santini Manganang menjadi Aprilio Perkasa Manganang”.

    Manganang yang kemudian diberi pula nama panggilan ‘Lanang’ oleh istri KSAD Ny. Hetty Andika Perkasa mengusap air matanya yang tak tertahan menetes.

    Sejak hari ini, Jumat 19 Maret 2021, pebolaboli putri nasional itu tentu tidak bisa lagi ikut bertanding memperkuat timnya karena dirinya sudah menjadi pria sejati.

    (Serda Aprilia Santini Manganang, ketika masih jadi perempuan)


    Dengan perubahan ini, pengadilan juga memerintahkan pada Manganang untuk melaporkan perubahan ini ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Sangihe. Sehingga, perubahan data pribadi bisa dilakukan.

    Adapun keputusan ini, diambil setelah majelis hakim mendengarkan saksi ahli yang menyatakan Manganang mengalami kelainan Hipospadia.

    “Dua orang ahli bahwa pemohon ada kelainan di alat kelamin dengan istilah kedokteran hipospadia. Secara medis maka disimpulkan bahwa yang bersangkutan adalah berjenis laki-laki,” jelas hakim.

    Diberitakan sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Andika Perkasa yang memastikan Aprilia Manganang adalah laki-laki sejak lahir. Hal ini usai dilakukan serangkaian pemeriksaan medis.

    (Baca juga: Pebolavoli Putri Nasional Aprilia Manganang Resmi jadi Lelaki)


    "Ada sistem reproduksi laki-laki ini pada hipospadia ini cukup sering terjadi. Jadi, bahkan mendekati peringkat dua dari jumlah yang sering terjadi untuk kelahiran bayi laki-laki," kata Jendral Andika Perkasa kepada wartawan, Selasa, (9/3)

    Menurut Andika, dari hasil pemeriksaan medis itu tidak menunjukkan seorang perempuan. Kemudian, organ internal Aprila Manganang juda tidak mengarah pada perempuan.

    "Pemeriksaan hormonal pun begitu, hormon testoteron juga diukur sehingga secara faktual dan ilmiah kita meyakini Sersan Manganang lebih memiliki hormonal kategori laki-laki," kata Andika.

    "Terima kasih hakim," kata Manganang yang namanya kini sudah berubah menjadi Aprilio Perkasa Manganang.

    Dalam sidang itu juga didengar keterngan saksi ahli yakni dr. Guntoro dari RSPAD Gatot Soebroto. Saksi menyebutkan Manganang mengalami hipospadia tipe berat atau dalam bahasa kedokteran dikatakan hipospadia skrotalis.

    “Hipospadia adalah kelainan anatomis bawaan lahir yang diderita anak laki-laki  dimana saluran kencing tidak berada di posisi normal. Aprilia posisi muara saluran kencingnya di bawah kantung buah zakar, ini termasuk kategori berat,” terang dr. Guntoro.

    Ketika hakim menanyakan bagaimana mulanya Aprilia diketahui mengidap Hipospadia, Guntoro menjelaskan bahwa  pada 9 Februari 2021 Manganang datang memeriksakan diri ke RSPAD. Ia melihat  fisik Aprilia  memang laki-laki, diamana dadanya bidang, pinggulnya tidak besar dan payudaranya rata. Lalu dilakukan pemeriksaan genitalis atau pemeriksaan bagian kelamin. Diperoleh fakta oleh dokter Guntoro bahwa Manganang memiliki  penis dan kantong buah zakar.

    “Setelah itu kita periksa organ dalam dengan MRI (Magnetic resonance imaging), ternyata ia tidak memiliki rahim dan indung telur. Bahkan kita temukan prostat yang hanya dimiliki laki-laki,” kata dokter Guntoro.

    Atas tanya jawab yang dilakukan dokter Guntoro dengan Manganang, ternyata selama ini Manganang tidak pernah mengalami menstruasi sebagaimana layaknya perempuan.

    Lalu kenapa ia sejak kecil diklaim perempuan?

    Menurut dokter Guntoro, sejak kecil karena kelainan saluran kecing atau kelainan genitalia yang dialami Manganang sejak kecil membuat dia kalau kencing mesti dalam posisi jongkok seperti anak perempuan. “Melihat ini orang tuanya menganggap bahwa anak mereka memang perempuan,” ujar dia kepada majelis hakim.

    Usai bersidang, ia disalami oleh KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa dan Ny Hetty Andika Perkasa yang memberinya nama Lanang dan nama Perkasa yang berasal dari KSAD. Berturut-turut dia disalami para perwira tinggi Mabes TNI AD dan para prajurit se korps dia.  (eko/syaf al)