×

Iklan

TUNGGU KEPUTUSAN GUBERNUR
Dishub Usulkan Tutup Seluruh Jalur Perbatasan Sumbar Saat Mudik

13 Apr 2021 | 20:42:50 WIB Last Updated 2021-04-13T20:42:50+00:00
    Share
iklan
Dishub Usulkan Tutup Seluruh Jalur Perbatasan Sumbar Saat Mudik
Ilustrasi. NET

Padang, Khazminang.id-- Dinas Perhubungan (Dishub) Sumatera Barat (Sumbar) mengusulkan untuk dilakukan pengawasan ketat bagi para pemudik dari luar daerah.  Kebijakan itu dilakukan untuk menindaklanjuti keputusan pemerintah pusat yang menerapkan larangan mudik.

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Pembinaan Keselamatan Dishub Sumbar, Era Oktaviady menjelaskan pihaknya akan bertugas melakukan pengawasan di kawasan perbatasan Sumbar selama pemberlakuan kebijakan larangan mudik Lebaran mulai 6-17 Mei 2021.

Dishub Sumbar melakukan penyekatan untuk mencegah orang masuk melalui pintu Sumbar dari provinsi lain. Pihaknya merencanakan penyekatan pada kawasan perbatasan antara Sumbar-Riau, Sumbar-Sumatra Utara, dan Sumbar-Jambi.

    “Semua angkutan penumpang umum pada 6-17 Mei sama sekali tidak boleh, termasuk angkutan perseorangan, juga roda dua, tidak ada pengecualian pada hari itu, terutama untuk Sumbar-Riau dan Sumbar-Jambi,” terang Era.

    Meskipun ada penyekatan, tetapi masih ada pengecualian seperti angkutan barang. Kemudian, ibu hamil sedang dalam keadaan emergency mau melahirkan. Kalau ibu hamil boleh didampingi oleh dua orang. Kalau ibu hamil melakukan pemeriksaan ke rumah sakit didampingi satu pendamping.

    “Sementara di luar itu, pada 6-17 Mei, semuanya harus putar balik,” ungkapnya.

    Era juga menyampaikan, dalam melaksanakan kebijakan larangan mudik, Dishub Sumbar akan bekerja sama dengan TNI, Polri, Satuan Polisi Pamong Praja, dan instansi pemerintah daerah lainnya.

    Sebelumnya, Kemenhub telah menerbitkan Permenhub Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idulfitri 1442 H/Tahun 2021 dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

    Pengendalian transportasi tersebut dilakukan melalui larangan penggunaan atau pengoperasian sarana transportasi penumpang. Untuk semua moda transportasi yaitu moda darat, laut, udara dan perkeretaapian, dimulai dari tanggal 6 Mei hingga 17 Mei 2021.

    Ia mengatakan, pengetatan di pintu masuk Sumbar perlu dilakukan agar tidak terjadi mobilitas masyarakat. Karena kalau tidak ada pengetatan seperti itu, maka selama 24 jam di perbatasan, orang seenaknya saja masuk.

    Semua rencana adalah usulan dari Dishub Sumbar yang akan disampaikan kepada Gubernur Sumbar. Pelaksanaanya tergantung bagaimana keputusan Forkopimda dan Gubernur Sumbar.

    Selain itu, pengawasan di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), menurutnya tidak perlu dikhawatirkan. Karena bandara tersebut jelas operatornya.

    “Kalau BIM operatornya jelas, yang mengelolanya BUMN, saya rasa tidak jadi masalah besar. Yang menjadi masalah besar itu di darat. Di darat dan penyeberangan, itu yang akan menjadi ekstra kerja keras kita,” akhirnya. (Inoval Agesly)