×

Iklan


Disebut Pelintir Isu BUMN Jadi Koperasi, Erick Thohir: AMIN Seharusnya Tegur Timnya

07 Februari 2024 | 07:42:43 WIB Last Updated 2024-02-07T07:42:43+00:00
    Share
iklan
Disebut Pelintir Isu BUMN Jadi Koperasi, Erick Thohir: AMIN Seharusnya Tegur Timnya

Jakarta, Khazanah – Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan tudingan soal pengubahan status BUMN menjadi koperasi merupakan salah alamat.

Erick mengaku hanya memberikan tanggapan atas pertanyaan yang disodorkan wartawan mengenai gagasan dari tim sukses (timses) Capres-Cawapres 1 untuk mengubah BUMN menjadi koperasi.

"Kalau saya, kan hanya menjawab dan merespons wartawan. Yang nanya bahwa pendapat itu dari tim AMIN, itu ya wartawan. Saya hanya merespons dan menjawab," ujar Erick di Jakarta, Selasa (6/2/2024).

    Untuk itu, Erick menyebut Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar seharusnya melakukan klarifikasi dan menegur timses yang membuat ide tersebut karena membuat resah seluruh karyawan BUMN dan juga mitra BUMN, baik swasta maupun UMKM.

    Hal ini juga memiliki dampak negatif dalam upaya transformasi BUMN yang terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir.

    "Kalau memang bukan dari tim AMIN, harusnya Pak Anies dan Cak Imin bukan tegur saya, tapi tegur jubir yang melakukan konferensi pers mengenai hal ini. Videonya ada kok," paparnya.

    Sebagai seorang pemimpin, Erick hanya memberikan pandangan yang berlandaskan fakta dan data terkait kontribusi besar BUMN bagi negara dan masyarakat.

    Tak hanya itu, BUMN sebagai sepertiga kekuatan ekonomi Indonesia juga memiliki peran vital dalam penyediaan lapangan kerja, menjadi penyeimbang ekonomi, hingga meningkatkan daya saing usaha mikro, kecil, menengah (UMKM).

    "Sangat ironis dan tidak masuk akal mengubah BUMN menjadi koperasi karena akan membuat banyak pengangguran dan menyakiti perjuangan insan BUMN yang telah bekerja keras menjadi agen perubahan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia," beber dia.

    Tuduhan Erick Thohir pelintis isu itu juga dibantah oleh Arya Sinulingga selaku Staf Khusus Menteri BUMN.

    Menurut dia, isu BUMN dijadikan koperasi berawal dari pertanyaan yang dilontarkan awak media kepada Erick Thohir, saat sesi doorstop beberapa waktu lalu.

    “Pertama itu pada saat wartawan doorstop Erick Thohir, wartawan menanyakan itu (ide BUMN jadi koperasi) pada Pak ET, dan Pak ET jawab clear masalah itu,” ucap Arya di Jakarta, Senin (5/2/2024).

    Arya menegaskan, tidak ada sikap pelintiran dari jawaban Erick Thohir. Bahkan, dia menyebut tim Capres-Cawapres Anies-Muhaimin harus mengakui bahwa BUMN diubah jadi koperasi merupakan ide yang memang datang dari koalisi di internal mereka.

    “Kedua kami juga pantau ternyata itu pemberitaan masif banget mengenai ide itu, ya sudahlah kalau memang ide itu saja, akui salah saja, jangan katakan kita yang melintir. Memang idenya aneh mau jadikan BUMN jadi koperasi, dan buat 1,6 juta karyawan BUMN nganggur semua. Dan belum lagi pihak-pihak ketiga yang mendukung BUMN banyak banget, berapa juta keluarga yang akan terganggu dengan ide tersebut,” ujarnya.

    Arya mencatat, pemberita gagasan tersebut cukup masif. Dari monitoring yang dilakukan, setidaknya ada 100 media daring (online) yang mewartakan isu itu. “100 lebih media online memberitakan itu, berita kan mengenai ide itu yang dilakukan di tempat timses. Jadi ya sudahlah kalau memang salah idenya terima salah jangan katakan orang lain hoaks karena dari bukti yang kami dapat benar, kok ada penyebaran ide itu ke mana-mana,” jelasnya.