×

Iklan


Diringkus di Pessel, Komplotan Pembobol ATM ini Mengaku Belajar dari YouTube

20 Juni 2020 | 01:34:36 WIB Last Updated 2020-06-20T01:34:36+00:00
    Share
iklan
Diringkus di Pessel, Komplotan Pembobol ATM ini Mengaku Belajar dari YouTube
Para pelaku pembobol ATM saat dihadirkan dalam jumpa pers di Mapolsek Koto XI Tarusan, Jumat (19/6/2020).

Painan, Khazminang -- Orang-orang banyak menyebut "YouTube dan mesin pencari Google adalah tempat bertanya sekaligus gudang ilmu". Namun, lima orang spesialis pembobol ATM ini benar-benar memanfaatkan YouTube sebagai tempat 'menggali ilmu' untuk membobol ATM.

Lima orang warga Lampung spesialis pembobol ATM yang masing-masing berinisial I (41), Y (28), P (24), dan W (26) ini, diringkus polisi usai menggasak sejumlah ATM di Kota Padang dan Bukittinggi pada Jumat, (19/6/2020) sekira pukul 13.30 WIB. Mereka diringkus di depan Mapolsek Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel).

Sebelum diringkus, aksi para pelaku telah diketahui oleh seorang pengelola ATM yang terlihat melalui rekaman kamera pengintai (CCTV). Pelaku yang menggunakan mobil Avanza warna Silver dengan nomor polisi B 1057 SRL itu kemudian dibuntuti pengelola ATM bersama anggota Brimob Polri dengan memberikan informasi ke Mapolres Pessel bahwa pelaku mengarah ke wilayah Pessel.

    Kapolres Pessel, AKBP Cepi Noval mengatakan, penangkapan kelima pelaku spesialis pembobol ATM itu berawal dari informasi anggota Brimob yang telah mengikuti mobil pelaku dari Padang. Mobil yang dikemudikan pelaku berhasil dihentikan dengan melakukan rekayasa kendaraan di depan Mapolsek setempat. 

    "Saat ditangkap pelaku tidak mau keluar dari mobilnya sehingga petugas terpaksa memberikan peringatan tembakan, hingga akhirnya pelaku menyerahkan diri dan keluar dari mobilnya," kata dia saat jumpa pers didampingi Wakapolres, Kompol Taufik Isra dan Kapolsek Koto XI Tarusan, Iptu Advianus.

    Pengakuan pelaku kepada polisi, mereka belajar membobol ATM tersebut dari video-video yang ada di YouTube. Bahkan, saat beraksi, mereka menggunakan bantuan kartu ATM dan tidak mengurangi jumlah saldo yang ada pada rekening pemilik kartu ATM tersebut. Dalam melancarkan aksinya, mereka pun memiliki peran masing-masing.

    Cepi mengatakan, dari pengakuan para pelaku, mereka berangkat pada Senin (15/6/2020) malam dari Lampung menuju Sumatera Barat. Setelah sampai di Kota Padang, mereka menginap di salah satu hotel di Kota Padang.

    "Dari pengakuan tersangka, mereka ini sudah melakukan aksinya di enam TKP. Yaitu Kota Bukittinggi dan Kota Padang. Untuk di Bukittinggi pembobolan ATM dilakukan pelaku sebanyak lima kali, dan di Kota Padang, satu kali," lanjut dia.

    Lebih lanjut kata dia, selain meringkus kelima pelaku, polisi juga turut menyita beberapa barang bukti dari dalam mobil pelaku, di antaranya telepon genggam, kartu ATM, barang yang mereka beli dari hasil membobol ATM (baju, sepatu, sendal), bukti pembayaran hotel selama di Bukittinggi, beserta uang tunai sebesar Rp4,75 juta.

    "Karena lokasi kejadian wilayah Bukittinggi dan Kota Padang, pelaku kita limpahkan ke Polda Sumbar untuk penanganan dan pengembangan lebih lanjut," pungkasnya. (Mil Hendrawandi)