×

Iklan


Direspon Pemkab Padang Pariaman, Gedung SDN 04 Kudu Gantiang Segera Diperbaiki

25 November 2021 | 20:36:35 WIB Last Updated 2021-11-25T20:36:35+00:00
    Share
iklan
Direspon Pemkab Padang Pariaman, Gedung SDN 04 Kudu Gantiang Segera Diperbaiki
Puluhan anak di Nagari Kudu Gantiang di Kecamatan V Koto Timur Kampuang Dalam, Padang Pariaman, menelan pilunya dunia pendidikan.

Parit Malintang, Khazminang.id-- Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman merespon pemberitaan tentang sebuah SD yang atapnya bolong-bolong dan murid-murid tak bisa belajar kalau hujan. Pemkab setempat berjanji akann memperbaiki bangunan-bangunan sekolah yang rusak pada 2022.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Padang Pariaman Anwar di Parik Malintang, Kamis (25/11) mengatakan, sekitar 52 persen dari 410 bangunan SD yang ada di Padang Pariaman mengalami kerusakan, ada yang rusak ringan, rusak sedang, maupun rusak berat.

Sedangkan bangunan sekolah menengah pertama yang masih layak, menurut dia, sekitar 85 persen dari total 61 sekolah menengah pertama yang ada di Padang Pariaman.

    Ia mengatakan bahwa perbaikan bangunan sekolah dasar dan sekolah menengah pertama yang rusak belum bisa dilakukan pada 2021 karena keterbatasan anggaran pemerintah daerah, karenanya pemerintah daerah berencana memperbaikinya tahun depan.

    Sekolah yang bangunannya rusak antara lain SDN 04 V Koto Timur. Atap bangunan sekolah itu banyak yang bolong sehingga guru memasang terpal mencegah air hujan masuk ke ruangan.

    Anggota DPRD Padang Pariaman, Dedi Salim sudah mengunjungi SDN 04 V Koto Timur dan prihatin melihat bangunan sekolah yang rusak.

    "Setelah mendapat informasi ada sekolah rusak saya langsung meminta pihak dinas melihat kondisi sekolah serta menyarankan memprioritaskan memperbaiki sekolah yang rusak," kata Dedi, yang sempat berdialog dengan guru dan siswa di sekolah itu.

    Sebelumnya, seperti diberitakan Khazanah dan Khazminang.id, secara keseluruhan kondisi gedung SD Negeri 04 ini rusak berat.

    Kepala SD 04 V Koto Timur, Zuraina mengatakan 3 buah kelas yang berada di lantai 2 sekolah tersebut paling terdampak jika hujan deras melanda.

    Ia menuturkan bahwa jika hujan turun, maka aliran air akan masuk ke dalam kelas-kelas tersebut.

    Dengan keterbatasan dana, pihak sekolah hanya mampu mengantisipasi hal tersebut dengan memasang plastik terpal agar kucuran air hujan tidak langsung mengganggu aktivitas belajar mengajar.

    "Kondisi seperti ini sudah sejak Juli 2020 kami alami hingga sekarang, kasihan anak-anak kita (pelajar SD 04 V Koto Timur," ujar Zuraina.

    Ia menyampaikan, meskipun sudah dipasangi terpal, tetap saja air hujan bisa masuk ke dalam kelas, karena terpal yang ada tidak bisa menutupi keseluruhan luas kelas tersebut.

    Parahnya lagi, kata Zuraina, jika hujan deras 3 kelas di lantai 2 akan tergenang, dan merembes ke lantai 1. Di lantai 1 kelas yang ada, juga terdapat kantor kepala sekolah dan ruang majelis guru.

    "Jadi jika hujan lebat, air dari lantai 2 akan merembes ke dalam kelas yang ada di lantai 1, serta juga ke dalam kantor kepala sekolah dan ruangan guru," ujar dia lagi.

    Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Padang Pariaman, Anwar menyebutkan, dengan keterbatasan anggaran yang dimiliki oleh pemerintah setempat, pihaknya akan mengupayakan mencari peluang dari dana alokasi khusus (DAK) pusat.

    Ia menyebutkan, sebanyak 410 bangunan Sekolah Dasar (SD) yang ada di daerah ini, 52 persen rusak. Artinya, sebanyak 52 persen kondisi bangunan sekolah SD di Padang Pariaman rusak berat. (Syafrial Suger)