×

Iklan


Digerebek Atas Dugaan Narkoba dan Mesum, Ketua DPRD Pasbar Ternyata...

20 April 2021 | 17:36:09 WIB Last Updated 2021-04-20T17:36:09+00:00
    Share
iklan
Digerebek Atas Dugaan Narkoba dan Mesum, Ketua DPRD Pasbar Ternyata...
Torang, Ajudan Ketua DPRD Pasbar membacakan permohonan maaf dari Ketua DPRD Pasaman Barat kepada masyarakat Jorong Kampung Cubadak Lingkuang Aua

Simpang Empat, Khazanah – Sempat heboh karena menggunakan narkoba dan dilaporkan warga ke polisi, ternyata  Ketua DPRD Pasaman Barat Parizal Hafni, bersih. “Tidak ada indikasi narkoba di kantor itu,” kata Kepala BNN Pasaman Barat Irwan Effendry.

Menurut Irwan, pada Senin malam (19/4) ada laporan masyarakat ke BNNK dan Kasatreskrim Polres Pasbar bahwa ada penyalahgunaan narkoba di kantor DPC Gerindra. Maka BNNK bersama Satreskrimnarkoba Polres mendatangi TKP. Warga di situ juga terlihat berkerumun menyaksikan. Kantor itu remang-remang, di dalam lampunya mati.

Maka polisi pun mengetuk pintu, agar bisa masuk. Tak lama kemudian ternyata yang keluar adalah Ketua DPC Gerindra Parizal Hafni.  Polisi kemudian menggeledah tempat itu, untuk mencari narkoba seperti yang dilaporkan masyarakat.

    “Ternyata tidak ada narkoba, kita sudah periksa seluruhnya,” kata Irwan.

    Tapi warga masyarakat yang berdatangan menyebutkan bahwa selain masalah narkoba, warga menyatakan bahwa ada perbuatan mesum di kantor itu. Tapi ketika digerebek oleh polisi dan warga masyarakat, memang ada perempuan di situ yakni Sespri ketua DPRD di ruangan shalat.

    “Karena tidak ada narkoba, maka selanjutnya karena masalahnya soal patut atau tidak patut saja, maka soal itu diserahkan kepada pemuka masyarakat setempat yakni warga Jorong Kampung Cubadak Lingkuang Aua Kecamatan Pasaman.

    Kapolres Pasaman Barat, AKBP Sugeng Hariyadi yang dikonfirmasi juga menegaskan bahwa Ketua DPRD Pasaman Barat Parizal Hafni tidak terindikasi memakai narkoba. "Saya tegaskan, setelah melakukan pemeriksaan di Kantor DPC Partai Gerindra tidak ditemukan bukti narkoba dan hasil tes urinenya pagi ini negatif,” ujar Sugeng.

    Setelah dilakukan pemeriksaan dan pengecekan di lokasi dengan disaksaikan oleh masyarakat ternyata tidak ada narkoba.

    "Hasilnya tidak ditemukan barang narkoba di Kantor Gerindra Pasaman Barat. Setelah itu ternyata berkumpul masyarakat mempertanyakan kegiatan yang sedang berlangsung," katanya pula.

    Pada malam itu, katanya lagi, pihaknya juga menurunkan personel pengamanan karena masyarakat ramai mempertanyakan keberadaan staf Ketua DPRD Pasaman Barat untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

    Malam itu juga Parizal Hafni membuat surat pernyataan maaf atas kesalahpahaman yang terjadi di masyarakat. Ia mengatakan pada Selasa (20/4) pagi dilakukan pengambilan urine terhadap Parizal Hafni dan hasilnya negatif.

    Ia mengucapkan terima kasih kepada Parizal Hafni yang telah memberikan keleluasaan untuk memeriksa pengecekan di kantor Gerindra dan juga bersedia melakukan tes urine.

    Dia menegaskan penggerebekan yang dilakukan sesuai SOP yang ada berdasarkan informasi masyarakat. "Saya tegaskan tidak ada pesanan khusus dalam persoalan penggerebekan ini, karena kami menindaklanjuti informasi dari masyarakat," katanya lagi.

    Ketua DPRD Parizal Hafni membantah dirinya memakai narkoba. Bahkan saat tim BNNK dan Satresnarkoba datang, ia mempersilakah memeriksa kantor Gerindra.

    "Saya antinarkoba dan memang tidak ditemukan narkoba saat pemeriksaan. Bahkan saya melakukan tes urine dan hasilnya negatif. Persoalan ada seorang staf saya di kantor itu hanya salah paham, karena kami sedang mengerjakan permintaan kantor Kesbangpol persyaratan partai yang harus tuntas hari ini," ujarnya lagi

    Namun demikian, setelah malam penggerebekan itu, dengan sportif pula Ketua DPRD Pasaman Barat itu menyampaikan permohonan maaf tertulis yang dibacakan oleh ajudannya, Torang.

    Parizal Hafni meminta maaf kepada warga Jorong Kampung Cubadak Lingkuang Aua Kecamatan Pasaman karena menimbulkan kesalahpahaman akan seolah-olah dirinya melakukan hal-hal yang negatif dengan sekretaris pribadinya AS, Senin (19/4) malam di kantor DPC Gerindra.

    Untuk itu ia mengaku salah dan berjanji tidak akan mengulangi lagi. Ia atas nama pribadi beserta pihak keluarga AS memohon maaf sebesar-besarnya kepada pemuda khususnya warga Kejorongan Kampung Cubadak. 

    "Saya tidak ada niat membuat warga masyarakat salah paham. Demikianlah surat pernyataan ini saya buat. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih," katanya. (altas/ant)