×

Iklan


Diduga Lakukan Penggelapan, Wali Nagari Kampung Dalam Ditahan Polisi

05 Agustus 2021 | 13:16:06 WIB Last Updated 2021-08-05T13:16:06+00:00
    Share
iklan
Diduga Lakukan Penggelapan, Wali Nagari Kampung Dalam Ditahan Polisi
(foto: Ist/net)

Kampung Dalam, Khazminang.id-- Diduga melakukan tindakan penggelapan, seorang oknum wali nagari di Kecamatan V Koto Kampuang Dalam, Padang Pariaman, ditahan polisi.

 

Hal itu dibenarkan oleh Kapolsek Kampuang Dalam, AKP Kasman, Rabu (4/8).

     

    “Iya, wali nagari itu ditahan atas kasus dugaan penggelapan uang milik Yayasan Arisal Aziz, sebagai mana pasal yang disangkakan 372 KUHPidana,” sebut Kasman.

     

    Lanjut Kasman, kejadian penggelapan itu diduga dilakukan wali nagari tersebut pada Januari 2018 lalu.

     

    Kasman menyebutkan, saat ini wali nagari dengan inisial nama R (40) itu, sudah ditahan di Mapolsek V Koto Kampung Dalam.

    Dikatakan Kasman, oknum wali nagari itu ditahan pihaknya pada Senin malam (2/8) atas laporan yang dibuat oleh Dewan Pimpinan Yayasan Arisal Aziz.

     

    “Dalam kasus ini, terlapor (wali nagari) yang juga merupakan sekretaris Yayasan Arisal Aziz. Wali nagari ini ditugaskan membeli tanah untuk yayasan namun sudah tiga tahun lamanya tidak ada kejelasan terkait tanah yang dibeli tersebut, begitupun dengan laporan keuangannya,” ungkap Kasman.

     

    Kasman mengatakan, total uang yang diberikan yayasan senilai 500 juta rupiah, namun sebanyak 72 juta rupiah tidak jelas ke mana arahnya.

     

    “Kasus ini masih dalam penyelidikan, terlapor sudah ditahan untuk proses penyelidikan,” katanya.

     

    Sementara itu, Kuasa Hukum dari telapor, bernama Suspida Lastri menepis dugaan kalau kliennya R ini melakukan penggelapan.

     

    “Kami telah memasukan gugatan atau pembelaan atas klien kami yang diduga melakukan penggelapan pembelian tanah seluas 18 hektare itu,” sebut Suspida Lastri.

     

    Kata Suspida Lastri, kliennya tidak terbukti bersalah atas kasus ini karena mereka mempunyai bukti atas pembelian tanah dan hal lainnya.

     

    “Uang dan hal lainnya telah dibayarkan oleh klien kami, kami ada kwitansi dan bukti lainnya. Namun kita buktikan saja di pengadilan nantinya,” katanya (Syafrial Suger).