×

Iklan


Dendam Diputus Cinta, Mahasiswa di Padang Pariaman Sebar Video Telanjang Mantan

18 Feb 2021 | 19:20:32 WIB Last Updated 2021-02-18T19:20:32+00:00
    Share
iklan
Dendam Diputus Cinta, Mahasiswa di Padang Pariaman Sebar Video Telanjang Mantan
RA (26) seorang mahasiwa warga Sungai Limau Padang Pariaman.

Pariaman, Khazminang.id-- Karena sakit hati diputus pacarnya, RA (26) seorang mahasiwa warga Sungai Limau Padang Pariaman membalas dengan cara menyebarkan gambar dan video dalam posisi telanjang sang mantan. 

EJ (23) perempuan yang berprofesi sebagai seorang guru honorer tidak terima ketika ancaman demi ancaman yang dia terima dari RA bahwa foto dan video itu akan disebarluaskannya lebih banyak lagi jika EJ menolak jadi kekasihnya.

"Maka ia pun melaporkannya ke polisi, lalu kita proses dan lidik," kata Kapolres Pariaman, AKBP Deny Rendra Laksmana kepada pers di Pariaman kemarin.

    Menurut pengakuan EJ kepada polisi, dirinya baru mengetahui bahwa foto dan video dirinya tersebar di media sosial pada 11 Desember 2020 lalu.

    Ceritanya ketika EJ sedang berada di rumahnya pada Desember lalu itu, ia dihubungi oleh seorang teman seraya mengabari bahwa ada orang yang mengirimkan foto dan video EJ dengan seorang laki-laki yang wajahnya ditutupi pakai stiker emoticon berpose sama-sama setengah telanjang dada.

    Mendengar itu EJ langsung menelpon sang teman dan menanyakan siapa yang telah mengirimkan foto dan video telanjang tersebut. Oleh si teman, dijelaskan bahwa foto itu dikirim oleh nomor WhatsApp yang diketahui sebagai nomor mantan pacarnya RA.

    Beberapa hari kemudian ketika korban bertemu dengan temannya yang lain lagi. Teman tersebut juga menyampaikan kalau ia juga mendapatkan foto dan video yang sama dari pelaku melalui messenger.

    "Kepada korban, pelaku juga mengirim foto dan video yang sama, dan mengancam korban jika tetap memutuskan pelaku, maka akan tetap menyebarkan foto dan video telanjang tersebut kepada orang lain," kata Kapolres.

    Dengan laporan dan bukti-bukti serta saksi yang sudah terang seperti itu, polisi dari Satuan Reserse Kriminal Polres Pariaman pun bergerak. Mulanya agak sulit juga menemukan RA karena ia tahu dirinya dicari polisi, ia pun berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain. 

    "Tapi akhirnya kami berhasil menemukannya di Pekanbaru Riau. Pelaku ini selalu berpindah-pindah sebelum akhirnya ditangkap. Kini dia sudah kita tahan," ujar Kapolres.

    Pelaku ditangkap atas lapor polisi nomor LP/207/B/XI1/2020/SPKT/Polres, tanggal 12 Desember 2020, tentang tindak pidana mendistribusikan informasi dan dokumen elektronik yang melanggar kesusilaan.

    "Motif pelaku ini masalah asmara dengan korban, sebab mereka pernah pacaran tapi pelaku diputuskan, dan tidak terima kemudian ingin mempermalukan korban," kata Kapolres lagi.

    "Atas perbuatannya pelaku dikenakan pasal 45 ayat 1 jo pasal 27 ayat 1 undang-undang nomor 19 tahun 2016. Untuk ancaman hukumannya paling lama penjara enam tahun," jelasnya. (Hery Suger)