×

Iklan


Data Penerima Bansos Agar Diverifikasi Ulang Supaya Bantuan Tetap Sasaran

13 September 2021 | 20:05:07 WIB Last Updated 2021-09-13T20:05:07+00:00
    Share
iklan
Data Penerima Bansos Agar Diverifikasi Ulang Supaya Bantuan Tetap Sasaran

Padang, Khazminang.id – Pandemi Covid 19 yang berkepanjangan, membuat masyarakat makin terpuruk secara ekonomi. Mereka sangat berharap berbagai bantuan dari pemerintah dan diberikan dengan tepat sasaran.

Kekhawatiran tidak tepat sasaran itu muncul karena adanya warga yang dinilai mampu secara ekonomi tetapi dapat juga bantuan. Sebaliknya mereka yang benar-benar membutuhkan, tidak menerimanya.

Lurah Pasa Gadang, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Khairul kepada wartawan, Senin (13/9/2021) di ruang kerjanya, tak menampik hal itu terjadi. Sebab data yang digunakan sebagai pedomann untuk menyalurkan berbagai bantuan baik dari pusat maupun bantuan pihak lainnya, masih menggunakan data lama yang belum diperbarui.

    “Kami memang mengharapkan adanya verifikasi ulang data warga penerima bantuan sosial dari pemerintah, sehingga bantuan itu benar-benar diterima oleh yang berhak dan tidak menimbulkan kecemburuan,” katanya.

    Karena itu, untuk bantuan dari pihak ketiga yang diserahkan untuk warganya maka pihaknya akan melakukan verifikasi langsung ke lapangan para calon penerima bantuan tersebut. Pihaknya juga tak ingin ada warga yang menerima bantuan berkali-kali. Sedangkan bantuan dari pusat kartena sudah ditetapkan penerimanya, tentu tak bisa diotak-atik lagi.

    “Kami baru saja dari lapangan, memastikan kondisi warga yang akan menerima bantuan dari anggota DPR RI benar-benar warga yang membutuhkan. Alhamdulillah, kami mendapat 15 paket bantuan,” katanya.

    Sebab, masyarakat yang membutuhkan bantuann di tengah pandemi ini cukup banyak jumlahnya. Bahkan dua RW di wilayahnya terpantau sebagai RW rawan pangan dengan penduduk sekitar 500 jiwa dari total jumlah warga Pasa Gadang 5.250 jiwa.

    “Pada umumnya penduduk pada dua RW itu dari sudut pendidikannya terbilang rendah dan pekerjaannya sebagai buruh. Tentu saja penghasilannya tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, apalagi di tengah pandemi Covid 19,” katanya.

    Meski demikian, pihaknya mengupayakan agar anak-anak warga di RW rawan pangan itu dilibatkan dan diminta aktif dalam kegiatan di masyarakat, seperti kegiatan Pokdarwis dan lainnya. (devi)