×

Iklan


Dapur Umum PMI di Gaza Terkendala, Bahan Pangan Belum Bisa Masuk

10 Juni 2024 | 20:41:38 WIB Last Updated 2024-06-10T20:41:38+00:00
    Share
iklan
Dapur Umum PMI di Gaza Terkendala, Bahan Pangan Belum Bisa Masuk

Mesir – Perang di Gaza masih terus berlanjut. Dampaknya sangat dirasakan para pengungsi yang semakin sulit mendapatkan akses pangan, akses air bersih dan layanan kesehatan. Situasi yang terus memburuk ini diperparah dengan penutupan pintu-pintu masuk bantuan kemanusian ke Gaza yang saat ini dikuasai penuh oleh tentara Israel.

Tak pelak, Gaza mengalami krisis pangan. Badan Pangan Dunia Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menekankan pentingnya pembukaan akses pintu masuk bantuan internasional yang aman dan berkelanjutan, khususnya penyeberangan Rafah dan Kerem Shalom.

“Ini adalah satu-satunya upaya untuk mengatasi krisis pangan dan kebutuhan dasar warga Gaza, serta untuk memastikan warga rentan mendapat pasokan makanan bergizi dan terdiversifikasi,” kata Sekretaris Jenderal Palang Merah Indonesia (PMI), Dr. Abdurrahman Muhammad Fachir dalam siaran pers yang diterima media kemarin.

    Di tengan situasi yang semakin sulit dan sangat mengkhawatirkan itu, PMI didukung lembaga kemanusiaan lokal di Gaza berkomitmen untuk terus menyalurkan bantuan dan memastikan proses pendistribusian bantuan pangan terus dilakukan di kamp-kamp pengungsian, termasuk membuka layanan dapur umum bagi para pengungsi.

    Layanan dapur umum PMI bersama lembaga kemanusiaan lokal ini, terlaksana berkat dukungan dan sumbangan donasi dari donor dan masyarakat Indonesia.

    “PMI menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada para donor sehingga layanan dapur umum dapat terlaksana,” kata Fachir.

    Namun keberlanjutan dapur umum ini terkendala karena ketersediaan bahan dasar pangan juga semakin sulit ditemukan di wilayah Gaza. Termasuk bahan bakar untuk proses memasak makanan juga semakin sulit didapat. Salah satunya penutupan jalur masuk bantuan di pintu Rafah.

    Bantuan bahan pangan tidak bisa masuk, termasuk bantuan dari PMI yang saat ini masih menunggu jadwal masuk. Sementara pengungsi perlu makanan dan minuman untuk menyambung hidup.

    “Ini yang tidak bisa ditunda. Karena itulah PMI saat ini terus melanjutkan layanan dapur umum di beberapa titik kamp penampungan darurat,” jelasnya.

     

    Layanan dapur umum ini awalnya dilaksanakan di Kamp Pengungsian Rafah. Namun karena situasi keamanan tidak memungkinkan dapur umum dipindahkan ke Kamp Penampungan di Deir Balah.

    “Layanan dapur umum ini melengkapi upaya PMI untuk mendorong bantuan pangan melalui proses pengadaan yang dilaksanakan oleh Egyptian Red Crescent,” jelas Arifin Muh. Hadi, Tim PMI yang saat ini masih berada di Mesir.

    Sebagaimana diberitakan sebelumnya bahwa pertengahan bulan Februari yang lalu PMI telah menyalurkan bahan pangan sebesar 32,5 ton. Pengiriman barang bantuan bahan pangan ini langsung didorong ke Pusat Dapur Umum di Rafah yang dikelola oleh Egypt Red Crescent.

    Saat ini, PMI bersama sama dengan Egyptian RC juga sedang mempersiapkan pengiriman bahan pangan berupa beras, gandum, tepung, gula dan garam ke Gaza melalui jalur Rafah. Pengiriman paket bahan makanan ke Gaza ini melengkapi paket paket bantuan PMI lainnya seperti minuman, selimut, pakaian, hygiene kits, obat obatan, dan peralatan kesehatan. (devi/rel)