×

Iklan


Covid-19 Meledak di Kalangan Pelajar Sawahlunto, 26 Siswa Boarding School SMPN 2 Terpapar

07 Apr 2021 | 22:49:21 WIB Last Updated 2021-04-07T22:49:21+00:00
    Share
iklan
Covid-19 Meledak di Kalangan Pelajar Sawahlunto, 26 Siswa  Boarding School SMPN 2 Terpapar
Kasus Covid-19 meledak di sekolah kembali terulang di Sumatera Barat, setelah sebelumnya di Diniyah Putri Padang Panjang dan SMA 1 Sumbar, kasus serupa juga terjadi Sawahlunto. Kali ini menimpa 26 siswa boarding school SMP Negeri 2 Sawahlunto (foto: Ist/net).

Sawahlunto, Khazminang.id-- Kasus Covid-19 meledak di sekolah kembali terulang di Sumatera Barat, setelah sebelumnya di Diniyah Putri Padang Panjang dan SMA 1 Sumbar, kasus serupa juga terjadi Sawahlunto. Kali ini menimpa 26 siswa boarding school SMP Negeri 2 Sawahlunto.

 

Ledakan siswa yang positif terpapar Covid-19 akhirnya terjadi pula di Kota sawahlunto, setelah hal yang sama sebelumnya terjadi di Kota Padang Panjang, ledakan baru penularan Covid-19 itu  terjadi setelah diketahui 26 siswa boarding school SMPN 2 Sawahlunto dinyatakan positif terpapar.

     

    Angka tersebut diketahui setelah hasil swab test PCR siswa dinyatakan positif terpapar virus asal Wuhan, Tiongkok itu, padahal sebelumnya, warga merasa sudah aman dan ternyata iba-tiba meledak, Rabu (7/4), sehingga sejumlah menyatakan sekolah tersebut harus lockdown.

     

    Terjadinya ledakan jumlah warga yang terpapar ini cukup mengangetkan, namun hal itu diduga karena masyarakat tampak abai bahkan mulai membiasakan diri ke kehidupan normal tanpa mengenakan masker, banyak kerumunan, dan jarangnya kegiatan Operasi Prokes oleh Tim satgas Covid-19,  meski pandemi masih belum berakhir.

     

    Wakil Walikota Sawahlunto H.Zohirin Sayuti, tidak menampik terjadinya ledakan kasus baru di boarding school atau sekolah unggulan satu-satunya di Sawahlunto tersebut.

     

    Menurut Zohirin, sekolah itu harus di lockdown, dan seluruh siswa tetap berada di asrama setelah dilakukan rapid antigen, jika ada yang terkonfirmasi reaktif segera dilakukan swab test PCR agar penularan virus itu dapat diredam sesegera mungkin.

     

    "Kami akan segera ambil tindakan, untuk sementara tidak satupun siswa dibenarkan keluar dari asrama. Dan kasus ini sangat mengagetkan karena meledak sampai 26 terkonfirmasi positif sehingga SMP 2 harus di lockdown, ungkap Zohirin.

     

    Menurut Zohirin, sebagai tindaklanjut dari permasalahan tersebut pemerintah kota dan  Tim Gugus Tugas Covid-19  akan segera melakukan rapat koordinasi untuk melakukan upaya membendung kasus tersebut serta memutus mata rantainya.

     

    Selain itu Zohirin juga membenarkan kalau gerakan sosialisasi dan penindakan terhadap pelanggaran protokol kesehatan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) sudah mulai kendor, dan dengan adanya kasus ini pemerintah kota  akan mempertanyakan hal ini kepada Kepala Pol PP.

     

    "Terima kasih kami telah diingatkan terhadap jarangnya Pol PP turun kelapangan untuk melakukan tindakan terhadap kegiatan-kegiatan yang mengundang kerumunan tanpa menghiraukan protokol kesehatan. Pemerintah tak melarang adanya kegiatan, asal selalu menerapkan prokes" sambung Zohirin.

     

    Berdasarkan data yang diperoleh, terdata 26 siswa SMP 2 Sawahlunto positif Covid-19 setelah sempat kontak erat dengan seorang siswa di sekolah yang sama.

     

    Meski para orang tua panik, pemerintah setempat menghimbau untuk tetap tenang karena pihak Satgas Covid-19 dan Dinas Kesehatan segera turun menanganinya dengan cara melakukan isolasi dan karantina ditempat yang telah disediakan pemerintah yakni di SMP 2 itu sendiri.

     

    Data yang dirilis operator Satgas COVID-19 Sri Wareski Ismal, S.KM dan Mulya Cahyana,S.KM menyebutkan angka kumulatif hingga hari ini sudah 464 warga Sawahlunto terpapar positif COVID-19 dan sembuh 415 orang, serta meninggal 7 orang, serta14 orang tengah dikarantina di Balai Diklat Tambang Bawah Tanah (BDTBT) Sei Durian.

     

    Sementara itu, Sekretaris Satgas Covid-19 Adriyusman,S.Sos.MM  mengatakan 26 siswa terkonfirmasi positif tersebut untuk dikarantina di SMP 2 berkemungkinan besar akan dipindah ke BDTBT dan Mess PT Bukit Asam W39 di Saringan dengan alasan kondisi ruangan asrama tidak layak dan pengap disebabkan kurangnya sirkulasi udara karena terbatasnya ventilasi.

     

    Sementara itu berdasarkan informasi terbaru disebutkan terdapat satu lagi warga yang  meninggal akibat Covid-19 setelah sempat dirawat di sebuah rumah sakit di Padang, dengan demikian jumlah warga yang meninggal akibat Covid-19 menjadi tujuh orang  (*/Novrizal Sadewa).