×

Iklan

GELAR PELATIHAN OPTIMALISASI SMARTPHONE
Cara Dosen PNP Bantu Pelaku UMKM Bertahan di Tengah Pandemi

02 September 2021 | 19:04:41 WIB Last Updated 2021-09-02T19:04:41+00:00
    Share
iklan
Cara Dosen PNP Bantu Pelaku UMKM Bertahan di Tengah Pandemi
Dosen PNP melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, dengan menggelar pelatihan Optimalisasi Smartphone untuk UMKM. (Foto: dok)

Padang, Khazminang.id-- Dosen Politeknik Negeri Padang (PNP) melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, dengan menggelar pelatihan "Optimalisasi Smartphone untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)". Pelatihan itu diikuti peserta dari dua pelaku UMKM di daerah itu.

Kegiatan yang digelar secara langsung ini, merupakan wujud nyata dari pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melalui pengabdian ini, diharapkan peran perguruan tinggi dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat itu sendiri, salah satunya pelaku UMKM yang mengikuti pelatihan ini.

Pelatihan ini dimaksudkan agar mitra yang mengikuti pelatihan ini, mendapat pengetahuan tentang teknologi, khususnya dalam optimalisasi penggunaan ponsel pintar (smartphone) untuk menunjang usaha mereka.

    Ketua Pelaksana Kegiatan, Meri Azmi, ST.,MCs mengatakan, ada banyak UMKM di Kota Padang. Namun pada kali ini, terdapat dua UMKM yang sudah ditemui dan diwawancarai, yaitu Dapur Tahu yang terletak di daerah Lubuk Buaya dan usaha kue Bolen Mbaque yang terletak di daerah Lapai Padang.

    Menurut Dosen Teknologi Informasi (TI) PNP ini, UMKM merupakan tulang punggung perekonomian dan ujung tombak perputaran ekonomi di Indonesia. Apalagi di masa pandemi Covid-19, UMKM memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah situasi yang tak pasti.

    "Nahasnya, UMKM juga menjadi kelompok yang rentan di tengah situasi pandemi. Tak sedikit UMKM jatuh tengkurap akibat badai ini. Misalnya saja, warung-warung kecil yang terpaksa tutup karena sepi pembeli. Mau tak mau, pemilik UMKM harus mulai berpikir untuk memasarkan produk mereka secara digital, salah satunya adalah melalui sosial media," ujarnya didampingi anggota tim, yakninya Yance Sonatha, ST., MT dan Nurhayati, SE., MM, kepada Khazminang.id, Kamis (2/9).

    Dikatakan, dengan demikian, para pelaku UMKM memiliki pilihan lain dalam memasarkan produknya pada masa pandemi Covid-19 ini. Namun yang terjadi saat ini masih banyak UMKM yang belum memahami dan mengerti bagaimana caranya agar bisa memasarkan produk mereka melalui digital marketing. Kalaupun ada, foto produk yang mereka tampilkan di sosial media kurang menarik minat pembeli.

    "Tak bisa dipungkiri, UMKM sepertinya masih banyak yang gagap teknologi dalam penggunaan smartphone dalam memasarkan produk mereka. Ada UMKM yang sudah melakukan pemasaran di sosial media yang dimiliki tetapi belum optimal karena belum memahami secara mendalam cara penggunaan dan strateginya dan banyak UMKM yang belum bisa mengoptimalkan pemakaian smartphone untuk membuat foto produk yang menarik minat calon pembeli," sambung dia.

    Lebih lanjut dikatakan, untuk itu dibutuhkan sebuah pelatihan yang dapat meningkatkan pemahaman UMKM tentang digital marketing dan bagaimana membuat foto produk yang menarik yang dapat dipraktikkan secara langsung saat pelatihan dengan menggunakan sejumlah aplikasi. Contohnya saja, aplikasi Snapseed, Canva dan Phonto, sehingga dapat meningkatkan omset UMKM pada saat pandemi Covid-19.

    "Hasil diskusi kami dengan mitra, ditemukan beberapa permasalahan. Yaitu, mitra masih gagap teknologi dalam penggunaan smartphone dalam memasarkan produk mereka, mitra belum mengerti tentang digital marketing yang tepat sehingga belum dapat meningkatkan omset penjualan mereka," bebernya.

    Dari permasalahan yang ditemukan, kata dia, maka dibutuhkan beberapa solusi yang dapat mengatasi permasalahan tersebut. Maka diusulkan untuk mengadakan sebuah kegiatan Pelatihan Optimalisasi Smartphone untuk UMKM sebagai Media Promosi di Masa Pandemi kepada mitra agar dapat meningkatkan omset mitra selama pandemi Covid-19 ini.

    "Contoh pelatihan yang akan diberikan, seperti pengenalan tentang digital marketing dan strategi memasarkan produk di sosial media, pengenalan berbagai macam bentuk sosial media yang banyak dimanfaatkan untuk media promosi pada saat ini untuk meningkatkan omset sebuah usaha atau UMKM," jelas dia.


    Tak hanya itu, peserta juga diberi pelatihan untuk optimalisasi penggunaan smartphone untuk foto produk yang menarik minat calon pembeli dengan cara yang mudah dan murah dengan menggunakan aplikasi yang tidak berbayar, karena sangat mudah diaplikasikan oleh siapa saja dan aplikasinya cukup ringan untuk dapat berjalan pada platform android jenis apa saja.

    "Pelatihannya sudah selesai 15 Agustus 2021 kemarin. Nah, dengan adanya pelatihan ini, kami berharap mitra dapat menambah pengetahuan dengan langsung mempraktikkannya pada smartphone mereka masing-masing," katanya.

    Meskipun pelatihan ini sudah selesai dan juga sudah diterapkan oleh mitra, kata Meri, pihaknya masih tetap melakukan monitoring dan evaluasi (monev), serta meninjau kembali terhadap manfaat penggunaan aplikasi ini.

    "Monitoring dan evaluasi ini, kita laksanakan maksimal dua bulan setelah kegiatan utama kita lakukan. Hal ini bertujuan untuk memantau sejauh mana hasil pelatihan ini memberikan manfaat bagi mitra pengabdian, serta mengukur tingkat keberhasilannya," ulas dia.

    Selain itu, pihaknya juga berencana akan membuat grup diskusi online antara tim pengusul dan mitra. Dalam forum diskusi ini, diharapkan nantinya akan cepat mengatasi permasalahan yang dihadapi mitra dalam pemanfaatan teknologi yang telah disampaikan. ***